Udara sawah yang segar, sepoi angin menyibak pakaian yang dikenakan, suara cicit burung sahut-sahutan dan matahari terbit yang saya potret ternyata belum cukup menjadi bagian keindahan pagi itu. Ketika saya pulang dari berjalan kaki di pematang sawah, saya menemukan empat orang anak yang sedang asyik berjongkok di pematang sawah tak jauh dari jalan saya menuju pulang.
Jujur saja saya takjub karena pemandangan seperti ini benar-benar sudah lama sekali tidak melihatnya. Saya hanya bisa menemukannya di desa saat saya pulang kampung ke desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis.
Beruntung, ketika saya sadar bahwa saya adalah orang desa yang kembali tinggal di desa. Bersyukur ternyata pemandangan ini masih ada di sini. Di Desa Cikawao Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.
Pemandangan ngurek belut sudah cukup jarang dilihat, atau mungkin bisa jadi saya yang malah tak tahu karena tidak setiap saat mengunjungi area persawahan ini untuk jalan-jalan.
Meski begitu saya tetap berdecak kagum dan mengacungkan jempol kepada anak-anak yang memilih untuk bermain di sawah melepaskan gadget mereka. Ketika orang lain asyik mengisi liburan dengan menonton, mereka memilih aktivitas fisik. Tak ragu panas-panasan, bermandi matahari yang menyehatkan di pematang sawah
Meminta Izin Mengambil Foto Anak yang Sedang Ngurek Belut
Melihat pemandangan itu saya berinisiatif untuk memotretnya. Saya berjalan mendekat dan tentu saja saya meminta izin kepada mereka.
“Dek, wios difoto?” tanya saya kepada mereka dari seberang pematang sawah berjarak beberapa petak.
Sesaat mereka saling pandang tetapi kemudian satu orang mengatakan, “Boleh, Teh.”
Sebagiannya lagi menatap saya lagi, kemudian mengangguk.
Sekali lagi dari kejauhan saya bertanya, “Tinggal di mana?”
Salah seorang menunjuk ke arah pemukiman yang ada di bukit. Ternyata mereka masih satu desa dengan saya. Berhubung saya adalah pendatang saya belum mengenal mereka.
Mereka adalah murid SD kelas 4 dan 5 dan 1 orang merupakan anak SMP.
Ketika ditanya sudah dapat apa belum, mereka hanya nyengir, memberikan seringai khas anak-anak. Katanya, belum karena memang baru mulai.
Betul saja mungkin mereka memang baru mulai turun ke sawah. Ketika saya berangkat pun tidak ada mereka di sana. Saya baru melihat mereka sekitar pukul 07:00 ketika hendak pulang dari area persawahan.
Manfaat Ngurek Belut Bagi Anak-Anak
Ngurek belut atau mancing belut di pematang sawah adalah aktivitas yang menurut saya sangat bermanfaat bagi fisik motorik anak. Selain itu, ngurek pun menguji kesabaran, melatih fokus dan tentu saja menyehatkan. Selama berada di pematang sawah anak-anak bermandi sinar matahari yang kondisinya masih sangat sehat karena belum terlalu terik.
Bermain di bawah sinar matahari pada jam yang tepat (pukul 07:00 s.d 09:00) sangat baik untuk kesehatan. Sebab paparan sinar matahari yang mengenai mata dan kulit dapat merangsang otak untuk melepaskan hormon serotonin. Hormon ini berfungsi mengatur suasana hati (mood), membuat pikiran lebih tenang, dan meningkatkan fokus.
Sinar matahari pagi pun dapat meningkatkan proses pembentukan vitamin D, meningkatkan imunitas, meningkatkan kualitas tidur, dan meredakan masalah kulit.
Semua manfaat itu seharusnya didapatkan oleh semua anak-anak yang sedang ada di dalam masa pertumbuhan. Pikiran tenang, kebahagiaan dan latihan fokus bukankah seharusnya menjadi inti dari setiap aktivitas anak-anak?
Menurut saya orang tua yang memiliki anak-anak yang masih senang bermain di luar daripada hanya diam di rumah, adalah sebuah keberuntungan hari ini. Karena dengan begitu mereka akan selalu sehat, ceria dan terlatih fokusnya. Satu lagi, tentu saja ketika mendapatkan hasil pancingan belut bisa dimasak dan dimakan bersama keluarga.
Mengenal Tanda Keberadaan Belut di Sawah
Aktivitas ngurek belut sudah saya kenal sejak lama. Sesekali di masa kecil, saya pun pernah mengikuti saudara untuk berjalan di pematang sawah mencari belut.
Bahkan pernah diajak ayah ke sawah untuk ngurek. Lengkap dengan topi dan baju lengan panjang saya pun mengekor dari belakang. Jalan pelan-pelan di pematang sawah sambil mengamati keadaan tanah sawah lamat-lamat.
Keberadaan belut ditandai dengan:
- Lubang yang berada di galengan sawah yang basah atau di lumpur yang airnya tipis (dangkal).
- Diameter lubang sebesar ibu jari atau sedikit lebih besar dari itu, tergantung ukuran belut.
- Mulut lubang terlihat bersih dan rumput di sekitar lubang terlihat rebah bahkan mati karena sering dilalui tubuh belut yang licin.
- Jika gelembung udara di sekitar atau tepat di atas lubang, itu menandakan bahwa belut ada di dalam lubang.
Mancing belut biasanya menggunakan umpan berupa cacing tanah yang diambil di pematang sawah. Bisa juga menggunakan ulat kecil atau cacahan bekicot.
Manfaat dan Kandungan Gizi Belut Untuk Anak-Anak
Jika anak-anak tersebut berhasil mendapatkan tangkapannya hari itu, mereka sangat beruntung sebab bisa menjadikannya sebagai lauk. Kandungan gizi belut pun sangat bagus untuk perkembangan otak anak-anak.
Berikut kandungan gizi dalam belut:
- Protein tinggi. Dapat membantu pembentukan otot, memperbaiki sel dan meningkatkan berat badan
- Tinggi zat besi dan vitamin B12 yang dapat membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia
- Tinggi asam lemak dan vitamin A yang dapat menjaga kesehatan mata dan mengoptimalkan fungsi otak.
- Mengandung kalsium, vitamin D dan fosfor yang dapat menguatkan gigi dan membantu pertumbuhan tulang anak
- Kaya akan vitamin A, E, Zink dan selenium untuk meningkatkan sistem imun anak.
Jika anak-anak dapat belutnya, anak-anak itu mendapatkan keberuntungan ekstra. Sehat dari luarnya dapat, dan gizi dari dalamnya juga dapat.
Setelah saya mengambil beberapa foto dan bercakap-cakap singkat dengan mereka, saya pun pulang dengan perasaan bahagia. Saya sangat bersyukur, sebab di tengah gempuran gadget yang sudah menyebar ke pelosok desa, ternyata masih ada anak-anak yang memilih menghabiskan waktunya di tengah area pesawahan. Berjemur punggung sambil mencari belut, aktivitas yang sudah mulai ditinggalkan oleh banyak orang karena banyak faktor dan berbagai alasan.
Saya berharap semoga area persawahan tidak semakin menyempit sehingga masih ada kesempatan untuk orang-orang, terutama anak-anak untuk berjemur di pematang sawah untuk menguji fokus dan kesabaran. Mencari belut sebagai superfood yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
