Dalam hitungan hari, 10 Zulhijah akan tiba. Namun apakah kita sudah siap sedia untuk menunaikan ibadah qurban? Betapa banyak hikmah dan keutamaan ibdah kurban yang sayang sekali jika kita melewatkannya begitu saja.
Menumbuhkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat mulia dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik. Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menjadi bentuk ketaatan, pengorbanan, dan rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Melalui ibadah ini, umat Islam diajarkan tentang keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, serta semangat berbagi kebahagiaan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa kurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS
Sejarah qurban tidak lepas dari kisah agung Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya tercinta, beliau menjalankannya dengan penuh ketaatan. Namun karena keikhlasan dan ketakwaannya, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan.
Dari kisah tersebut, umat Islam belajar bahwa kurban adalah simbol kepatuhan total kepada Allah SWT. Kadang yang diuji bukan hanya harta, tetapi juga rasa cinta dan keterikatan duniawi.
Keutamaan Ibadah Kurban
Banyak hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan ibadah qurban. Salah satunya adalah hadis berikut:
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.”
(HR. Tirmidzi)
Dalam hadis lain disebutkan:
“Sesungguhnya darah hewan qurban itu akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadis-hadis ini menunjukkan betapa besar pahala dan kemuliaan ibadah kurban di sisi Allah SWT. Bahkan setiap helai bulu hewan kurban mengandung kebaikan bagi orang yang berqurban.
Menumbuhkan Kepedulian dan Persaudaraan
Kurban juga memiliki hikmah sosial yang sangat besar. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan. Di hari raya Idul Adha, banyak saudara kita yang mungkin jarang menikmati makanan bergizi akhirnya bisa merasakan kebahagiaan.
Inilah indahnya Islam. Ibadah tidak hanya mendekatkan manusia kepada Allah, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama manusia.
Jangan Takut Memulai Menabung Kurban
Sebagian orang ingin berkurban tetapi merasa belum mampu. Padahal, qurban bisa dipersiapkan sejak jauh hari dengan menabung sedikit demi sedikit. Tidak harus langsung besar, yang penting ada niat dan kesungguhan.
Misalnya, jika satu ekor kambing seharga Rp3.600.000 dan Idul Adha masih 12 bulan lagi, maka cukup menabung sekitar Rp10.000 per hari. Jumlah yang terlihat kecil, tetapi jika dilakukan dengan istiqamah akan menjadi ringan.
Allah SWT melihat niat dan kesungguhan hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, jangan malu memulai dari nominal kecil. Sedikit demi sedikit yang dilakukan dengan ikhlas bisa menjadi jalan untuk meraih pahala kurban.
Ayo Berkurban!
Mari jadikan momen Idul Adha sebagai kesempatan untuk lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih peduli kepada sesama. Jika hari ini belum mampu, mulailah menabung dari sekarang. Sisihkan sebagian rezeki harian, kurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan niatkan untuk ibadah.
InsyaAllah, niat baik yang dijaga dengan istiqamah akan dimudahkan jalannya oleh Allah SWT. Semoga tahun ini atau tahun-tahun berikutnya kita semua diberikan kemampuan untuk berkurban dan merasakan keberkahan ibadah yang mulia ini.
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kurban kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa. Aamiin.
_______
Terima kasih sudah membaca. Temukan artikel menarik lainny ahanya di Ruang Pena.
