Membahas tentang tanaman hutan memang selalu menarik. Terlebih jika tanaman terebut bisa dipelihara sebagai tanaman hias di rumah. Jika di artikel sebelumnya saya mengulas kumpai ekor tupai, kini saya akan kembali bercerita tentan tananam favorit saya yang lainnya yaitu kadaka sarang burung.
Di daerah Sunda, terutama di lingkungan saya, kami hanya menyebutnya kadaka. Sementara dalam bahasa Indonesia tanaman ini lebih dikenal sebagai kadaka sarang burung, dengan nama ilmiah Asplenium nidus.
Sejak kecil saya sudah akrab dengan tanaman ini. Kadaka tumbuh liar di kebun-kebun yang berbatasan dengan hutan di kampung halaman. Dulu saya dan teman-teman bahkan menggunakannya sebagai dasi ketika memainkan permainan peran. Daun kadaka yang ukurannya pas kami pasangi tali dan memakainya dipasang di leher. Karena memang bentuknya menyerupai dasi.
Kini saya menanamnya di halaman dalam jumlah yang sudah cukup banyak. Satu per satu saya bawa dari kampung halaman. Membawanya dalam ukuran kecil hingga besar sekali dan dipindah ke kebun karena sudah terlalu lebar.
Meneurut saya tumbuhan ini sangat cantik dan memiliki estetika tinggi. Memnerikan kesan sejuk jika disimpan di sudut teras atau halaman.

Mengenal Kadaka Sarang Burung
Kadaka sarang burung merupakan salah satu jenis tanaman paku (fern) yang hidup secara epifit, yaitu menempel pada batang pohon tanpa mengambil nutrisi dari pohon tersebut. Dengan kata lain, kadaka bukanlah tanaman parasit sehingga tidak merugikan pohon yang ditumpanginya.
Keunikan tanaman ini terletak pada susunan daunnya yang tumbuh melingkar dari bagian tengah hingga membentuk cekungan menyerupai sarang burung. Dari sinilah nama “kadaka sarang burung” berasal.
Daunnya berwarna hijau segar, lebar, panjang, utuh tanpa sobekan, dengan tulang daun yang tampak jelas di bagian tengah. Sekilas bentuknya memang mengingatkan pada daun pisang atau lidah buaya berukuran besar.
Warna daun akan menyesuaikan dengan kondisi tempat hidupnya. Daun kadaka akan berwarna hijau lebih pekat dan mengkilap di tempat teduh. Sedangakn yang terkena panas matahari lebih lama akan berwarna hijau pucat.
Mudah Ditemukan di Kebun Pinggir Hutan
Saya menemukan banyak kadaka saat pulang ke kampung halaman. Ikut pergi ke kebun bersama ayah selalu menjadi hal yang menyenangkan. Sekalian mengenang masa kecil dulu di kebun itu.
Kebun ayah berada di pinggir hutan beberapa ratus meter saja sudah masuk ke area hutan lebat. Hingga sekarang tanaman ini masih cukup mudah dijumpai di sana.
Hasil pengamatan saya, biasanya tumbuh menempel pada berbagai jenis pohon yang memiliki kelembapan cukup tinggi, seperti pohon cengkeh, teh, bambu, aren, kelapa, hingga pohon bitung. Saya bahkan pernah menemukannya menempel sangat besar di batang pohon kelapa yang menjulang tinggi.
Saat mencari rebung di bawah rumpun bambu bitung, saya juga sering melihat kadaka tumbuh subur di batang-batang bambu yang sudah tua.
Menurut saya, salah satu alasan tanaman ini masih mudah ditemukan adalah karena perkembangbiakannya sangat alami. Jika sudah ada satu tanaman yang tumbuh di suatu tempat, lama-kelamaan akan muncul kadaka-kadaka baru di sekitarnya karena sporanya terbawa angin lalu menempel di tempat yang lembap.

Membawa Kadaka Pulang ke Bandung
Sejak sekitar dua tahun lalu, secara bertahap saya membawa beberapa kadaka kecil dari kampung ke Bandung. Kini kadaka tersebut justru tumbuh sangat subur di halaman rumah. Ukurannya pun bervariasi sesuai dengan waktu tanam dan ukuran ketika saya membawanya dari kampung.
Daunnya semakin panjang, semakin lebar, dan tampilannya jauh lebih cantik dibanding saat pertama kali saya membawanya dari kebun.
Melihat pertumbuhannya membuat saya semakin yakin bahwa tanaman hutan pun bisa hidup dengan baik di pekarangan rumah, selama mendapatkan kondisi yang sesuai.
Cara Kadaka Berkembang Biak
Berbeda dengan tanaman berbunga, kadaka tidak menghasilkan bunga maupun biji. Tanaman ini berkembang biak melalui dua cara, yaitu:
- Secara seksual melalui spora, yaitu serbuk halus yang terdapat pada bagian bawah daun tua.
- Secara vegetatif melalui anakan, yaitu tanaman kecil yang muncul di sekitar induknya.
Jika ingin memperbanyak kadaka dari spora, caranya cukup sederhana.
- Pilih daun tua yang bagian bawahnya telah dipenuhi garis-garis cokelat sebagai tanda spora sudah matang.
- Potong daun tersebut lalu bungkus menggunakan kertas selama satu hingga dua hari sampai sporanya rontok.
- Taburkan spora di atas media tanam yang lembap, misalnya campuran lumut dan pakis cacah.
- Tutup wadah menggunakan plastik bening agar kelembapannya tetap terjaga.
- Dalam beberapa minggu akan mulai muncul calon tanaman baru.
Meski demikian, saya pribadi lebih senang membiarkan kadaka berkembang secara alami. Biarlah angin dan hewan-hewan kecil membantu menyebarkan sporanya sebagaimana yang terjadi di habitat aslinya.

Cara Merawat Kadaka Sarang Burung
Menurut pengalaman saya, merawat kadaka termasuk sangat mudah, bahkan cocok untuk pemula. Hal yang paling penting adalah jangan menempatkannya di bawah sinar matahari langsung. Saya pernah melakukannya, dan akibatnya daun-daunnya menjadi gosong serta mengering.
Kadaka lebih menyukai tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Untuk penyiraman, saya biasanya cukup menyiram sekitar dua kali dalam seminggu agar media tanam tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang air.
Media tanam terbaik sebenarnya adalah pakis cacah, lumut, atau ditempelkan langsung pada batang pohon agar menyerupai habitat aslinya. Namun dari pengalaman saya, menggunakan tanah biasa pun kadaka tetap mampu tumbuh dengan baik selama kelembapannya terjaga.
Kadaka, Tanaman Hutan yang Layak Dikoleksi
Semakin lama memelihara kadaka, saya semakin menyukai tanaman ini. Selain bentuknya yang indah dan memberi kesan alami pada halaman rumah, perawatannya pun tidak merepotkan.
Bagi pencinta tanaman hutan atau kolektor tanaman paku, kadaka sarang burung adalah salah satu tanaman yang sangat layak untuk dimiliki. Ia mampu menghadirkan nuansa hijau yang menenangkan sekaligus menjadi pengingat bahwa keindahan hutan bisa tetap hidup, meski telah berpindah ke pekarangan rumah.
Semoga bermanfaat.
