Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan reuni dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Alumni Angkatan XV Pondok Pesantren Mathla’ul Huda pada Sabtu, 7 Maret 2026. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu setelah sekian lama berpisah, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi dan mempererat kembali nilai-nilai kebersamaan yang dahulu mereka pelajari di pesantren.

(Sumber: Koleksi alumni XV Pesantren Mathla’ul Huda)
Acara yang berlangsung dalam nuansa Ramadan tersebut diisi dengan kegiatan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Para alumni dengan penuh keikhlasan menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk berbagi kebahagiaan dengan para dhuafa, sehingga kehangatan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial yang ditanamkan di pesantren tetap hidup dalam diri para alumni, meskipun kini mereka telah menempuh jalan hidup masing-masing. Sebagian dari mereka telah bekerja di berbagai bidang dan membangun kehidupan keluarga. Mereka mungkin bukan pejabat atau tokoh besar, namun mereka telah menunjukkan kemapanan dalam arti yang lebih dalam: kemapanan hati untuk tetap peduli kepada sesama.

(Sumber: Koleksi alumni XV Pesantren Mathla’ul Huda)
Sebelum acara buka bersama tersebut, pada Jumat, 6 Maret 2026, para alumni lebih dahulu melakukan kegiatan silaturahmi dengan mengunjungi para ustadz dan ustadzah yang dahulu mengajar dan membimbing mereka di pesantren. Kunjungan itu menjadi wujud rasa hormat dan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan ilmu serta membentuk karakter mereka selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Mathla’ul Huda.
Dalam kunjungan tersebut, para alumni juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan beberapa guru mereka yang pernah membersamai perjalanan belajar mereka. Pertemuan itu menjadi momen penuh haru, ketika para murid yang dahulu belajar di ruang-ruang sederhana pesantren kini telah tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.
Bagi para guru, pertemuan seperti ini adalah kebahagiaan tersendiri. Melihat murid-murid yang dahulu dibimbing kini tetap menjaga silaturahmi, menghormati para guru, serta tidak melupakan kepedulian kepada sesama merupakan kebanggaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kegiatan berbagi yang dilakukan oleh Alumni Angkatan XV ini juga sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya memberi manfaat kepada orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Apa yang dilakukan para alumni ini mungkin tampak sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu tersimpan makna yang besar: bahwa nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan di pesantren tetap hidup dan tumbuh dalam perjalanan kehidupan mereka.
Pertemuan ini bukan sekadar reuni, melainkan juga menjadi pengingat bahwa ikatan antara santri, guru, dan pesantren tidak pernah benar-benar terputus oleh waktu.
Sebagai seorang guru yang pernah mengajar mereka, rasa bangga dan haru tentu tidak dapat disembunyikan. Melihat murid-murid yang dahulu dibimbing kini tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tetap menjaga akhlak dan kepedulian sosial adalah kebahagiaan tersendiri.

(Sumber: Koleksi alumni XV Pesantren Mathla’ul Huda)
Semoga kebersamaan ini terus terjaga, dan semoga para Alumni Angkatan XV Pondok Pesantren Mathla’ul Huda senantiasa diberikan kelapangan rezeki, keberkahan hidup, serta kemampuan untuk terus menebar manfaat bagi sesama.
“Seorang guru tidak selalu menunggu muridnya menjadi orang besar. Cukuplah ia melihat murid-muridnya tumbuh menjadi manusia yang baik—yang masih ingat kepada gurunya, masih menjaga adabnya, dan masih menyisihkan rezekinya untuk mereka yang membutuhkan. Di situlah ilmu menemukan kemuliaannya, dan di situlah kebahagiaan seorang guru menjadi sempurna.”
