Menikmati Kuliner Lesehan bersama keluarga Jogja
Pergi bersama rombongan SMP Telkom menuju Jogja tentu menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Selain bisa mengunjungi sejumlah objek wisata yang sudah masuk dalam agenda perjalanan, ada satu hal lain yang membuat perjalanan kali ini terasa lebih istimewa: kami memiliki saudara yang tinggal di Jogja.
Bukan hanya satu, tetapi tiga orang. Mereka adalah kakak-kakak suami yang sudah cukup lama menetap di Jogja. Karena jarak yang memisahkan, pertemuan dengan mereka pun tidak bisa dilakukan sesering yang kami inginkan. Biasanya kami hanya bisa bertemu ketika mudik, itu pun mungkin setahun sekali atau bahkan dua tahun sekali, terutama saat Lebaran.
Karena itu, ketika kesempatan bertemu terbuka di sela-sela perjalanan karya wisata ini, rasanya sayang sekali kalau dilewatkan.
Mencuri Waktu di Tengah Padatnya Agenda
Perjalanan bersama rombongan tentu memiliki jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak travel dan panitia. Kami harus mengikuti rangkaian kegiatan sesuai waktu yang telah disepakati.
Namun, ada sedikit waktu luang ketika rombongan berada di kawasan Malioboro.
Waktu yang sebenarnya tidak terlalu panjang itu akhirnya menjadi kesempatan bagi kami untuk bertemu dengan saudara.
Teh Erma bersama suami, serta A Eru dan keluarganya, datang menyambangi kami di Malioboro. Rasanya seperti mendapatkan bonus perjalanan. Di tengah suasana Jogja yang ramai, kami bisa kembali duduk bersama, berbincang, dan melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.
Pertemuan itu sempat diwarnai drama kecil. Mencari satu sama lain di kawasan Malioboro pada malam Minggu ternyata bukan perkara mudah. Jalanan dipenuhi pengunjung, sementara saudara kami juga mengalami kesulitan mencari tempat parkir. Kami sempat saling mencari dan berkomunikasi melalui telepon sebelum akhirnya bisa bertemu.
Begitu bertemu, rasa lelah dan repotnya mencari tempat seolah langsung terbayar.
Dari Malioboro Berlanjut ke Lesehan Gudeg
Belum puas mengobrol, A Eru, kakak suami, mengajak kami makan bersama di sebuah lesehan gudeg yang lokasinya sedikit menjauh dari kawasan Malioboro.
Ajakan sederhana itu justru menjadi pengalaman yang paling berkesan.
Kami kemudian menuju lesehan gudeg bersama-sama. Makan malam sambil bercengkerama dengan keluarga terasa jauh lebih istimewa dibanding sekadar menyantap makanan di tempat yang terkenal.
Di sinilah saya merasa bahwa perjalanan tidak selalu tentang seberapa banyak tempat wisata yang berhasil dikunjungi. Kadang, sebuah perjalanan menjadi lebih bermakna karena siapa yang kita temui di sepanjang jalan.
Kunjungan ke Jogja kali ini pun akhirnya memiliki satu destinasi tambahan: makan lesehan gudeg bersama keluarga.
Bahkan setelah makan, kami masih sempat berkeliling Jogja menggunakan mobil Wa Eru. Waktu yang awalnya hanya menjadi jeda singkat di tengah agenda rombongan berubah menjadi perjalanan kecil yang menyenangkan.
Punya Saudara di Jogja, Sebuah Kebahagiaan
Memiliki saudara yang tinggal jauh dari kampung halaman memang memberikan kebahagiaan tersendiri. Bukan soal seberapa sering bertemu, tetapi tentang rasa memiliki keluarga yang tetap terjaga meskipun jarak memisahkan.
Kadang kami hanya bisa bertukar kabar melalui telepon atau pesan singkat. Pertemuan secara langsung mungkin baru terjadi ketika ada kesempatan mudik. Karena itulah, pertemuan tak terduga di tengah perjalanan seperti ini terasa begitu berharga.
Saya bersyukur, perjalanan karya wisata sekaligus family gathering bersama rombongan SMP Telkom Bandung, tempat suami bekerja, ternyata memberikan kesempatan kepada kami untuk bersilaturahmi dengan keluarga di Jogja.
Jadwal perjalanan yang sudah tersusun ternyata masih menyisakan ruang untuk sebuah pertemuan keluarga. Bagi saya, itulah salah satu kejutan manis dalam perjalanan kali ini.

Pulang Membawa Oleh-Oleh dan Cerita
Pertemuan kami di Jogja tidak berhenti pada makan bersama dan berkeliling kota.
Kami juga pulang membawa oleh-oleh tambahan dari keluarga di sana. Tentu saja, sebelumnya kami sudah membeli oleh-oleh sendiri dari toko oleh-oleh khas Jogja. Namun, oleh-oleh yang diberikan saudara tentu memiliki rasa yang berbeda.
Bukan sekadar barang atau makanan yang dibawa pulang, melainkan ada perhatian dan kasih sayang keluarga di dalamnya.
Terima kasih, Teh Erma, A Eru dan keluarga, sudah menyempatkan waktu datang menemui kami di tengah padatnya aktivitas.
Semoga semuanya selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kesempatan untuk kembali berkumpul dalam suasana yang lebih santai.
Ternyata benar, punya saudara di sebuah kota yang jauh membuat perjalanan ke kota itu terasa seperti pulang ke rumah.
Kali ini, Jogja bukan hanya tentang Malioboro, gudeg, atau objek wisata lainnya. Jogja juga tentang keluarga yang diam-diam membuat perjalanan kami menjadi jauh lebih istimewa.
