Salah satu pekerjaan yang menjanjikan jaminan secara ekonomi dan beriringan dengan proses mengembangkan diri saat ini adalah menjadi influencer. Bidang ini bisa diraih dan dicapai oleh siapa saja dengan bermodal konten. Namun tentunya, konten yang mendidik, bermutu dan memberikan dampak baik bagi penontonnya.
Diharapkan bukan hanya sekedar viral, tapi membagikan sesuatu yang baik kepada pengikut. Supaya ikatan dengan pengikut bukan hanya soal insight saja, melainkan timbal balik antara figur publik yang mempengaruhi dan masyarakat yang menerima manfaat. Belakangan profesi bidang ini sudah banyak dipelajari oleh orang-orang di desa.
Situasi modern ini sebenarnya cukup menguntungkan untuk dunia usaha dan kreatif. Tentunya dengan pemilihan niche konten yang tepat. Mereka yang berniat membangun branding akan melakukan apa saja untuk meraih penonton, termasuk mereka yang membuat konten horror.
Banyak alasan yang menjadikan konten ghost hunter diminati oleh masyarakat desa. Selain prospek penonton yang tinggi, inilah tiga alasan kenapa konten ghosthunter lebih digandrungi oleh masyarakat di Indonesia.
1. Alasan Emosional
Keterkaitan emosional audiens dengan konten adalah ketika masyarakat tertarik karena apa yang ditampilkan berkaitan dengan dirinya. Kesesuaian dengan pengalaman pribadi, atau kebutuhan hiburan. Konten ghosthunter mudah populer karena mereka sering mendatangi tempat-tempat yang justru banyak dilewati dan disambangi orang.
Dengan alasan itu, penonton akan antusias sebab ingin tahu banyak hal. Ada mahluk apa saja di tempatnya bekerja, ada mahluk apa saja di rumah kosong milik tetangga di ujung gang, dan masih banyak lagi. Setelah tahu ada mahluk apa saja, penonton akan lebih waswas dan berhati-hati sebab tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan.
2. Penasaran
Penasaran di sini adalah perasaan yang menggelayut dan menguasai diri kita ketika melihat sesuatu. Rasa ingin tahu yang besar menjadi menjadi alasan konten pencari hantu ini banyak dicari. Ingin melihat bagaimana rupa mahluk tak kasat mata, dan ingin tahu respon penyaji konten bagaimana.
Apakah ia kebal, berteriak seperti peserta uji nyali, atau kerasukan mahluk halus setempat. Biasanya penonton akan lebih antusias ketika ada penyaji konten yang tubuhnya memberi respon berbeda. Seperti tiba-tiba muntah, atau tiba-tiba bercerita menyampaikan pesan dari alam lain untuk manusia zaman sekarang.
3. Kesan Mistis dan Kehidupan Tradisional di Indonesia
Di Indonesia tempat-tempat tertentu dipercaya secara turun-temurun memiliki mitos atau sesuatu yang berkaitan erat dengan tempat tersebut. Baik itu secara norma atau hal lain yang di sakralkan di tempat tersebut. Kehidupan mistis sering dikaitkan dengan penjagaan alam dan keamanan lingkungan.
Tidak boleh berkata kasar di hutan, tidak boleh menebang pohon dan buang air sembarangan. Atau pamali-pamali lain yang masih dipercaya masyarakat Indonesia. Masyarakat masih percaya akan ada karma, atau konsekuensi yang timbul ketika seseorang melanggar norma di tempat yang disakralkan.
Tempat yang dianggap sakral dan mistis dan tidak sembarangan orang pergi ke sana, justru didatangi konten kreator untuk menarik penonton. Rumah kosong yang telah dirampok, lokasi penganiayaan, tempat orang mengakhiri hidup, dan lain sebagainya. Alasan mistis dan kedekatan tradisional di Indonesia ini cukup melekat, masyarakat percaya dan banyak mematuhi mitos lokal yang beredar.
Tiga alasan tersebut cukup menjadi magnet bagi warga Indonesia terutama warga daerah yang ingin mengetahui konten ghost hunter. Namun negatifnya, adalah timbulnya masalah ekologi lingkungan yang harus dipikirkan pembuat konten. Sebab tak jarang, tempat tersebut justru akan didatangi oleh followers mereka dan berpotensi merubah tata kelola lingkungan awalnya.
Norma dan kehidupan sosial masyarakat di daerah mungkin akan sedikit berubah pula. Sebab mereka akan menyikapi lingkungan sebagaimana di presentasikan di dalam konten. Langkah baiknya adalah masyarakat sendiri yang harys lebih bijak memilih dan memilah informasi di sosial media.
