Kesenangan berkebun bukan hanya soal sebagai hiburan di desa. Berkebun juga berarti belajar memenuhi kebutuhan sehari-hari dari apa yang kita tanam sendiri. Seperti kali ini menu keripik bayam yang dipetik dari kebun sendiri menjadi pilihan untuk penyerta lauk makan malam kami.
Kamis pagi saya sudah berpikir tentang menu makan yang membuat makan lebih berselera. Namun rasanya sedikit bosan jika masak yang itu-itu saja. Karena yang akan makan hanya berdua, akhirnya, saya memutuskan untuk memasak ati ampela mercon ala-ala, tahu goreng, dan tumis jamur tiram. Tak perlu mewah, yang penting nikmat dimakan bersama suami tercinta.
Namun karena sebelum makan malam, suami terbiasa disediakan camilan sepulang kerja, maka saya pun memutar otak. Kira-kira makanan apa yang bisa dicamil ketika kami ngobrol sejenak sebelum akhirnya suami bersiap pergi ke masjid untuk salat magrib berjamaah.
Ngemil Bareng Aktivitas yang Selalu Kami Jaga
Aktivitas ngobrol ringan sambil ngemil ketika suami pulang kerja adalah rutinitas kami yang tidak boleh absen. Ketika suami pulang saya akan membukakan pintu, menyodorkan segelas minum dan membiarkannya duduk melepas lelah. Hal sederhana ini juga yang menjadi salah satu sisi manis pernikahan kami.
Meski tidak pernah diminta, kalau suami sudah mengabari pulang dari tempat kerja, saya mewajibkan diri untuk menyediakan makanan ringan yang bisa dinikmati saat ngorbol sejenak setelah seharian kami terpisah.
Kadang suami pun membawa tentengan sebagai oleh-oleh. Namun saya merasa, harus ada yang saya siapkan sendiir. Entah itu potongan buah, tempe mendoan, lumpia kering, keripik, atau apapun yang bisa saya sediakan. Kebanyakan saya yang membuatnya sendiri.

Keripik Bayam Menjadi Solusi Saat Bosan dengan yang Biasa Dimakan
Bosan dengan yang biasa saya buat, saya pun baru ingat bahwa di kebun ada pohon bayam yang tumbuh dengan sendirinya di antara tanaman lain. Ia tumbuh dengan sangat subur. Memang sebelumnya di sana ada pohon bayam besar yang sudah berbunga. Mungkin bijinya jatuh ke tanah dan akhirnya tumbuh sendiri.
Karena di rumah ada tepung serba guna, akhirnya saya memutuskan untuk membuat keripik bayam.
Saya pun pergi ke kebun untuk memetik daun bayam dengan menggunakan gunting. Beberapa daun bayam segar saya dapatkan. Langsung saja saya cuci bersih lalu setelah sedikit kering karena ditiriskan, saya mencelupkannya ke adonan tepung serbaguna sesaat sebelum menggorengnya di minyak yang sudah panas dan matang.
Keripik bayam yang renyah dan nikmat pun jadi cemilan sore hari yang kami nikmati bersama.
Makanan Sederhana Lebih Terasa Nikmatnya
Membuat makanan yang dipetik dari kebun sendiri memang selalu menghadirkan kesan yang mendalam. Bukan hanya lezat dan sehat karena dibuat sendiri. Melainkan terselip rasa syukur kepada Allah di setiap gigitannya.
Meski keripik bayam tidak sesehat ketika bayam dimasak sayur bening, tetapi untuk sebuah camilan buatan sendiri dari hasil petik di kebun sendiri, keripik bayam bisa jadi alternatif pilihan ketika tak punya cemilan.
Rasanya yang kreyes dan kriyuk, membuat saya ingin memelihara pohon bayam yang satu ini lebih banyak lagi. Agar hari-hari ke depan, saya bisa membuat keripik bayam lebih banyak lagi.
Mungkin ini juga bisa jadi peluang usaha keripik bayam kali ya….
