Masyarakat Gotong Royong Membersihkan Sisa Longsoran (Sumber : Dokumen Pribadi/Aki Odin)
Warga Jotang, Desa Indragiri bergotong royong membersihkan sisa longsor yang melanda wilayah kampungnya. Peristiwa longsor itu terjadi petang hari, saat orang-orang tengah menikmati waktu bersama keluarga di rumah, setelah seharian bekerja. Esoknya, kepala kampung segera bertindak dengan cara mengerahkan warga untuk membuka kembali saluran irigasi yang tersumbat.

Pada hari Minggu, 11 Mei 2025. Masyarakat Desa Indragiri, dihebohkan dengan kejadian longsor yang terjadi di area pesawahan Handiwung. Saat itu, masyarakat baru saja memasuki jam istirahat sepulang dari ladang dan sawah. Saat ini, petani tengah disibukkan dengan kegiatan panen padi yang biasanya dilanjutkan dengan persiapan tebar benih dan olah lahan untuk ditanami kembali.
Awalnya, pada hari itu terjadi hujan deras dengan intensitas yang cukup hebat. Diperkirakan debit air yang berlebih, tidak mengalir dengan baik pada pematang yang baru saja dipanen oleh para petani. Besarnya aliran, tidak mampu tertahan oleh tanah sawah yang perlahan mengikis dan menimpa pematang lain.

Hal ini menyebabkan tersumbatnya aliran air pada saluran irigasi di bawahnya. Jerami dari sawah bekas panen warga terlihat menggunung dan nyaris menutupi badan jalan. Peristiwa yang terjadi pada petang hari ini, menyita perhatian warga.
Bukan hanya warga Kampung Jotang saja, melainkan warga dari daerah lain yang mengetahui kejadian itu juga ikut membantu membereskan. Sedikit demi sedikit, sampah yang terbawa longsoran mulai tersingkir. Lalu pada hari berikutnya, warga Kampung Jotang yang dipimpin oleh Kepala Kampung melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan saluran irigasi dan badan jalan.

Masyarakat bahu membahu, perlahan menyingkirkan material yang menghambat aliran air. Mulai dari lumpur, jerami, dan batu-batu kecil yang terbawa oleh longsoran di bereskan, hingga terbukanya saluran air. Kepala Kampung memimpin gerakan ini dengan mengerahkan warga satu RT di lingkungan Kampung Jotang, tepatnya RT 06.
Warga segera berbagi tugas, kaum bapak menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan ibu-ibu mempersiapkan bekal makan untuk seluruh warga yang bekerja. Warga bekerja sejak pukul 07.00 pagi hingga Dzuhur.
Pekerjaan cepat selesai karena dikerjakan bersama-sama. Setelah waktu makan siang tiba, ibu-ibu datang untuk mempersiapkan makan, minum dan camilan. Warga berhamburan membersihkan diri, untuk kemudian beristirahat dan menyantap makanan.

Warga lalu melanjutkan kegiatan dengan makan bersama dan beristirahat di pematang lain yang tidak terkena longsoran. Setelah beristirahat dan makan, warga melanjutkan pekerjaan dengan mengumpulkan batu dari sungai, sedangkan ibu-ibu membereskan piring bekas makan dan mencucinya sebelum pulang.

Kegiatan gotong royong ini bisa mempererat hubungan sosial, mempercepat selesainya pekerjaan, dan menumbuhkan solidaritas serta rasa kebersamaan di dalam kehidupan bermasyarakat. Rasa ini adalah budaya masyarakat dalam hal tolong-menolong, serta mencerminkan semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan. Masyarakat Jotang bukan hanya menyelesaikan pekerjaan, namun menularkan dan membangun semangat kebersamaan antar warga.
