Pernahkah Anda diomelin ibu karena tidak menghabiskan nasi di piring saat makan? Dengan nada kesal, Ibu mengatakan, “habiskan makannya, nanti nasinya nangis!” Namun apakah pernah terpikirkan mengapa orang tua dulu sampai mengatakan demikian? Bahkan mungkin sebagian di antara kita ada yang benar-benar percaya pada mitos “nasi menangis” itu ketika kecil dulu. Sebenarnya makna apa yang terkandung di dalamnya? Mari kita kupas bersama, barangkali sepiring cerita yang akan saya sajikan akan membuat kita tidak lagi mengatakan “nasi menangis” saat anak-anak kita enggan menghabiskan nasinya di piring.
Proses Panjang Menanam Padi
Ternyata bukan hanya nasi yang akan menangis, kita pun bisa menangis andai kita sendirilah yang menanam padi itu dari mulai pembibitan hingga akhirnya panen. Meski waktu tanam padi terbilang singkat, yaitu berkisar antara 90 sampai 130 hari saja tetapi tanaman padi perlu perhatian dan perawatan yang telaten.
Di antara pembaca apakah ada yang pernah ikut menanam padi di sawah juga seperti saya? Apakah masih ingat tahapan demi tahapannya?

Disclaimer.
Sebelum melanjutkan mungkin nama-nama istilah yang digunakan tidak sama dengan istilah pertanian secara umum dan berbeda di daerah masing-masing. Apa yang akan saya sampaikan ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya pribadi yang tidak pernah mengenyam ilmu pertanian, pun tidak kuliah pertanian hanya sebatas anak petani yang sempat belajar dan benar-benar ikut praktek di lapangan—turun ke sawah, mengamati dan mengikuti proses tanam padi dari awal hingga akhir ketika masih tinggal di Ciamis dulu. Jadi apa yang akan saya sampaikan ini dominan istilah dalam bahasa Sunda.
Karena itu saya mohon maaf jika istilah yang saya sebutkan mungkin berbeda dengan yang digunakan di daerah para pembaca.
Baik, kita lanjutkan ya… Siapa tahu bisa dijadikan bahan cerita dan pelajaran untuk anak-anak yang sekarang masih malas menghabiskan nasi. Agar mereka lebih memiliki empati kepada perjuangan para petani yang telah berjuang untuk tetap menanam padi, mengupayakan masa depan yang gemilang dari tanah berlumpur.
Tahapan-Tahapan Menanam Padi
Menyiapkan Padi/Pembibitan
1. Ngabinihkeun
Ngabinihkeun adalah proses penyiapan benih yang berawal dari penyiapan padi hasil panen yang sudah dikeringkan (tidak terlalu kering) lalu direndam kurang lebih 5 jam. Lalu ditiriskan menggunakan ayakan atau saringan dengan bolongan kecil. Padi yang sudah tiris tersebut dibiarkan selama dua hari dua malam sampai muncul akar kecil di ujung padi.
2. Menanam benih/Persemaian (Tebar)
Sesaat setelah panen, akan ada lahan yang digarap lebih awal untuk dibuat lahan penyemaian bibit padi. Di beberapa daerah Sunda proses ini dinamakan Tebar. Bibit padi yang sudah didiamkan dua malam tadi disemai di lahan ini. Nama lahannya sendiri sering disebut pabinihan.
Setelah disemai, padi dibiarkan selama 15-20 hari sampai tumbuh sebanyak 5-7 helai daun dari setiap biji padi. Ketika akar, batang dan daun dianggap sudah kokoh makan barulah benih siap dipindahkan ke sawah.
Menyiapkan Lahan
Sambil menunggu benih siap dipindahkan ke sawah dalam 15-20 hari, petani harus bergegas menyiapkan lahan sawah. Hal yang dilakukan adalah:
1. Babad Galeng (membersihkan lereng/ pematang sawah)
Babad galeng adalah istilah yang digunakan untuk membersihkan lereng sawah. Ini biasanya dilakukan di sawah yang berbentuk terasering. Lereng antara sawah yang di atas dengan sawah yang ada di bawahnya dibersihkan dari rumput. Kegiatan ini dilakukan bersamaan /beriringan dengan proses ngawuluku.
2. Ngawuluku (membajak sawah)
Ngawuluku ini adalah istilah yang digunakan dalam bahasa Sunda. Sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah membajak sawah. Ada dua cara yang biasa dilakukan petani Indonesia, yaitu cara tradisional dengan menggunakan tenaga Kerbau dan singkal (alat bajak yang ditarik kerbau) dan cara yang lebih modern yaitu dengan menggunakan mesin traktor.
Membajak sawah bertujuan untuk menghaluskan dan melembutkan tanah sawah yang keras. Tenaga kerbau atau traktor sangat membantu meringankan tugas petani dalam mencangkul tanah. Tanpa bantuan bajak, proses mencangkul memerlukan tenaga ekstra dan waktu yang lama.
3. Macul/Mencangkul
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, setelah sawah dibajak barulah diratakan oleh manusia dengan menggunakan cangkul. Saat meratakan tanah ini sawah harus benar-benar tergenang air agar tanah lebih lembek dan mudah melebur menjadi lumpur.
4. Nyaplak
Nyaplak adalah membuat garis panduan untuk menanam padi, agar padi yang ditanam berjajar lebih rapi dan memudahkan proses panen nanti. Alatnya sendiri terbuat dari kayu yang sudah diatur jaraknya sedemikian rupa.
Dari proses mencangkul ke nyaplak biasanya tanah sawah dibiarkan satu dua hari dengan mengurangi volume air (air di sawah tidak terlalu menggenang)
Tandur (menanam padi)
Benih padi yang sudah kuat di persemaian dicabut lalu diikat untuk memudahkan pemindahan. Kemudian ditanam di sawah dengan memperhatikan garis panduan yang dibuat oleh Petani harus berjalan mundur sambil membungkuk agar padi yang sudah ditanam tidak terinjak lagi.

