Pasar Ramadan Panawangan (Sumber : Dokumen Pribadi)
Selama bulan Ramadan ada suasana yang berbeda di Pasar Panawangan. Hadirnya Pasar Ramadan menjadi angin segar bagi warga Panawangan. Selain menjadi tempat berburu kuliner, tempat ini juga bisa menjadi spot ngabuburit baru bagi teman-teman yang berpuasa, untuk menghabiskan waktu.
Aku dan keluarga berangkat ke Panawangan untuk membeli keperluan anak kami yang masih balita. Sabun anak kami habis, dan kami cukup sulit menemukan produk khusus bayi di kampung. Jadi, beberapa kebutuhan mengharuskan kami pergi ke pasar.
Sore itu aku mengajak suami untuk beli sabun dan membeli beberapa kebutuhan rumah yang sudah habis. Menurut perhitungan zaman dulu, katanya dari kampung menuju Panawangan itu ada sekitar 5 KM. Kurang lebih sejauh itu pula kami menempuh perjalanan, untuk mengakses pusat pemerintahan dan perdagangan.

Suamiku membeli bensin sementara aku dan anak masuk ke toko grosir dan membeli beberapa keperluan rumah, seperti sabun, pasta gigi, dan karbol pembersih lantai. Selagi aku mengantre di kasir, suamiku menelepon dan bilang kalau dia nunggu di tempat parkir. Setelah menyelesaikan transaksi, lantas aku berniat mencari suamiku.
Setelah aku keluar dari toko, ternyata suamiku parkir di seberang jalan. Untuk berkomunikasi, aku harus menelponnya karena suara kendaraan dan hiruk-pikuk orang-orang cukup bising. Nampaknya suaraku tidak terlalu terdengar ke seberang jalan.
“Sebelum pulang, lihat-lihat dulu, barangkali ada yang mau kamu beli,” Pungkas suamiku dari ujung telpon. Lalu aku berjalan ke arah selatan pasar. Benar saja, di sana banyak sekali orang berjualan menu takjil, buah-buahan, kurma, lauk untuk makan, dan bahan makanan.

Pokoknya semua makanan ada di sini. Rasanya selama aku 25 tahun hidup di Panawangan, baru kali ini ada Pasar Ramadan yang lumayan ramainya seperti ini. Karena beberapa tahun terakhir ini, orang-orang lebih memilih berburu takjil ke daerah Majalengka yang katanya lebih ramai di sana, dan lebih opsi jajanannya.
Tapi sekarang, Panawangan juga tak kalah ramai, di sini kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Selain banyak pilihan, di sini juga jajanannya murah-murah. Kalau aku, berhubung di rumah yang puasanya cuma berdua, jadi tidak terlalu banyak yang kami beli.
Sebagai pembelajaran saja di hari-hari sebelumnya, banyak makanan yang dibeli lalu terbuang begitu saja. Akhirnya aku membeli batagor satu porsi Rp5.000 dan bakso pentol Rp10.000. Cukup untuk cemilan berdua setelah berbuka nanti.
Sesudah menyelesaikan transaksi, aku memutuskan untuk mengajak suamiku pulang saja, karena cuaca juga kurang mendukung. Apalagi anak kami yang masih balita kasihan kalau diajak perjalanan melalui hujan. Lain waktu, kami akan pergi lagi ke sini untuk menyengaja berburu kuliner, dengan waktu berangkat lebih awal.

Pasar Ramadan Panawangan layak direkomendasikan, untuk kamu yang mau menghabiskan waktu bersama keluarga, atau sekadar wisata kuliner. Di sana banyak jajaran murah dan enak, buka setiap sore. Teman-teman penjual, menjajakan dan mempersiapkan dari sebelum Ashar, jadi harus berangkat lebih awal biar nggak kehabisan.
Lokasinya yang strategis dan lahan parkir yang luas jadi pendukung ramainya Pasar Ramadhan Panawangan ini.
