Pertandingan Tandang PSGC Ciamis (Sumber: Dokumen Pribadi/Rosidin)
Seberapa kental darah PSGC di dalam dirimu? Seberapa dekat kehidupanmu dengan sepak bola lokal daerah? Sejauh mana pemahaman tentang kegemaran fanatik, dan macam-macam penggemar bola.
Menonton sepak bola adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan oleh semua orang di dunia ini. Namun untuk benar-benar menggemarinya, mungkin hanya beberapa orang saja yang betul-betul serius. Sebut saja Persib Bandung, banyak orang yang mengelu elukan karena prestasinya yang sudah tak bisa diragukan lagi.
Namun, berapa banyak orang yang benar-benar mengerti Persib Bandung?
Mungkin banyak juga penggemar seperti saya, yang hanya mengetahui sekelebat fakta tentang Persib. Tahu mereka hari ini tanpa ingin tahu akar dan sejarah klub ini terbangun. Jatuh bangunnya Persib seperti apa, atau proses meraih kejayaannya seperti apa pasti dengan proses yang kompleks.
Bukan hanya penggemar klub sepak bola lokal, saya juga pernah menemui beberapa orang yang sangat fanatik hingga mereka memiliki komunitas penggemar tersendiri. Saat duduk di bangku SMK saya baru mengetahui, bahwa ada komunitas penggemar Juventus di Indonesia. Mereka, sering menggelar pertemuan, seperti bertanding futsal atau sekadar nongkrong.
Saya menemui banyak orang yang menggemari betul sepak bola, mulai dari kancah nasional sampai internasional. Meski jarang yang membahas klub lokal, tapi lingkungan saya turut terbangun oleh mereka yang memiliki kecintaan terhadap pesepakbolaan lokal. Dari mereka, saya sedikit tahu soal klub kabupaten Ciamis bernama PSGC.

PSGC yang sekarang naik ke liga 2 menjadi perbincangan hangat di daerah. Disamping menjadi club kebanggaan yang semakin dielu elukan, PSGC juga menjadi pembicaraan karena resmi menjadi tim satelit Persib. Bagaimana detail teknisnya menjadi tim satelit Persib ini saya kurang memahami.
Namun, melalui jejak yang saya lihat dari seseorang yang lumayan berpengaruh dalam ingatan saya. Awalnya PSGC adalah tim lokal yang tak mudah berkembang. Sedikit alot dalam segi dukungan masyarakat, juga soal finansial yang seringkali diperbincangkan.
Jejak dan cerita itu saya dapat dari Kang Asep Irfan, Kang Irfan ini nampaknya tak pernah absen dalam keterlibatan dirinya untuk mendukung PSGC. Terlihat dalam beberapa momen yang sering ia bagikan di sosial media, tak ragu ia sering membagikan jadwal pertandingan atau menunjukan bahwa ia sedang di stadion bersama sang istri menonton PSGC. Hal itu sering terjadi, jauh sebelum PSGC disambut masyarakat se-euforia dan seheboh sekarang.
Kang Irfan menjadi penggemar dan mengkampanyekan klub lokal ini sejak saya tahu dirinya dewasa. Sebab ia adalah teman masa kecil saya, setelah dewasa dan menikah saya perhatikan, ia betul-betul menemani bagaimana PSGC berkembang.
Saya melihat bagaimana PSGC (Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis) hari ini, secara pribadi ikut bangga. Sekarang, banyak orang yang sangat mendukung dan memberikan apresiasi lebih pada PSGC. Saya yang mengenal Kang Asep, cukup terharu melihat antusiasme dan gelombang masyarakat Ciamis sekarang.
Saya melihat betul bagaimana loyalitasnya ia terhadap klub lokal ini. Bukan main, ia membentangkan kain syal PSGC di hari Kang Irfan menikah. Bahkan disaat itu orang lain bisa jadi tidak melihat, dan belum melirik PSGC sebagai klub yang patut dibanggakan.

Di momen lain, saya juga memiliki teman di luar kota yang memiliki semangat lokal yang sama, Rosidin ia biasa disapa. Mungkin tidak terlihat se-fanatik Kang Asep Irfan, namun saat Rosidin bekerja di luar kota dan PSGC sedang melakukan pertandingan luar daerah, ia pun menonton dan mendukung secara langsung. Ia mengaku menyempatkan untuk menonton klub kesayangan dari kabupaten tercintanya.

Saya adalah seseorang yang tidak terlalu memperhatikan sepak bola lokal, hanya beberapa kali pernah menonton PSGC di salah satu televisi swasta. Saya tidak terlalu tahu, siapa saja pemain dan pelatihnya hari ini. Saya hanya masyarakat yang merasakan kultur semangat lokal yang hadir dan kental di masyarakat.
Meskipun PSGC hari ini banyak didukung setelah mereka menyelesaikan level tersulit, namun semangat masyarakat hari ini bisa jadi peluru untuk level sulit berikutnya. Biarpun secara kasat mata PSGC adalah klub lokal yang baru dilirik setelah naik level. Berbeda jauh dengan rekaman dan memori yang saya dapat dari orang-orang di sekitar saya.
Tulisan ini menjadi kenangan dan rekaman dari penulis pribadi, atas bangganya saya melihat loyalitas para pendukung yang betul-betul mendampingi PSGC. Beberapa orang mungkin tahu dan meminati PSGC sekarang dan fomo datang ke stadion untuk mendukung klub lokal yang sekarang menjadi kebanggaan mereka. Rasanya saya lebih bangga lagi ketika melihat orang-orang yang dengan sangat setia dan tulus mendampingi PSGC dari dulu.
Apresiasi terbaik saya sampaikan pada orang-orang yang tidak saya sebutkan satu per satu, pada orang-orang yang setia dari sebelum seperti sekarang. Semua ada masanya, butuh perjuangan dan dukungan. Tetapi pendukung yang benar-benar mengibarkan bendera dari mulai titik nol sangatlah langka dan itu luar biasa.

Bagimu Galuh Jiwa Raga Kami 💜
Salam ungu, Semoga sehat selalu. Supaya bisa tetap dan lebih banyak menebar inspirasi.
Poto by Cidin hihihi