Ilustrasi: Nika Benedictova/Unsplash
Selama ini, bunga mawar dikenal sebagai simbol cinta dan kasih sayang yang paling sering dipilih pria untuk menunjukkan perasaannya kepada perempuan. Mawar diberikan untuk menyatakan cinta, merayu agar mendapat balasan rasa, meminta maaf, bahkan—tidak jarang—untuk menutupi sebuah kebohongan yang baru saja dilakukan.
Pria merayu perempuan dengan bunga untuk meluluhkan hati, meredakan gugup, dan menenangkan situasi yang sebenarnya kacau di dalam dirinya sendiri. Jika perempuan berhasil dirayu oleh setangkai mawar, maka kesalahan yang dilakukan seolah mendapat perpanjangan masa berlaku. Huh! Ini sering terjadi dan sangat menyebalkan, bukan?
Namun, di balik kecantikan bunga mawar, tidak semua perempuan menyukai ungkapan cinta yang bersimbol bunga. Terlebih jika bunga itu hadir hanya sebagai penebus kesalahan atau alat manipulasi perasaan. Ada pula pria yang tampak sangat romantis dengan bunga, sayangnya bunga itu tidak hanya diberikan kepada satu perempuan. Karena itulah, perempuan yang cerdas dan memiliki pendirian kuat tidak mudah tergiur oleh mawar merah yang terlalu sering dihamburkan. Kecuali pada momen tertentu, tentu saja, bunga tetap bisa menghadirkan haru.
Perempuan yang telah berpikir dewasa tidak lagi menjadikan bunga dan cokelat sebagai ukuran cinta. Yang mereka harapkan kini adalah bukti nyata dalam bentuk sikap: perilaku yang baik, melindungi dan menjaga, bersikap sopan dan tidak kurang ajar, menghargai dan menghormati sebagai perempuan. Bahkan ketika hubungan pria dan wanita sudah sedekat suami istri, pria yang bijak tetap menempatkan pasangannya sebagai perempuan yang layak dihormati, tanpa mengabaikan tugas, hak, dan kewajiban masing-masing.
Perempuan yang tidak lagi menginginkan bunga adalah mereka yang percaya bahwa tanggung jawab jauh lebih berharga daripada kelopak yang akan luruh dalam dua atau tiga hari.
Pria yang setia dan bertanggung jawab—yang melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan seorang pria—akan jauh lebih menawan dibandingkan mereka yang datang membawa bouquet bunga disertai bujuk rayu kata-kata gombal. Ketampanan bisa memikat mata, tetapi tanggung jawablah yang menenangkan hati.
Maka, wahai kaum pria yang ingin mendapatkan hati perempuan, tunjukkanlah lewat sikap dan kesetiaan. Banyaknya kasus pria mapan, tampan, dan terlihat romantis tetapi tertangkap berselingkuh telah meninggalkan trauma tersendiri bagi banyak perempuan terhadap tipe semacam itu.
Lengkapi ketampananmu dengan tanggung jawab yang utuh. Sempurnakan kemapanan dengan kesetiaan yang hakiki pada satu perempuan. Simpan saja mawar merahmu itu—cukup hiduplah dengan satu wanita yang akan menjadi bunga mawarmu selamanya.