Kebayang kan gimana sakit pinggangnya?
Ngagemuk (pemupukan)
Pemupukan pertama dilakukan setelah padi berusia 7-10 hari dari penanaman. Ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan dan menguatkan akar, batang dan daun padi. Pupuk yang digunakan pun pupuk yang dapat merangsang pertumbuhan seperti Urea, NPK dan SP.
Ngagasrok
Upaya mematikan bakal gulma yang tumbuh setelah pemupukan pertama. Biasanya dilakukan dengan menggunakan alat (gasrok) benda berduri dibuat dari bambu atau besi seperti garpu.
Ngarambet (menyiang padi dari gangguan rumput dan gulma)
Karena dipupuk, maka bukan hanya padi yang tumbuh subur. Rumput pengganggu pun suka ikut tumbuh. Karena itu, agar tidak berebut nutrisi sebelum pemupukan kedua, dilakukan ngarambet. Ini dilakukan ketika padi berusia sekitar 1 bulan dari proses tandur.
Ngarambet dilakukan secara manual menggunakan tangan. Petani harus membungkuk saat menyiangi padi.
Menariknya, ketika ngarambet biasanya menemukan tumbuhan sawah yang bisa dimakan seperti eceng dan genjer. Ada yang pernah masak tumis genjer atau eceng? Kalau belum, kapan-kapan harus coba. Rasanya lezat dan kaya akan nutrisi.
Setelah ngarambet ini dilakukan pemupukan kedua dengan penambahan nurisi untuk perangsang buah.
Ancaman Hama
Usai pemupukan kedua ini, petani harus benar-benar memperhatikan padi karena semakin rawan hama. Belalang dan ulat kerap menyerang daun. Makanya sering dilakukan penyemprotan pestisida untuk meminimalisir serangan hama belalang.
Ada metode sederhana yang dilakukan para petani agar padinya tidak habis oleh hama yaitu berusaha menanam padi secara serentak setiap musimnya. Tujuannya adalah agar tumbuh kembang pagi berjalan sama. Hama tidak terpusat pada sawah yang ada di lahan tertentu.
Ancaman hama kedua, adalah ketika pohon padi mulai gembrot/menggembung itu tandanya padi sudah mau berbuah. Selain belalang, ulat dan tikus, burung pipit pun siap menyerang di minggu-minggu berikutnya saat padi sudah keluar dan mulai berisi.
Burung pipit sangat suka padi mengkel yang belum matang tetapi sudah berisi, putih tetapi masih lunak. Namun ketika padi sudah merunduk dan menjelang matang pun petani masih harus waspada. Serangan burung pemakan biji mengancam setiap saat.
Sebagai antisipasi, banyak petani tradisional yang memasang orang-orangan sawah (bebegig) untuk menakut-nakuti burung pipit, memasang perangkap tikus dan pencegahan pada hama lainnya.
Panen
Saat padi sudah menguning tibalah waktunya panen. Padi diarit menggunakan sabit, lalu dikumpulkan di satu area panggebug yang sudah terlebih dahulu dialasi giribig atau plastik terpal.

Ngagebug
Ngagebug adalah proses pemisahan bulir padi dari tangkainya. Petani memukulkan padi dengan cara menggenggam batangnya pada alat yang dinamakan panggebug yang terbuat dari kayu berbentuk segitiga. Bulir padi akan rontok dan terkumpul di bawah.
Ngahelar
Ini adalah proses pemisahan/pembersihan padi dari gabah yang kosong (hapa). Agar didapatkan bulir padi utuh saja maka gabah kosong harus dipisahkan dengan cara menumpahkannya dari ketinggian. Biasanya menggunakan nyiru/niru dan memanfaatkan angin. Gabah kosong akan terbang dan gabah yang berisi jatuh lurus dan terkumpul di bawah.
Pada proses ini harus dilakukan dengan hati-hati. Orang yang tidak terbiasa akan cepat gatal-gatal karena terkena debu padi.
Moe pare (menjemur padi)
Setelah gabah/bulir padi dipisahkan maka padi siap dijemur di area rata dan datar. Pastikan area tersebut mendapatkan cahaya matahari langsung sepanjang siang. Jemur padi hingga kering. Cara sederhana dan efektif untuk mengecek apakah padi sudah benar-benar kering atau belum yaitu dengan menggigitnya sampai patah.
Setelah kering barulah padi siap dikupas kulitnya di tempat penggilingan/heleran padi hingga bersih dan beras siap dimasak menjadi nasi oleh petani, atau dijual ke pasar/diedarkan ke toko-toko hingga sampailah di piring kita hari ini.
Refleksi
Perjalanan penanaman dan perawatan padi dari lumpur hingga ke piring kita sekarang sangatlah panjang. Semoga kita selalu dapat bersyukur karena mendapat kemudahan makan, tanpa harus bersusah payah menanam padi.
Jangan lupa senantiasa mengapresiasi jasa para petani yang bekerja di sawah dengan sistem tradisional dengan membeli hasil tanamnya sebelum memilih beras import.
Mari sejahterakan para petani lokal kita agar mereka lebih bahagia.
Semoga bermanfaat.
