Masjid Al-Karomah Ciparay Kabupaten Bandung
Malam menyapa. Angin di Ciparay mulai dingin. Unda sengaja datang ke sini sejak tadi sore saat gerimis turun membuat Unda ragu-ragu untuk pergi.
Namun langkah kaki ini harus terus berayun, ketika ayahmu, lelaki yang berani bertanggung jawab tentang kamu dan Unda meminta datang untuk menemui kakak-kakakmu yang sudah lama tidak dijenguk.
Makan Bersama
Tahu gak, hari ini teteh ulang tahun yang ke 16. Ayah ingin kami makan bersama. Tapi tenang, sudah Unda peringatkan bahwa ini bukan perayaan. Benar saja, alhamdulillah tak ada ucapan selamat, tak ada kue, tak ada selebrasi sama sekali. Bahkan doa pun sepertinya hanya tertahan di bibir ayah untuk teteh.
Kami hanya jajan bareng ke Supermarket yang—malah bikin Unda tambah rindu sama kamu, Nak. Lihat saudaramu beli camilan, dan beberapa minuman. Ah, rasanya, ingin Unda ambil beberapa yang jadi kesukaanmu pula.
Detik ini, ketika Unda menuliskan ini, Unda duduk di pelataran masjid karena sedang tidak bisa menunaikan solat. Entah mengapa, suara merdu imam membuat tenggorokan Unda terasa sakit—menahan isak tangis. Ada air mata yang siap berhambur deras tapi susah payah Unda tahan. Malu kan, kalau nanti sampai dilihat orang yang lalu lalang. Kamu tahu sendiri kalau Unda menangis seperti apa?
Ada Rindu yang semakin dalam.
Anakku…, rasanya sangat rindu. Sungguh. Unda kangen solat bareng lagi di masjid sama kamu. Ketika jalan-jalan, selalu saling mengingatkan untuk tidak meninggalkan solat. Unda bangga padamu, Anak salih.
Hm, tapi Unda percaya, sekarang kamu pasti semakin lekat dengan rumah Allah. Sebab pendidikan pondok pesantren akan lebih menyemangatimu. Belum lagi, lingkungan di sana lebih kondusif untuk beribadah.
Salih, tenang dan baik-baik di pondok ya. Kapan-kapan kalau libur tiba, kita pergi jalan-jalan lagi, kita jajan bareng lagi, solat berjamaah lagi di masjid-masjid yang kita singgahi. Sama ayah, sama dua saudaramu yang lain.
Oh iya, ini musim ujian, kemudian kakak-kakakmu pun bercerita tentang kisah mereka yang habis ujian tadi siang. Kamu bagaimana? Ujiannya, bisa? Unda percaya kamu pasti bisa. Seperti kakak-kakakmu yang juga cerdas.
Nak, kita saling mendoakan ya. Unda, ayah dan semuanya selalu mendoakanmu. Kamu juga, doakan kami ya. Agar selalu sehat dan—semakin rajin beribadah sepertimu di pondok pesantren.
Sudah waktunya Unda dan ayah pulang. Di rumah, Unda akan menemui jejakmu. Di kamar yang selalu kamu usahakan rapi. Di kursi tempatmu duduk menonton televisi, di meja makan tempatmu makan dengan lahap dan sedikit terburu-buru. Di kamar mandi dengan wangi shampomu yang berbeda dengan shampo kami. Dan—di dapur, tempatmu membantu Unda cuci piring dan mengiris bawang atau mengulek bumbu. Tanganmu suka sakit ya? Maafkan Unda. Tapi kamu selalu suka membantu. Terima kasih ya….
Ini sungguhan. Unda harus segera pulang. Langit sudah semakin gelap. Khawatir turun hujan.
Sampai jumpa ya, Nak. Sehat selalu. Insyaallah, Allah akan selalu menjagamu.
Barakallahufiik.
Ciparay, 16 Sepetember 2025
