Setiap orang tentu selalu memiliki gagasan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Baik yang muncul dari pemikiran dan kegelisahan dirinya sendiri, ataupun karena adanya dorongan dari orang/pihak lain untuk mengungkapkan gagasan suatu komunitas atau perkumpulan tertentu.
Pernahkah Anda memiliki ide yang ingin disampaikan kepada keluarga, teman atau orang lain tentang cara menyelesaikan sesuatu? Atau tentang pilihan tempat liburan saat hari raya?
Atau mungkin Anda pernah ditunjuk oleh komunitas/perusahaan tempat Anda bekerja untuk menyampaikan gagasan kepada audiens? Atau para mahasiswa yang mendapatkan tugas untuk presentasi makalah hasil diskusi kelompok.
Keinginan untuk mengungkapkan gagasan itu begitu mendesak dalam dada. Di kepala pun sudah berjubel deretan kata dan hasil pemikiran yang rasanya hampir melompat dari sarangnya.
Namun apa daya, sayangnya gagasan itu tidak serta merta dapat diungkapkan. Beberapa dari kita, bahkan saya sendiri masih sering mengalami kebuntuan dalam mengungkapkan ide/gagasan yang ada di kepala. Masih bingung harus mulai dari mana, harus dengan cara apa, bahkan bingung bagaimana menyampaikannya?

Penyebab sulitnya mengungkapkan ide/gagasan
Sebenarnya setiap orang pasti bisa mengungkapkan gagasan yang ada di kepalanya. Hanya saja ada perbedaan yang sangat signifikan antara orang yang sering berlatih dan yang bahkan memulainya saja tidak berani.
Biasanya kesulitan mengungkapkan ide atau gagasan itu dipengaruhi oleh,
- Rasa kurang percaya diri
Kurangnya rasa percaya diri sangat berpengaruh bagi orang yang akan menyampaikan gagasan. Rasa itu bercampur aduk antara takut salah menyampaikan, takut ide tidak diterima, bahkan ketakutan didiskriminasi karena orang yang jarang berbicara menyampaikan ide secara tiba-tiba. Di luar itu, ada juga yang kurang percaya diri karena merasa penampilannya tidak lebih keren dari lawan bicara.
Akhirnya ia memendam ide itu sendirian sebelum berhasil dikeluarkan.
- Penguasaan kosakata yang terbatas
Ketika keberanian menyampaikan ide sudah muncul, kendala berikutnya adalah masalah pemilihan diksi, karena kurangnya penguasaan kosakata yang terbatas. Akibatnya ide yang disampaikan berbelit-belit, jelimet dan sukar dimengerti audiens.
- Kurangnya wawasan
Wawasan dan pengetahuan yang terbatas juga menjadi salah satu kendala dalam menyampaikan ide. Jangankan orang lain, dirinya sendiri kurang memahami cara menjalankan ide tersebut karena kurangnya pengetahuan.
- Tidak ada dukungan dari orang sekitar
Dukungan dan penerimaan sangat penting bagi pemilik ide. Walaupun idenya bagus, cara penyampaian sudah baik, apabila lingkungannya tidak mendukung, maka ide itu akan tertahan di kepala Anda. Karena, buat apa menyampaikan ide jika orang di sekitar Anda selalu menentang dan melakukan penolakan?
- Ide yang disampaikan belum dikuasai hanya sebatas angan dan pengandaian
Ide yang bersifat pengandaian akan susah disampaikan. Maka pilihlah ide yang bisa direalisasikan, bukan sebatas angan-angan atau pengandaian.
Cara mengatasi kebuntuan dalam mengungkapkan gagasan yang disampaikan secara langsung (berbicara di depan orang lain)
- Membuat mind mapping tentang apa yang akan disampaikan sehingga apa yang akan disampaikan bersifat sistematis. Lakukan ini sebelum Anda berbicara di depan orang lain.
- Latihan di depan cermin. Gunakan waktu persiapan untuk menyampaikan ide yang sudah dikonsep dalam mind mapping tadi. Berlatihlah untuk menggunakan kalimat pembuka yang menarik tetapi tidak terkesan hasil menghafal.
- Latihan berbicara tanpa berhenti dalam durasi waktu tertentu. Berlatihlah berbicara untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain tanpa berhenti berbicara selama lima menit akan sangat membantu Anda dalam latihan menyampaikan ide. Jika perlu, rekam pembicaraan Anda. Lalu telaah apa yang kurang, kemudian latihan kembali dalam durasi waktu yang sama.
