Rindu untuk Ibu
Oleh, Diantika IE
Kala senja redup menutup hari
embus angin menyusup sunyi
terkenang wajahmu, Ibu
yang kini jauh di alam baka
Tanganku hampa meraba ruang
tiada lagi pelukmu tenang
hanya doa terpanjatkan lirih
menyusul engkau di batas kasih.
Ketika duka datang menghampiri
saat sedih, tiada lagi tempat berbagi
dunia terasa begitu keras dan asing
tanpa suaramu yang dulu menyejukkan dingin.
Air mata jatuh bagai embun
membasuh jiwa di malam kelam
tak seorang pun mampu meneduhkan
seperti engkau yang hadir menenangkan.
Betapa sunyi jalan kutempuh sendiri
tanpa nasihatmu yang lembut mengiringi
meski jasadmu telah kembali ke bumi
cintamu hidup abadi di hati ini.
Ibu, dengarlah rinduku yang dalam
meski terpisah bumi dan langit kelam
kuharap kelak di hari kembali
kita bersua dalam cahaya abadi
Bandung, 2025
