Ilustrasi Bukber (gambar:farhad Ibrahimzade/Unsplash)
Pergi bukber begitu semangat, tetapi salat magrib malah dilewat? Apa kabar imanmu, masih sehat?
Ramadan sebentar lagi berakhir. Banyak acara bukber yang direncanakan sejak jauh-jauh hari dengan alasan untuk mempererat tali silaturahmi. Mumpung sempat, mumpung bisa, mumpung bulan puasa.
Bukber yang digelar pun bermacam-macam. Pengangguran mendadak sibuk dengan acara bukber sana-sini. Tidak ada yang tidak penting, untuk memilih salah satu pun tentu pilihan yang sangat sulit. Dengan geng persahabatan semasa remaja dulu gak enak kalau gak datang. Dengan komunitas, amsa iya gak hadir? Dengan keluarga besar, apalagi ini. Dengan teman sekolah yang tergabung dalam ikatan alumni SD, SMP, SMA, Kuliah, organisasi kampus? Ah, kalau gak datang, bagaimana ini?
Acara bukber direncanakan begitu matang. Mencari tempat yang estetik, instagramable, juga murah di kantong. Booking tempat sejak lama agar tidak keduluan orang lain. Dress Code pun ditentukan biar seragam.
Sayang sekali bukan, kalau rencana ngumpul buka bersama harus gagal? Gak bakalan bisa pamerin outfit bukber yang sudah dipilih susah payah. Padahal sudah menyengaja chek out dari toko online demi tampil maksimal.
Ketika sudah sampai pada waktunya, berlomba untuk datang tepat pada waktunya. Jangan sampai terlambat. Nanti panitia marah – tidak diajak lagi berteman, bisa gawat! Jalinan persahabatan, relasi perbisnisan dan teman tongkrongan dengan gengsi lumayan bisa berkurang.

Datang tepat waktu biar disebut paling solid. Sudah sampai, sambil menunggu bedug magrib dan restoran menghidangkan makanan pesanan, ngobrol dan haha hihi. Tidak lupa banyakin foto selfie dan bikin insta story. Jangan sampai ketinggalan bikin velocity biar bisa FYP dan gak dianggap ketinggalan zaman.
Namun ada yang sering terlupakan. Solat fardu yang menjadi kewajiban. Rukun islam yang sejatinya tidak boleh ditinggalkan. Ibadah yang pertama kali akan dihisab setelah kematian.
Katanya gak apa-apa telat, soalnya musholanya padat atau malah lupa gak bawa alat salat. Gak apa-apa magribnya dijamak, padahal safar dari rumah tidak jauh-jauh amat, sama sekali tidak memenuhi syarat menjamak salat.
Menunda salat demi untuk bisa foto bareng dengan sahabat? Coba cek lagi tingkat keimanan kita apakah masih selamat?
Padahal sahabat yang baik adalah sahabat yang senantiasa mengingatkan kepada kebaikan. Kalaupun mau bukber seharusnya tidak harus mengganggu ibadah inti. Karena yang wajib itu puasa dan salatnya, bukan bukbernya.
Jika alasannya memperpanjang dan mempererat tali silaturahmi, maka pilihlah tempat bukber yang membuat kita bisa melaksanakan salat berjamaah magrib tanpa harus meninggalkannya sampai kehabisan waktu. Agar persahabatannya tidak hanya di dunia, melainkan sama-sama bertemu di surga-Nya kelak.
Yuk bisa yuk. Bukber tepat tapi gak ninggalin salat.
Semoga bermanfaat.