- Mengumpulkan jam terbang. Pembicara andal yang sudah terbiasa berbicara di depan audiens tidak serta merta pandai bicara dengan kemampuan publik speaking yang begitu hebat. Mereka pun tentu pernah melewati masa malu-malu, tidak percaya diri, bingung harus mulai dari mana, dan hal-hal yang sering dirasakan oleh pemula. Namun seiring dengan bertambahnya jam terbang, maka semakin mahirlah ia. Anda pun bisa terus berlatih dan menambah “jam terbang” Anda sendiri. Misalkan saja dalam diskusi mata kuliah dengan dosen di dalam kelas, berusahalah untuk mengangkat tangan dan berbicara jika dosen memberikan kesempatan bertanya, ber[endapat atau menjawab pertanyaan. Awalnya mungkin kikuk, gerogi, malu, dan rasa tidak percaya diri lainnya. Namun rasakan apa yang akan terjadi ketika Anda selalu menghadapi gemuruh jantung dan dag dig dug nya dada Anda setiap menyampaikan pendapat di depan kelas. Pada kesempatan ke sekian, Anda tidak akan merasa gentar lagi. Bahkan akhirnya Anda akan ketagihan mengangkat tangan setiap ada kesempatan bicara dalam diskusi kelas.
- Melatih rasa percaya diri. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Fokuslah pada kelebihan yang Anda miliki, dan berusahalah untuk menonjolkannya. Perbaiki penampilan, berdirilah dengan tegap, busungkan dada Anda. Jangan pernah merasa kecil di hadapan orang lain. Tatap orang yang ada di hadapan Anda, jangan perna menunduk dan merasa kerdil. Pelajari juga cara menyampaikan ide yang baik dari berbagai sumber.
- Memperbanyak wawasan dengan membaca. Banyak membaca adalah cara terbaik untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Baca apapun yang lewat di tangan Anda. Entah itu buku fisik, informasi dari media online, hingga membaca situasi dan keadaan yang ada di sekeliling Anda. Sehingga bukan hanya pengetahuan yang bertambah, pemikiran, naluri, dan perasaan pun akan semakin tajam dan peka. Ketiga hal itu adalah modal dalam menyampaikan gagasan. Dengan wawasan yang luar, daya nalar/pemikiran yang tajam serta rasa yang peka akan sangat membantu Anda dalam menyusun kalimat dan memilihkan diksi yang disesuaikan dengan siapa Anda bicara. Jika memilih kalimat yang tepat maka ide Anda akan mudah dipahami.
- Jadilah pendengar dan penyimak yang baik. Dengan mendengarkan dan menyimak orang lain menyampaikan ide anda dapat belajar banyak darinya.
Cara mengatasi kebuntuan menyampaikan gagasan dalam menulis
Kebuntuan dalam menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan sering disebut dengan istilah writer’s block. Dimana seseorang (penulis) tidak bisa menuliskan apapun. Padahal sebelumnya sudah memiliki ide dan niat untuk menuliskan sesuatu.
Cara mengatasinya adalah,
- Latihan Free Writing
Lakukan latihan dengan menuangkan gagasan yang ada di kepala dengan metode free writing alias menulis bebas tanpa tekanan. Anda tidak perlu memikirkan apakah apa yang ditulis itu sudah benar atau tidak, tidak memikirkan masalah ejaan atau kesalahan penulisan. Menulislah dengan bebas tanpa mengangkat pena atau jari Anda dari keyboard sampai semua yang ada di kepala tertuang semuanya
2. Lakukan wawancara sederhana terkait dengan ide Anda kepada orang lain.
Dengan mewawancarai seseorang Anda akan mendapatkan tambahan ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.
3. Membaca tulisan orang lain yang ada kaitannya dengan ide yang akan Anda sampaikan.
Selain menjadi pancingan untuk mengeluarkan gagasan, membaca buku/tulisan orang lain pun akan sangat membantu Anda mengeluarkan kalimat pertama dan selanjutnya saat menulis.
4. Berhenti sejenak, tidak memaksakan diri menuliskan ide
Bisa jadi, kebuntuan menyampaikan ide itu muncul karena Anda sudah kelelahan dan bosan. Lakukan refreshing sejenak untuk merefresh otak Anda lalu mulai kembali setelah merasa lebih baik.
Jika semua langkah sudah dilakukan jangan lupa lakukan Self Editing pada tulisan Anda. Jika perlu minta masukan kepada teman untuk tulisan berisi gagasan yang sudah Anda tuliskan. Perbaiki hal yang kurang, lalu bersiaplah untuk mempublikasikannya dalam versi tulisan terbaik Anda.
Semoga bermanfaat.
#artikel ini sudah tayang di kompasiana,com
