Gor Desa Indragiri terlihat lebih ramai dari biasanya. Banyak kaum perempuan yang berduyun-duyun masuk ke gedung itu. Ternyata, Kader PKK Desa Indragiri sedang melaksanakan pelatihan membuat hantaran pernikahan.
Pernikahan adalah hal yang sakral. Semua hal yang menjadi penunjangnya pun harus disiapkan dengan matang. Selain waktu dan materi, hal-hal kecil seperti mempersiapkan benda-benda yang akan mendukung jalannya acara juga harus dipersiapkan dengan teliti dan sesempurna mungkin.
Salah satu benda pendukung dalam acara pernikahan adalah seserahan, atau banyak yang menyebutnya hantaran. Barang persembahan dari pihak laki laki untuk mempelai perempuan. Biasanya, terdiri dari pakaian wanita, kosmetik, sabun mandi, juga keperluan dasar kehidupan setelah menikah nanti.
Biasanya mas kawin juga teriring dalam benda-benda yang dibawa oleh pihak keluarga laki-laki itu. Namun, dibalik kemeriahan acara pernikahan, ada kerja keras para pengrajin hantaran yang membuat benda-benda yang dibawa keluarga menjadi lebih cantik, rapi, dan tampak lebih bernilai. Makin maraknya pernikahan yang dibuat pesta, maka tinggi pula permintaan menghias hantaran, baik secara kreatifitas merangkai benda, atau menghias bakinya semenarik mungkin.
Hal ini menarik perhatian pihak PKK Desa Indragiri, dan melihat peluang dunia kreatif di dalamnya. Karena skill ini bisa dijual dan masih relevan dengan zaman. Maka, kader PKK dan Posyandu Desa Indragiri menggelar satu acara untuk meningkatkan keterampilan kader PKK di desa untuk lebih kreatif memiliki kemampuan tambahan untuk bekal hidup dan suatu saat nanti mampu menjadi program pemberdayaan perempuan.
Pada hari Kamis, tepatnya tanggal 24 April 2025 PKK dan kader Posyandu Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan. Menggelar pelatihan menghias baki hantaran. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kemampuan, edukasi, dan bekal keterampilan bagi ibu-ibu kader PKK di desa, sebagai cikal bakal kemandirian perempuan.
Nantinya, mereka bisa membagikannya di lingkungan masing-masing dan berpeluang menjadikannya ladang rupiah suatu hari nanti. Diharapkan kader PKK mampu menggunakan kreativitas dan ilmunya ini melalui karya. Peserta kegiatan dalam acara ini terdiri dari ibu-ibu kader dari setiap kampung di Desa Indragiri.
Selain sebagai kemampuan pribadi, suatu saat mereka akan menularkan semangat dan kemampuan yang mereka miliki pada perempuan lain di daerah. Dalam pelaksanaannya, narasumber kegiatan kali ini adalah Bu Nersih, seorang pelaku usaha yang masih berasal dari Desa Indragiri. Dia menggeluti usaha di bidang rias pengantin. Bu Nersih melayani rias pengantin, dan melayani pemesanan kue pengantin juga hias hantaran untuk kebutuhan pernikahan.
Dalam presentasinya, Bu Nersih Mengungkapkan, bahwa dia pernah menjalani kursus dan menerapkan dalam usaha yang ia geluti sejak lama. Khusus pada hari itu, setiap kampung duduk beregu dan terdiri dari 5 sampai 6 orang. Setiap individu dibagi tugas untuk membawa alat-alat yang diperlukan untuk praktek hari itu.
Masing-masing dari mereka ada yang membawa celana dalam wanita yang baru dibeli, handuk, selimut, alat shalat, dan pakaian wanita. Namun, prakteknya saat itu hanya mencontohkan pembuatan hewan katak dan kelinci yang dibuat dari celana dalam, dan jarik yang dibentuk seperti merak. Diakui oleh Bu Nersih sebagai narasumber, kemampuan yang ia presentasikan adalah buah dari kemauan yang mengikuti banyak pelatihan-pelatihan di zaman dahulu, karena ia menyadari bahwa kemampuan membuat hiasan semacam ini akan berkembang seiring waktu.

Seiring berkembangnya zaman, sebenarnya ia menyarankan kalau memang lebih penasaran dan mencari ide kreatif dan lebih banyak variasi pembuatan bentuk-bentuknya, atau wadah-wadah yang lebih cantik, kita bisa lihat di internet. Tapi menurutnya, dengan praktek seperti ini orang menangkap lebih baik dan bisa bertanya langsung saat praktek jikalau ia melakukan kesalahan. Bukan hanya kita menguasai dasarnya saja, namun kita harus memiliki konsep yang lekat juga ciri yang khas jika ingin dijual.
Karena cara orang sekarang lebih kreatif dalam promosi, termasuk di dunia usaha baki hantaran ini. Mereka yang lebih banyak ide, membuat bentuk yang lebih unik, atau menghias baki hantaran dengan banyak ornamen juga sekarang sedang booming. Jadi, memang di internet sudah banyak ragamnya, tapi jika dipraktekkan di hadapan orang yang telah melaksanakan kursus menurutnya akan lebih efektif, karena benar-benar diajari dari dasarnya.
Ibu-ibu ini diajari pelajaran dasar, cara melipat, merangkai, dan memasang benda yang telah dibuat ke bagian hantaran. Mereka diajari melipat, merekatkan, membentuk dengan jarum dan lain sebagainya. Bagian lainnya adalah cara membuat merak dari jarik, bahan dasarnya adalah jarik dan kertas dilipat.
Hari itu kader dibekali dasar-dasar pembuatan hantaran, lalu setelah setiap kampung diharuskan untuk membuat dua bentuk itu, lantas dinilai oleh pihak pemerintah desa sebagai juru nilai. Keluarlah Dusun Cilimus sebagai pemenang dengan pembentukan merak paling rapi dan paling baik. Kedepannya, Nersih mengharapkan ibu-ibu lebih mahir dan ingin belajar lebih giat lagi.
Harapan para ibu peserta juga demikian, dengan mengadakan pelatihan lebih mengadakan lebih sering dan lama maka kemampuan ini bisa lebih baik dan mampu mengundang pundi-pundi rupiah. Setelah selesai, setiap kampung membersihkan tempat praktek masing-masing dan membawa hasil karya masing-masing ke lima kampung yang berbeda.
