Bulan Ramadan memang selalu menyimpan cerita-cerita unik, mulai dari momen sahur yang penuh drama kantuk hingga berbuka puasa yang sering kali penuh kejutan. Salah satunya adalah kejadian yang menimpa saya saat buka bersama di Rolun Café, Buah Batu, Bojongsoang.
Awalnya, agenda berbuka puasa ini sudah dirancang satu minggu sebelumnya bersama rekan-rekan sekantor. Seperti biasa, tempatnya belum dipastikan, karena menentukan lokasi buka bersama itu mirip dengan memilih channel TV di rumah—terkadang lebih banyak debatnya daripada nontonnya.
Akhirnya, setelah berbagai perundingan yang lebih alot dari sidang paripurna DPR, disepakati hari Selasa, 25 Maret, dan lokasinya di Rolun Café.

Selepas Ashar, saya berpamitan kepada istri, “Mi, Abah angkat heula, bilih kabujeng macet,“.
Dengan tenang, istri menjawab, “Oh muhun Bah, hati-hati-nya, A Sabda oge tos aya agenda bukber sareng rerencangan damelna,” saurna.
Saat itu, saya tidak curiga apa pun. Saya langsung berangkat dengan semangat 45, membayangkan segarnya es campur dan legitnya kolak pisang yang sudah menanti.
Begitu sampai di lokasi, beberapa sahabat sudah lebih dulu datang. Sambil menunggu azan Magrib, saya melirik ke meja sebelah dan mendadak mata saya membelalak. Di situ duduk sepasang suami-istri yang sangat familiar. Saya perhatikan baik-baik—ternyata itu adik bungsu saya bersama Putri, istrinya!
Hendra, panggilan akrabnya adalah pengusaha yang membangun bisnisnya dari nol hingga sukses mendirikan PT Bandung Lautan Kemasan (BLK), perusahaan manufaktur kemasan yang memproduksi standing pouch, botol plastik, dan berbagai kemasan lainnya. Kini, ia sudah mempekerjakan puluhan karyawan.
“Ah, ini kesempatan untuk iseng!” pikir saya. Maka, tanpa pikir panjang, saya mengambil jeruk yang ada di wadah kecil samping piring dan melemparkannya ke arah mereka.
“Hah! Saha ieu?!” mereka berdua terkejut.
Begitu melihat saya berjalan mendekat sambil cengar-cengir, mereka pun tertawa, “Ehh… naha aya didieu, A? sareng saha?”Â
Saya menjawab santai, “Aa sama teman sekantor, mang.”
Lalu adik saya berkata, “Abi sama putri (istrinya), sambil nunggu Sabda dan teman-temannya.”
Saya langsung melongo. ” Oh Sabda ke sini juga?”
“Iya, dia juga mau bukber di sini sama teman-temannya.”
Sabda, anak sulung saya, setelah sidang skripsinya di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung, memutuskan untuk belajar bisnis. Dan gurunya? Ya, pamannya sendiri, Nadia Hendra.
Tapi satu hal yang pasti—Sabda belajar bisnis dengan cara yang benar. Bukan seperti anak pejabat di negeri Konoha yang ditolong paman Usman untuk merubah pasal usia calon presiden agar bisa mencalonkan diri jadi capres.
Akhirnya saya menghela napas. Dunia memang sekecil kantong kresek! Bukber yang awalnya diniatkan sebagai ajang silaturahim bersama teman kantor, malah jadi reuni keluarga lintas generasi!

Hikmah yang Bisa Diambil
1. Ramadan Adalah Waktu Silaturahmi yang Tak Terduga
Kadang kita berencana bertemu seseorang di tempat tertentu, tapi Allah sudah menyiapkan kejutan dengan mempertemukan kita dengan orang-orang terdekat tanpa diduga. Ini mengingatkan bahwa silaturahmi bukan hanya soal merancang agenda, tapi juga tentang keajaiban pertemuan yang tak kita sangka.
2. Dunia Itu Sempit, Apalagi Kalau Lagi Lapar
Siapa sangka satu tempat makan bisa menjadi titik temu bagi berbagai lingkaran sosial? Dari kantor, keluarga, hingga anak sendiri! Ini mengingatkan kita bahwa dunia memang kecil, jadi jangan suka bikin masalah—siapa tahu besok ketemu lagi di meja sebelah. Saat berbuka puasa besok misal.
3. Jangan Pernah Remehkan Jeruk Kecil
Siapa sangka sebuah jeruk kecil bisa menjadi pemicu momen kehangatan dan tawa? Kadang hal sederhana yang kita lakukan bisa memberikan kesan mendalam bagi orang lain.
4. Allah Maha Mengatur Segala Rencana
Meskipun manusia berencana, Allah yang menentukan. Saya bisa saja memilih tempat lain, adik saya pun demikian, dan Sabda juga. Tapi skenario Allah mempertemukan kami berbuka di tempat yang sama. Ini mengajarkan bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup.
Jadi, kalau lain kali mau bukber, siap-siap saja ada “plot twist” yang mungkin lebih seru dari drama Korea! He he
Wallahu’alam
