Ilustrasi Study Tour (gambar: Artem Beliaikin/Unsplash)
Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan yang membatasi kegiatan study tour sekolah ke luar daerah. Bukan tanpa alasan, Dedi tak ingin anak dapat membebani finansial orang tua, apalagi jika sampai melakukan hutang.
Dilansir dari kompas.com, Dedi mulyadi menyampaikan, “kegiatan ini sering kali membuat orang tua yang tidak mampu harus berutang kesana kemari, yang akhirnya semakin memperberat beban hidup mereka. Ini yang kami ingin cegah.”
Meskipun menuai beragam tanggapan, keputusan ini memiliki sejumlah sisi positif yang layak diapresiasi. Salah satunya, keputusan ini dapat mengembalikan esensi kegiatan study tour sebagai sarana pembelajaran, bukan sekadar rekreasi.
Dedi pun menegaskan apabila sekolah ingin mengadakan kunjungan industri, diharapkan tidak diluar Jawa Barat, karena tempat industri sendiri ada di Jawa Barat, sehingga sekolah tidak perlu jauh-jauh untuk kunjungan industri keluar daerah.
Dalam video yang sempat diunggah di akun pribadi @dedimulyadi71 pada 24 Februari, Dedi menjelaskan “Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan dana triliunan untuk meringankan beban orang tua terhadap pendidikan, buat apa pemerintah mengeluarkan uang triliunan, jika pada akhirnya siswa menghamburkan uang triliunan hanya untuk kepentingan dan kesenangan diri sendiri saja, serta kepentingan oknum- oknum lainnya”
Selain itu, pembatasan study tour ini merupakan langkah preventif sekaligus reflektif untuk menghadirkan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada kualitas. Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, berbagai alternatif kegiatan yang edukatif dan menyenangkan tetap bisa diwujudkan.
Oleh karena itu, sekolah dapat merancang kegiatan yang lebih bermakna dan terstruktur, sehingga manfaat edukatifnya benar-benar dirasakan siswa.
Berikut yang bisa menjadi solusi dan ide untuk sekolah:
- Mengadakan Pentas Kemampuan Siswa
Kegiatan ini bisa menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan keterampilan yang mereka miliki, seperti menyanyi, menari, bermain musik, membaca puisi, atau bahkan presentasi ilmiah. Selain menghibur, kegiatan ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri siswa dan mempererat hubungan antar siswa, guru, dan orang tua.
- Kunjungan ke Museum di Dalam Kota
Meski tidak keluar kota, kunjungan ke museum lokal tetap bisa memberikan pengalaman edukatif yang menyenangkan. Siswa bisa belajar sejarah, seni, budaya, atau sains secara langsung dari benda-benda pameran. Hal ini juga mendukung program pembelajaran kontekstual yang bermakna.
- Mengadakan Festival Seni
Festival seni dapat menjadi sarana untuk menyalurkan kreativitas siswa dalam berbagai bidang seperti seni rupa, teater, musik, atau tari. Kegiatan ini juga bisa melibatkan kolaborasi antar kelas atau jenjang, serta membuka kesempatan untuk melibatkan komunitas lokal dan orang tua.
- Mengadakan Seminar Menarik dengan Tamu Ternama
Sekolah bisa mengundang tokoh inspiratif, seperti penulis, seniman, motivator, atau profesional di bidang tertentu untuk berbagi pengalaman dan wawasan. Seminar ini bisa dikemas secara interaktif dan menyenangkan, agar siswa tidak hanya belajar tetapi juga merasa terinspirasi.
Pemerintah telah menimbang sebaik mungkin setiap kebijakan yang akan dikeluarkan, sehingga kita perlu bisa menyesuaikan dengan berinovasi membuat kegiatan yang menarik, edukatif dan informatif.
