Di kebun samping rumah pohon pisang kami runtuh. Bonggol pisang itu rubuh menimpa tanaman lain. Mungkin sudah terlalu berat menahan beban hidup, akhirnya ia menyerah dan memilih rebah.
Tak habis akal, suami segera bertindak untuk membereskan. Sementara saya hanya membantu dengan doa. Ikut keluar rumah, menonton suami bekerja.
Sampai pada akhirnya memiliki ide untuk membuat kompos dari pohon pisang. Ini kali kedua suami membuat kompos dari bonggol pisang. Ia mencacah batang, daun, dan semua bagian. Lalu menghamparkannya di tanah terbuka yang tidak banyak ditumbuhi tanaman. Sengaja, memang di sana tempat kami membuat kompos. Biasanya saya pun membuang sisa sayuran dan sisa makanan di lahan itu, lalu menguburnya dengan lapisan tanah yang lain.
Hari hampir maghrib. Akhirnya memutuskan untuk mengubur cacahan bonggol pisang kapan-kapan kalau sudah kembali ada waktu santai. Kebetulan itu memang hari Minggu sore hari.

Pagi harinya saya kembali ke kebun sebelah. Mengambil cacahan pohin dan batang pisang yang kemarin dicacah, lalu memasukkannya ke beberapa pot tanaman yang tanahnya sudah gersang.
Kita sendiri bisa memilih, apakah bonggol pisangnya mau dibiarkan membusuk dan berubah menjadi kompos terlebih dahulu baru dimasukkan ke dalam pot, atau memasukan cacahan langsung ke pot dan nanti akan terurai dengan sendirinya. Apalagi jika kita rajin menyiramkan air cucian beras ke pot, proses penguraian akan lebih cepat terjadi.
Manfaat Bonggol Pisang untuk Tanaman
Dilansir dari berbagai sumber berikut ini adalah manfaat bonggol pisang untuk tanaman.
1. Sebagai sumber nutrisi pengganti pupuk NPK buatan
Daripada beli pupuk, kita bisa menggunakan bonggol pisang sebagai pengganti karena mengandung nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan vegetatif dan produksi tanaman.

2. Dapat meningkatkan kesuburan tanah.
Pupuk dari bonggol pisang dapat menyuburkan tanah, menjadikannya lebih gembur, dan meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman.
3. Sebagai pupuk organik
Bonggol pisang dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) atau kompos, mengurangi limbah pertanian dan pencemaran lingkungan.
4. Mengandung mikroorganisme
Bonggol pisang mengandung mikroorganisme yang berperan sebagai dekomposer (pengurai) dan perangsang pertumbuhan, membantu memecah bahan organik kompleks menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman.

5. Menjadi pengendali hama
Mikroba yang ada dalam POC bonggol pisang juga berpotensi sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, terutama sebagai fungisida
Manfaat yang lebih penting ketika kita menggunakan bonggol pisang sebagai pupuk alami adalah dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia, sehingga mendukung sistem pertanian organik. Hemat juga, ya kan?
Asal rajin, maka tanaman akan jauh lebih nyaman jika dipupuk oleh bahan yang lebih alami dibandingkan dengan bahan yang mengandung bahan kimia.
