Warga Bersemangat Bekerja dengan Berbekal Pancasila (Sumber: Dokumen Pribadi)
Pancasila hadir di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Indragiri. Sebelumnya, penduduk Dusun Cilimus juga melakukan langkah serupa dalam upaya pemeliharaan fasilitas umum. Tak berselang lama, keberadaan Pancasila diperlihatkan kembali oleh warga Dusun Jotang dalam kegiatan perbaikan jalan rusak.
Pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2026, warga Dusun Jotang Desa Indragiri Kecamatan Panawangan. Menggelar kegiatan gotong royong, memperbaiki jalan yang rusak. Momen ini melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Dusun Jotang, hal ini mencerminkan bahwa Pancasila hadir, dekat dan lekat dengan masyarakat.
Semangat Gotong Royong
Saat jaman mulai berubah, keadaan seakan semakin tidak berpihak terhadap masyarakat desa. Tetapi dengan kokohnya masyarakat Desa Indragiri berdiri kokoh dan tampil dengan membawa Pancasila. Saat terjadi pemotongan dan pemangkasan anggaran di daerah, maka keadaan ini memaksa masyarakat agar lebih inovatif untuk kemajuan daerah.

Meski gaji dan penghasilan mereka tak seberapa, namun dengan bergotong-royong semua hal yang tidak mungkin menjadi menjadi terealisasi. Kehidupan gotong royong, toleransi, dan tingkat kepekaan sosial yang tinggi membuat kehidupan di kampung menjadi terlihat sangat ringan. Meskipun dalam kenyataannya, masyarakat tengah menjerit dengan keadaan dan situasi ekonomi masa kini.
Namun masyarakat Dusun Jotang memperlihatkan keteguhan mereka sebagai masyarakat. Mereka mengumpulkan pundi rupiah dan mengakumulasikannya di ketua RT setempat. Lalu ketua RT dan RW melakukan pelaporan kepada kepala dusun.

Kepala dusun memiliki tim tersendiri yang mengelola kegiatan, mengorganisir jalannya pekerjaan, dan juga mengelola uang dari masyarakat secara maksimal. Akumulasi uang sumbangan masyarakat digunakan untuk membeli material bahan bangunan seperti semen dan pasir. Langkah ini bukan tanpa alasan, bermula atas kekhawatiran warga yang melihat kenyataan bahwa akses-akses vital yang menghubungkan Dusun Jotang dengan dusun lain mengalami kerusakan.
Kerusakan Fasilitas Umum
Penghubung antar dusun di Desa Indragiri memang banyak yang telah rusak. Apalagi jalan yang mengalami kerusakan parah adalah beberapa akses utama yang menghubungkan warga menuju ke tempat-tempat yang sangat penting. Seperti akses terhadap fasilitas kesehatan, ke pasar, dan ke sekolah.
Kerusakan ini menjadi pertimbangan yang sangat serius di mata kepala dusun. Mengingat jalan yang rusak ini sangat beresiko bagi pengendara. Jalanan rusak ini bisa menimbulkan kecelakaan secara individu atau bahkan menimbulkan kecelakaan beruntun.
Karena jika dilihat berdasarkan kontur jalan dan topografi daerah, tentunya kerusakan ini sangat beresiko. Desa Indragiri tidak lahir dari tanah yang lapang, kebanyakan jalan di Desa Indragiri adalah jalanan menanjak dan banyak belokan tajam. Bahkan dalam kondisi ekstrem banyak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh belum mahirnya para pengendara dalam mengenali medan yang ada di Desa Indragiri.
Bahu jalan yang terbatas, menjadi alasan beberapa orang harus berhati-hati ketika berkendara di di jalanan desa. Karena jika sedang berpapasan dengan pengendara lain, maka seseorang harus banyak mempertimbangkan. Apakah pengendara tetap melaju atau berhenti dan mengalah, membiarkan pengendara lain menggunakan badan jalan terlebih dahulu.
Hal yang terjadi di Jotang adalah rusaknya jalan dengan tingkat keparahan yang sudah mulai mengkhawatirkan. Masyarakat akhirnya berembuk melalui delegasi ketua RT dan mereka menyetujui penggalangan dana dan memperbaiki fasilitas umun secara swadaya. Masyarakat pun setuju jika pekerjaan dilakukan secara gotong royong saja.

Demi keamanan dan kenyamanan para pengendara, serta seluruh masyarakat yang akan menggunakan jalan di Desa Indragiri. Masyarakat Jotang kompak melaksanakan penggalangan dana dan bergotong royong. Diharapkan setelah pengerjaan selesai, akses menuju fasilitas vital dan bergulirnya ekonomi kembali normal bahkan membaik.
Masyarakat tidak lagi dihantui rasa khawatir, bahwa di jalan akan terjadi sesuatu karena kerusakan jalan yang parah. Momen menarik juga terjadi ketika masyarakat berkumpul untuk mengerjakan pekerjaan gotong royong ini, sekumpulan ibu-ibu dari setiap RT menyengaja mempersiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja yang turun ke lapangan. Hal ini menjadi sangat indah dan hangat, serta memperlihatkan bahwa kebersamaan Pancasila dan gotong royong masih sangat dekat dan melekat di hati masyarakat.
Kehadiran Pancasila di Tengah Masyarakat
Pancasila masih dijunjung tinggi di kalangan masyarakat, bahkan daerah pelosok sekalipun. Indragiri jauh dari Ibu kota, tak terlihat dan bahkan jarang terdengar. Namun jauh di lubuk hati masyarakat, yang pendidikannya tumbuh dari balik bilik-bilik rumah sederhana, tumbuh Pancasila yang menyebar dan mengakar.
Pancasila di Dusun Jotang berawal dari beranda rumah tetangga yang hangat, dari pematang sawah yang sejuk dan dari sapaan sepenuh hati orang-orang yang melintas. Masyarakat memeluk Pancasila sebagai dasar hidup bernegara. Meski sederhana, di sudut-sudut desa masih banyak genggaman tangan yang sepenuh jiwa mengepalkan tangan untuk menjunjung tinggi Pancasila.
