Penat di rumah dan ingin “melarikan diri”? Pergi sejenak untuk menikmati Perkebunan Teh Malabar menjadi pilihan baik yang tidak boleh terlewatkan.
Jalan-jalan menikmati keindahan alam adalah sebuah aktivitas yang paling membahagiakan. Tak perlu biaya mahal, hanya perlu sedikit meluangkan waktu, pakai ternyaman dan jangan lupa kenakan jaket biar gak masuk angin lalu pastikan tangki bensin kendaraanmu terisi penuh.

Itulah yang kami lakukan hari Minggu kemarin. Libur kerja adalah kesempatan untuk kembali menghidupkan semangat yang sudah mulai kendor. Memanjakan mata dan menjalin kembali kehangatan hubungan suami istri yang selama lima atau enam hari hanya berkutat dalam aktivitas pergi kerja lalu pulang dengan tubuh yang lelah. Maka tidak ada salahnya pergi sejenak untuk menikmati keindahan alam. Kali ini, kami memilih berjalan-jalan keliling pinggiran Kabupaten Bandung.
Beranjak dari rumah pukul sembilan pagi, saya dan suami sudah berniat hanya akan berkeliling ke daerah yang sepanjang jalan dipenuhi dengan pemandangan alam yang indah. Tidak perlu bayar, keindahan tersebut sudah bisa dinikmati secara gratis. Melewati pesawahan, perkebunan, sesekali pemukiman penduduk, sampailah kami di perkebunan teh Malabar Pangalengan.
Sepanjang jalan, saya tidak berhenti berdecak kagum mengucap kalimat pujian karena Allah telah memberikan karunia sehat dan mata yang masih bisa melihat. Udara segar yang kaya akan oksigen bebas dihirup tanpa harus membeli. Angin sepoi dan suhu yang sejuk cenderung dingin melengkapi rasa syukur yang saya rasakan.
Berulang kali saya pun menyampaikan kata terima kasih pada suami yang selalu saja bisa dan “hayu” untuk memenuhi keinginan saya jalan-jalan. Ia selalu tahu, kemana saya ingin, apa yang ingin saya lihat dan bagaimana ia melakukannya.

Sepanjang jalan, perkebunan teh yang terhampar selalu tidak bisa dilewatkan untuk diabadikan. Rasanya ingin setiap meter yang terlewati saya ambil gambarnya. Hanya saja jika begitu, kami tak akan bisa benar-benar menikmatinya. Sibuk berfoto hanya akan mengurangi kekhidmatan rasa dan mata memandang. Akhirnya setelah mengambil beberapa foto kami lebih memilih menikmatinya secara langsung dan merasakannya dalam-dalam.
Berjalan melewati kawasan perkebunan teh Malabar tidak hanya dilakukan sekali ini. Meski begitu, keindahannya tidak akan habis diceritakan. Membuat rasa ingin kembali timbul lagi dan lagi.
Dulu saat tinggal jauh di pusat kota, datang ke sini butuh persiapan dan energi yang penuh. Kini rumah lebih dekat ke lokasi jadi, bisa ditempuh dengan waktu yang tidak terlalu banyak. Tubuh pun tak terlalu lelah karena jauhnya perjalanan.

Saat masih muda, awal pernikahan. Kami harus menyiapkan waktu yang benar-benar pas. Mempertimbangakan cuaca, perbekalan, ongkos yang lumayan. Kini asal ada jaket, helem, kamera ponsel dan tangki bensin penuh, kami sudah bisa pergi sesuka hati.
Menikmati keindahan alam tentunya memiliki manfaat yang sangat banyak. Itulah mengapa kami begitu senang melakukannya. Selain karena lebih hemat biaya sangat jauh berbeda dengan jalan-jalan ke mall atau ke wahana hiburan, aktivitas ini pun menimbulkan rasa tenang, meningkatkan rasa syukur, menemukan diri sendiri, melepaskan penat dan kejenuhan karena kesibukan, mendapatkan ketenangan setelah sepanjang pekan berada dalam hiruk pikuk kota yang sibuk dengan kendaraan dan polusi.

Sampai kapanpun kebun teh akan selalu menjadi pilihan untuk melepas penat. Dan kalau kami ingin menikmatinya dengan konsep yang lebih tertata dan disiapkan untuk wisata, kami hanya tinggal lanjut berjalan sampai menemukan wisata Taman Langit, Sunrise Point Cukul, Situ Cihaniwung, Wayang Windu, dan banyak lagi. Murah, terjangkau dan puas di hati.
Apa kamu menyukainya juga?

Wahh. Tempatnya asri banget ya Mbak. Duhh, enak kali ya tinggal atau berkunjung ke sana.
Terima kasih artikelnya Mbak Dian. Salam hangat selalu. ☺️🙏
Terima kasih sudah menyempatkan berkunjung, Mbak. Tetap semangat…