Siapa yang pernah coba keripik Pare? Keripik yang satu ini cukup menarik perhatian dengan tekstur serta rasa yang khas dimiliki oleh si sayur pahit ini. Olahan keripik yang kian hari semakin modern ternyata bisa jadi alternatif cara seseorang menikmati sayur dengan bentuk yang berbeda.
Hai foodies! Rencana awal tahun nanti kalian mau berburu kuliner kemana nih? Atau sudah ada list kulineran yang akan segera disantap sebagai hidangan pertama di tahun baru 2026.
Sepanjang tahun 2025 ini apakah foodies sudah menemukan rasa Seblak yang enak dimana? Sate yang enak dimana? Atau bakso kekinian yang layak menjadi rekomendasi.
Kalau makanan enak dan direkomendasikan mungkin akan diburu. Namun apakan foodies pernah menemukan makanan aneh dan tidak cocok di lidah? Kalau ada, bagikan pengalamannya yuk!
Seperti saya yang menemukan makanan unik tapi kurang cocok di lidah saya. Tepat di akhir tahun ini saya sempat mencoba keripik pare, dan hal itu cukup menjadi memori yang kuat dalam kepala saya. Di usia saya yang ke 25 tahun ini saya sebenarnya antusias dan penasaran dengan rasanya.
Kata orang-orang kudapan ini akan enak jika pengolahannya tepat. Rasanya mirip sekali dengan bayam, jika foodies pernah memakan keripik bayam. Memang sensasi pertamanya memberikan kesan crispy dan dalam lidah rasanya seperti daun.
Keunikan Rasa Keripik Pare
Keripik pare menurut orang-orang rasanya seperti bayam atau daun. Namun aftertaste yang saya dapatkan ini sangat pahit, bagi sebagian orang pahit ini adalah sesuatu yang wajar di olahan pare. Pada beberapa olahan pare yang saya jumpai terutama tumisan, ada cara yang bisa menghilangkan rasa pahit atau dan rasanya pun bisa di tolerir.
Untuk keripik Pare ini saya merasa pahitnya agak kuat. Tingkat pahitnya bagi saya masih bisa dimakan. Tapi saya menghabiskan keripik ini dengan memakannya bersama sambal.
Keripik ini saya dapatkan dari saudara saya, isinya sekitar 10-15 keping per kemasan. Keripik pare ini kemudian saya pamerkan kepada orang lain, untuk mereka mencicipi karena ini adalah makanan yang sangat baru dalam hidup saya. Gigitan pertama layaknya keripik bayam, namun setelahnya lidah saya seperti ditaburi perisa makanan yang rasanya pure rasa pare.
Saya langsung mencampurnya dengan sambal dan bumbu penyedap yang bisa menghilangkan rasa pahit ini. Saya paksa diri saya untuk menghabiskan kepingan keripik ini karena suami tidak mau memakannya. Bersyukurnya saya bisa mendapatkan pengalaman menyantap olahan pare yang ternyata bisa dibuat apa saja termasuk keripik.
Olahan keripik ini sebenarnya adalah cara lain masyarakat menyantap sayur dan buah dalam bentuk lain seperti keripik Salak, Nangka, Apel atau yang lain sebagainya. Jadi kita bisa menikmati buah dan sayur dengan cara lain. Kandungan nutrisinya memang sedikit banyak akan berubah, namun cara manusia menikmati olahan sayur dan buah bisa memberi pengalaman dan sensasi berbeda.
Menyantap keripik pare adalah penutup tahun yang penuh pengalaman berkesan bagi saya. Foodies punya pengalaman makan kudapan aneh nggak di tahun 2025? Ceritakan yuk!
