Pak Yuyu Sedang Memantau Hewan Ternaknya
Penggembala itu bernama Pak Yuyu, ia tengah menjemur dan membiarkan hewan ternaknya mencari rumput segar di pinggir sawah. Pak Yuyu tidak sendiri, ia ditemani putri kecilnya yang kecerdasan menggembalanya sudah mahir seperti ayahnya. Tengah hari itu, Pak Yuyu memutuskan untuk mencukur bulu dan menjemur kambing kesayangannya itu.
Kehidupan di desa akhir-akhir ini sangat sibuk, waktu dimana para petani melakukan panen dan menjemur padi. Mereka menjemurnya di halaman rumah, di sawah, atau di pinggir jalan. Ramai orang dibuatnya, berlalu-lalang pergi ke hutan dan ke sawah melakukan banyak aktivitas.
Musim panen, adalah perayaan yang kita tunggu-tunggu. Sebagai petani, menjadi penanam padi adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan memiliki nilai tersendiri. Bagaimana tidak? Di tengah label Indonesia sebagai negara agraris, betapa masih berkekurangannya kita.
Pun sebagai petani, ada kalanya dari musim satu ke musim yang lainnya beras dan padi habis tak tersisa, mau tak mau kita harus membelinya juga. Ya, kita sebagai petani menggunakan beras hasil bertani untuk bekal menjalani kehidupan selanjutnya, bukan dijual kembali. Menjadi petani adalah ibadah, karena jauh didalamnya terdapat lapangan ikhlas, optimistis, dan lautan doa yang luas.
Sebab menjadi petani berarti bersiap menjadi orang yang paling dekat dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lain. Butuh cinta, pengabdian, dan doa. Karena seberapapun usaha yang kita tumpahkan dan usahakan, tetap Tuhanlah yang maha menghidupkan dan memberi rezeki.
Sekeras apapun kita bekerja, jika hasil panen tidak sesuai dengan apa yang ditargetkan, hanya pasrah yang bisa lakukan. Namun bukan berarti pasrah dengan usaha yang tidak maksimal, menjadi petani mesti berasal dari manusia tangguh, dan disiplin. Tidak boleh malas, jika hasilnya ingin lebih baik dari apa yang didoakan.
Bukan hanya soal tanaman, jiwa ikhlas dan optimis juga dimiliki oleh petani yang memiliki hewan ternak. Seperti kemarin sore, terlihat ada petani yang memutuskan untuk menggembala hewan setelah ia menyelesaikan panen padinya. Menggembala adalah pekerjaan seseorang yang tugasnya memelihara dan menjaga hewan ternak untuk dibawa ke tempat yang lebih baik untuk mencari makan.
Penggembala itu bernama Pak Yuyu, ia mengerjakan banyak pekerjaan setelah bertani, salah satunya adalah beternak. Pak Yuyu memutuskan untuk membawa dua hewan ternaknya menuju pinggir kolam yang tak jauh dari sawah. Agenda hari ini, adalah mencukur bulu kambing dan memandikannya di pinggir kali.

Karena cuaca sedang bagus-bagusnya, ia memutuskan untuk menjemur dan membiarkan kambing-kambingnya makan di sekitar sawah. Pak Yuyu bersama anaknya, penuh kasih sayang menggembala kambing miliknya. Menurutnya, ada empat anak kambing yang ia punya, tapi untuk sekarang yang dicukur rambutnya hanya dua ekor saja.
Pak Yuyu disapa oleh warga lain, juga menyapa dengan sengaja orang-orang yang melintas dan lalu lalang menuju pematang masing-masing. Pak Yuyu juga membiarkan mereka berinteraksi dengan hewan ternaknya. Pak Yuyu adalah pribadi sederhana dan tak banyak bicara, Pak Yuyu bercengkrama dengan dua orang warga sambil mengawasi kambing miliknya.
Hewan ternaknya harus tetap diawasi, takut ia memakan yang bukan rumput, atau bisa jadi memakan sesuatu yang sengaja ditanam. Pak Yuyu membiarkan kambingnya makan rumput, cuaca hari itu sangat cerah dan cocok untuk dipakai menjemur kambing yang telah dimandikan. Ia berharap kambingnya gemuk dan sehat agar bisa dijual suatu saat nanti, sebab ia sudah dengan telaten memelihara, mencukur bulunya, memandikan dan memberinya pakan dengan rutin.
Tak lama kemudian hujan besar mendera tanpa disangka, ditengah matahari yang menyengat, hujan besar datang begitu saja. Pak Yuyu kerepotan mendorong dan menyeret anak kambing untuk segera naik dan masuk kandang. Harapannya tentu saja agar tidak lebih basah dari sebelumnya, tujuannya dijemur adalah mencegah kulit kambing basah dan merasa tidak nyaman atas perubahan suhu tubuhnya.
Ketika hujan dan tidak segera masuk kandang, maka kambing akan merasa kedinginan. Pak Yuyu dibantu putri kecilnya, Ratna. Mereka dengan tenang membawa kambing itu ke kandang, lalu melanjutkan memberi pakannya di kandang saja.

Pak Yuyu kembali ke rumah dan untuk membersihkan diri setelah menggembala. Dari cerita ini, orang lain bisa belajar atas kesederhanaan hidup Pak Yuyu. Patutnya kita belajar darinya untuk memiliki jiwa yang optimis, percaya pada Tuhan yang mengendalikan kehidupan, juga tentang kekuatan doa yang ia panjatkan di setiap kegiatannya saat menggembala.
Bekerja dengan memelihara makhluk hidup tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan cinta dan keikhlasan hati yang luas. Tanaman akan memberikan hasil yang maksimal jika usaha kita maksimal juga, begitupun hewan ternak, ia akan sehat dan tumbuh baik jika diiringi dengan kasih dan sayang, juga tentunya diiringi doa pula.
Kehidupan terus berjalan, ada banyak tantangan dan ujian dalam hidup, namun pembelajaran rasa syukur dan ikhlas itu bisa kita jumpai dari mana saja.
