Kepala Kampung dan Babinsa Desa Mengontrol Pekerjaan Warga (Sumber: Dokumen Desa Indragiri)
Halo Warga desa Indragiri dan sekitarnya. Siapa di antara Anda yang sekarang sudah melewati jalan Handiwung menuju kantor desa? Jalan yang dulu rusak dan mengkhawatirkan itu hari ini sudah lebih baik lho. Jalan baru, semangat baru!
Akses Jalan Satu-Satunya
Seperti yang kita ketahui bahwa Indragiri adalah satu desa di Kecamatan Panawangan yang memiliki warga dengan mayoritas mata pencahariannya sebagai petani yang bekerja di sawah dan ladang. Uniknya, para petani tersebut memiliki kebun dan sawah yang sangat jauh dari rumah. Bahkan banyak dari yang memiliki sawah dan harus diakses dengan melintasi batas kampung.
Warga desa Indragiri sendiri sudah terbiasa berjalan kaki. Contohnya orang Legok yang punya sawah di Jotang, atau orang Cilimus yang punya sawah di Legok dengan jarak kisaran 3-6 km. Untuk mengakses lokasi sawah dan ladang, warga melintasi jembatan akses penghubung dusun, yang biasa warga sebut sebagai Handiwung.
Sayangnya, jalan yang harus ditempuh memiliki kendala, yakni jalan rusak. Lubang besar menganga dapat membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Apalagi jalan ini adalah akses vital menuju kantor pemerintahan dan Fasilitas Kesehatan desa. Kerusakan ini menjadi sesuatu yang memberatkan, karena seandainya membawa pasien yang sedang membutuhkan pertolongan cepat, atau bahkan yang akan melahirkan, jalanan ini berbahaya dan harus hati-hati saat mengendarai kendaraan. Meski rusak, tetapi jalan ini sangat mempersingkat waktu untuk warga menuju pemerintahan dan pasar kecamatan.
Kabar dan Harapan Baru
Kabar baiknya, dalam dua bulan terakhir ini pemerintah Desa Indragiri mengadakan perbaikan untuk jalan yang menjadi akses utama ini. Jalan yang tadinya berlubang, sekarang tengah di cor dan dilakukan pengaspalan. karena itu tidak heran jika masih ada pembatasan untuk masyarakat dalam menggunakan kendaraannya.

Kini warga memang sudah boleh berlalu-lalang menggunakan roda dua. Akan tapi pengguna roda empat dan kendaraan yang lebih besar lainnya masih harus bersabar karena masih harus menunggu beberapa waktu ke depan sampai akses benar-benar bisa dilewati kembali.
Agkutan orang, angkutan hasil tani atau kendaraan milik perusahaan kayu-kayu yang membawa kayu dari hutan yang biasa melintas pun belum bisa melintas di sana. Kepala desa pun meghimbau agar semua bersabar demi keselamatan dan kelancaran perbaikan jalan.
Ajakan untuk Warga
Untuk kebaikan kita semua, mari kita bijak dalam memahami peraturan. Kalaupun mobil belum bisa diizinkan untuk masuk melintasi jalan ini ke Indragiri via Handiwung, baiknya bersabar dulu dengan memutar arah. Memang perbedaan jarak begitu signifikan. Selian lebih jauh, memutar arah pun memerlukan waktu yang lebih banyak. Namun tidak ada salahnya jika sama-sama menjaga dan mematuhi aturan demi kebaikan berasama.
Untuk siapa saja yang hendak menuju kantor desa, kampung Legok dan Susuru, sebaiknya menggunakan akses jalan via Cirikip-Panawangan. Begitu juga sebaliknya warga Legok dan Susuru yang memiliki keperluan ke daerah Jotang dan Cilimus dianjurkan untuk menggunakan rute Panawan

gan-Cirikip.
Penutup
Mencintai daerah tempat tinggal tidak cukup dengan rasa melinkan harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Perbaikan jalan adalah senbuah angin segar yang akan membuat kondisi desa tercinta jauh lebih baik ke arah keamjuan. Maka dari itu perlu kiranya setiap warga bekerja sama dan mendukung program emerintah dalam perbaikan jalan tersebut agar semua berjalan selaras dan harmonis.
Akses ini adalah jalan utama untuk menempuh akses menuju pusat pemerintahan dan fasilitas kesehatan di desa. Hanya perlu bersabar sedikit saja, maka jalan baru yang lebih nyaman akan bisa kembali kita nikmati. Semua orang akan bebas berlalu lalang lagi untuk mengantar dan menjemput harapan yang mungkin sempat tersendat beberapa waktu selama perbaikan.
