Ilustrasi gambar: sara Kurverb/Unsplash
Setiap kenanagan pasti akan sangat berharga. Apalagi jika dilalui dengan orang-orang tercinta. Kali ini, saya pun memiliki video kenangan yang beberapa tahun sudah berlalu. Kejadian masa kecil putra tercinta yang terjadi pada 2020 llau. Karena itu, saya mencoba mengabadikannya, agar tidak terhapis begitu saja.
Video ini adalah video lama. Yang kuambil dari arsip lama androidku. Video ini diambil tanggal 3 Agustus 2020. Berarti anakku sedang berusia 8 tahun kala itu. Dua kali ganti android, video ini tidak pernah terhapus dengan alasan, saya ingin sekali mengabadikan setiap detik berharga kebersamaanku dengan anak jagoan yang bisa kubilang sangat luar biasa ini.
Kenapa saya katakan dia luar biasa? Sebab sejak kecil ia telah menjadi pemberani, menjadi pengawal saat saya mengalami fase-fase sulit dalam hidup. Berjuang bersama, dan menjadi alasan mengapa saya bisa bertahan. Sampai akhirnya… alhamdulillah hidup kami sudah jauh lebih baik saat ini.
Siapapun itu, setiap ibu pasti akan selalu membanggakan anak-anaknya bukan? Anggap saja saya pun begitu sekarang.
Video ini dibuat agar nanti jika anak jagoan saya menemukan dan menontonnya, setidaknya paham, bahwa saya teramat mencintainya melebihi apa yang sering saya katakan. Melebihi apa yang sering saya tunjukkan dalam bentuk yang kadang jauh dari kata sempurna.
Intinya. Saya sangat bersyukur karena Allah telah menghadirkannya ke dunia, untuk menjadi teman hidup dan menjadi permata hati saya hingga kapanpun.
Hari itu, kami sedang pulang kampung dan berkunjung ke rumah adik saya yang ada di dusun Cilimus Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis.
Tempat yang sangat indah, masih kaya dengan keindahan alamnya. Adik saya sendiri adalah seorang perempuan hebat yang bisa segala hal. Selain sibuk sebagai ibu kader di desa, sebagai guru Paud, ia juga masih menyempatkan untuk mengurus lahan sawah dan ladang milik keluarga.
Hm, Kami yang datang dari Bandung, rasanya senang sekali bisa ketemu suasana desa lagi. Sesuatu yang memang sudah jarang ditemui di tempat tinggal kami saat itu. Makanya, Pagi itu saya ngajak anak untuk main ke sawah.
Sawahnya lumayan jauh dari rumah, jadi kami jalan kaki cukup lama. Lewat pematang sawah, panas-panasan, dan jalannya tentu saja adalah jalan setapak yang hanya cukup dilalui satu orang.
Saya memang sengaja mengajaknya agar dia lebih mengenal alam. Dan… agar fisik dia lebih kuat. Tidak lupa, sebelum berangkat kami meminjam baju untuk pergi ke sawah karena memang bekal baju kami terbatas.
Perjalanan ke sawah sangat berkesan meski memang video ini mungkin tidak mewakili semua itu karena hanya ini yang bisa terekam.
Di sawah kami mengambil sebatang tebu. Dan kali itu anak saya pertama kalinya tahu tumbuhan tebu dan mengerti bahwa batang bisa dimakan.
Saya sangat berterima kasih pada kedua adik saya Herna dan Nida juga keponakan saya Arista yang saat itu menemani kami jalan-jalan ke sawah. Sehat selalu ya kalian…
Saya yakin pengalaman ini akan jauh lebi berharga untuk anak saya. Bagaimana perasaannya? Biar nanti saya tanyakan langsung padanya.
Sekian video bercerita ini, terima kasih karena sudah menontonnya.
