Kitolod/Korejat (Isotoma longiflora)-Dokpri
Di sudut-sudut tanah yang lembap dan teduh, sering tumbuh sebuah tanaman kecil dengan bunga putih berbentuk bintang. Sekilas ia tampak seperti tanaman liar biasa, namun bagi orang-orang tua zaman dulu, bunga ini adalah “dokter mata” alami. Namanya korejat atau kitolod, dengan nama ilmiah Isotoma longiflora.
Sejak lama, kitolod dikenal sebagai tanaman herbal tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan mata. Orang-orang dahulu percaya bahwa air rendaman bunganya mampu membantu mengurangi mata perih, lelah, dan buram. Bahkan, secara turun-temurun, tanaman ini digunakan untuk membantu mengatasi gangguan seperti mata minus, silinder, iritasi, hingga penyakit mata yang lebih berat seperti katarak dan glaukoma. Entah sugesti atau memang khasiat alam, kitolod telah menjadi bagian dari pengetahuan pengobatan rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain berkhasiat, kitolod juga cantik. Bunganya yang putih bersih dengan bentuk menyerupai bintang membuatnya kerap ditanam di pot sebagai tanaman hias. Ia tumbuh subur di tanah yang lembap dan terbuka, seolah tidak minta banyak perhatian, tetapi menyimpan manfaat besar.
Cara pemakaiannya pun sederhana, mengikuti tradisi lama. Beberapa bunga korejat dipetik bersama tangkainya, lalu dicuci hingga bersih. Setelah itu, bagian pangkal tangkai direndam ke dalam segelas air bersih selama beberapa menit. Dari ujung tangkai bunga itulah biasanya menetes cairan bening. Air rendaman tersebut kemudian diteteskan ke mata, dua hingga tiga tetes, dan dilakukan secara rutin satu sampai tiga kali sehari.

Namun, pengalaman menggunakan kitolod bukan tanpa rasa. Saat pertama kali diteteskan, mata akan terasa perih dan panas sesaat. Sensasi ini sering dianggap sebagai “reaksi awal” yang wajar oleh para pengguna tradisional. Jika ditahan sebentar, rasa perih itu perlahan mereda.
Meski begitu, kehati-hatian tetap diperlukan. Menggunakan bahan herbal langsung ke mata memiliki risiko, terutama jika tidak steril atau jika seseorang memiliki alergi tertentu. Mata adalah organ yang sangat sensitif, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat besar. Karena itu, bagi yang memiliki keluhan serius seperti katarak atau glaukoma, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mata sebelum mencoba terapi ini.
Bagi yang belum berani meneteskannya secara langsung dari bunga, kini tersedia ekstrak kitolod dalam bentuk tetes mata kemasan yang sudah diolah. Tinggal memilih: mengikuti cara lama yang diwariskan orang tua dengan bahan alami, atau memilih produk jadi yang lebih praktis namun harganya bisa terasa menguras kantong.
Di antara pilihan itu, kitolod tetap menyimpan cerita tentang kearifan lokal: bahwa alam menyediakan banyak penawar, asalkan manusia mau belajar mengenal dan menggunakannya dengan bijak.
