Berfoto bersama Ajip Rosidi
Buku, bagi saya, bukan sekadar kumpulan kertas berisi tinta. Ia adalah gerbang menuju dunia lain, jendela yang membuka cakrawala baru, dan sahabat setia yang selalu menemani. Dahsyatnya pengaruh buku dalam hidup saya tak terkira, bahkan dari kisah-kisah remeh yang tak terduga.
Salah satu kisah yang tak terlupakan adalah tentang pencarian buku karya A.A. Panji Tisna. Berawal dari membaca esai Ajip Rosidi tentang sang maestro, rasa penasaran saya memuncak. Saya ingin menyelami karya-karya Panji Tisna, tapi tak mudah menemukannya di Bandung.
Doa dan tekad rupanya membawa saya pada jawaban. Di tahun 2008, setelah pameran di Semarang, saya berkesempatan mengunjungi Bali. Tak hanya untuk wisata, tujuan utama saya adalah menghadiri bedah buku Sigit Susanto dan mengunjungi Istana A.A. Panji Tisna di Singaraja.

Di sana, saya bertemu dengan cucu Panji Tisna, Agung Brawida. Pertemuan itu membuka jalan bagi saya untuk mendapatkan buku-buku langka sang maestro. Sekembalinya dari Bali, saya mendapatkan buku “Ni Rawit Ceti Penjual Orang” dan “I Swasta Setahun di Bedahulu”, yang terbit di tahun 1930-an.
Kecintaan saya pada buku tak berhenti di situ. Tahun 2015, saya mendapatkan proyek menerbitkan kumpulan esai tentang A.A. Panji Tisna. Proyek ini tak hanya memberikan penghasilan senilai 10 juta rupiah, tapi juga kesempatan untuk menyelami pemikiran dan karya sang maestro lebih dalam.
Kisah remeh tentang pencarian buku ini menjadi bukti nyata dahsyatnya pengaruh buku dalam hidup saya. Dari rasa penasaran, saya menemukan dunia baru, bertemu orang-orang inspiratif, dan bahkan mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam dunia literasi.
Buku telah membuka cakrawala berpikir saya, memperluas wawasan, dan memperkaya jiwa. Ia adalah guru, sahabat, dan sumber inspirasi yang tak ternilai harganya.
Pengalaman ini mendorong saya untuk terus berbagi kecintaan pada buku. Saya ingin menularkan semangat membaca kepada generasi muda, agar mereka juga dapat merasakan dahsyatnya pengaruh buku dalam hidup mereka.
Buku adalah kunci untuk membuka pintu gerbang ilmu pengetahuan dan mengantarkan kita menuju mimpi. Percayalah, efek dari cinta buku itu dahsyat! Ulah lalawora!
