Di Majalengka ada destinasi akhir pekan yang cukup nyaman dan ramah keluarga. Tempat baru ini bernama Wisata Alam Cibuyut, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang asri dan sejuk. Nuansa yang cocok untuk piknik bersama keluarga besar atau mengadakan acara bersama teman-teman komunitas.
Menghabiskan akhir pekan dengan keluarga memang adalah hal yang mengasyikkan. Apalagi momen hangat seperti itu bisa menciptakan memori baik bagi anak yang tengah tumbuh dan berkembang. Beberapa keluarga akan memilih destinasi wisata yang sesuai dengan pos anggaran atau yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Berenang menjadi pilihan penulis untuk menghabiskan waktu di akhir pekan bersama keluarga. Jarak tempuh yang dekat dan akses transportasi yang mudah menjadi alasan utama penulis mendatangi Wisata Alam Cibuyut. Tempat ini cukup populer di kalangan teman-teman komunitas dan organisasi.

Setelah sampai lokasi, pengunjung langsung disuguhi pemandangan jalan yang bersih, dihiasi pohon serta bunga-bunga. Gerbang Wisata Alam Cibuyut menyediakan dua akses masuk yang disesuaikan dengan lokasi kedatangan pengunjung yang muncul dari dua area yakni gerbang parkir mobil dan motor. Meski pintu kedatangan berbeda, namun pemandangan yang disajikan sama-sama ciamik dan estetik.

Saat Penulis dan keluarga mengunjungi tempat wisata ini di bulan Januari 2026, harga tiket untuk dewasa yakni Rp. 10.000 sedangkan anak-anak Rp 5.000. Tiketnya termasuk dalam kategori murah untuk berbagai fasilitas yang disajikan. Wisata alam ini beralamat di Jalan Kaliandra, Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Penulis berasal dari kabupaten Ciamis, tepatnya kecamatan Panawangan, Panawangan sendiri perbatasan langsung dengan kabupaten Majalengka sehingga waktu perjalanan cukup singkat yakni sekitar 30 menit.

Sejak masuk ke gerbang, pengunjung disuguhi pemandangan yang teduh dan tempat duduk yang nyaman. Salah satu sudut yang yang pertama kali kami tempati adalah tempat duduk yang menghadap ke tempat bermain anak. Terdapat ayunan dan perosotan anak yang bisa dinikmati anak, sedangkan pengasuh bisa mengawasi sambil makan-makan, karena area ini berhadapan langsung dengan penjual makanan dan minuman.

Saat kami duduk-duduk dan menikmati pemandangan sambil memakan camilan sebelum melanjutkan perjalanan. Kami memandang ke salah satu tempat yang luas di tempat wisata ini. Setelah kami teliti, ternyata tempat itu adalah kebun wisata anggur, namun untuk memasuki area ini pengunjung dikenakan tarif. Tertera di deskripsi bahwa tarif untuk Dewasa Rp. 3000 sedangkan anak-anak Rp2.000.
Di salah satu media sosial, tempat ini menawarkan kebun anggur sebagai area wisata unggulan dan difokuskan yang dimiliki oleh objek wisata ini. Selaras dengan penamaan lokasi, tempat ini disebut sebagai wisata alam. Namun penulis melihat bahwa lokasi ini masih dalam tahap pembangunan, jadi beberapa titik masih belum rampung maksimal.

Setelah menikmati pemandangan dan menghabiskan waktu bersama anak di tempat makan sambil bermain ayunan, penulis melanjutkan perjalanan sambil melihat-lihat tempat yang strategis untuk menyimpan barang. Di sini pengunjung di sediakan gazebo yang luas dan bersih. Di setiap dua gazebo diselingi satu ruang untuk penjaja makanan.

Kebetulan meskipun penulis datang di akhir pekan, tapi suasananya sangat tenang. Jadi kami cukup bebas memilih mana gazebo yang akan keluarga kami pilih sebagai tempat berteduh dan beristirahat. Gazebo yang luas ini sangat cocok direkomendasikan untuk keluarga besar yang menyengaja pergi ke sini menggelar makan bersama atau sekedar berkumpul menghabiskan waktu.

Kolam renang ini sengaja di sambangi penulis karena ingin tahu bagaimana suasananya. Sebab tempat wisata ini sangat populer di kalangan teman-teman komunitas, seperti komunitas senam dan konten kreator. Banyak yang berbicara bahwa ini adalah tempat wisata baru yang sangat direkomendasikan di wilayah Majalengka.
Namun meskipun tempat ini dinilai ramah anak, ada catatan tambahan untuk para orang tua yang ingin mengasuh anak di kolam renang ini. Sebab kolam renang yang terdapat di objek wisata ini di bulan Januari 2026, terdapat 3 kolam yang kedalamannya berbeda-beda. Saat penulis datang, ada anak-anak SMP yang tengah berlatih di kolam paling atas dan di kolam tengah, sedangkan di kolam tengah ada anak-anak usia SD sedang bermain bola di air.

Sedangkan di arena ember tumpah anak-anak yang paling kecil bermain di sana. Namun bagi balita kolam ini masih kurang dangkal, jadi orang tua perlu mengawasinya dengan sangat hati-hati. Tampak seperti digambar, anak berusia 3 tahun berendam dengan tinggi badan kurang dari 100 cm airnya setinggi pusar, jadi dibutuhkan pengawasan dan kehati-hatian penuh dari para orang tua.
Masih banyak area yang ditawarkan oleh tempat ini untuk kenyamanan anak-anak, seperti area trampolin dan bermain pancingan ikan. Namun karena keterbatasan waktu dan cuaca, penulis memutuskan untuk berbenah dan segera mengajak anak untuk segera berganti pakaian. Setelahnya kami melanjutkan perjalanan dengan keluarga, mencari camilan dan makanan yang bisa dibekal dan dibawa ke rumah.
Sekian dulu ulasan dari perjalanan penulis selanjutnya kita akan bertemu lagi di akhir pekan selanjutnya dengan ulasan-ulasan perjalanan yang lebih menarik
