Manfaat Menulis Bagi Perempuan

Manfaat menulis bagi perempuan

Pasti ada yang pernah bertanya, apa sih manfaat menulis bagi perempuan? Apalagi ketika banyak dikampanyekan gerakan literasi. Ramai digembar-gemborkan ajakan untuk menulis oleh para pegiat literasi baik secara personal, komunitas, maupun yang muncul dari program pemerintah.

Banyak yang mengira bahwa menulis adalah hal yang sulit. Terlebih para perempuan yang rutinitasnya dihabiskan di rumah bersama anak-anak dan mengurus rumah tangga. Beberapa mempertanyakan, “buat apa sih? Toh kita hanya ibu rumah tangga, siapa yang akan membaca tulisan kita?”

Ada pula yang bingung, “pengen sih nulis, tapi dari mana dulu, mau nulis apa?”

Menulis memang terkesan pekerjaan serampangan. Bagi yang belum paham betapa asiknya menulis. Tidak sedikit yang menganggap bahwa menulis itu seperti tidak ada kerjaan, tidak menghasilkan, tidak membawa manfaat yang signifikan, bahkan hanya membuang waktu. Dengan menghabiskan berjam-jam di depan laptop, mesin tik, kertas dan pena, atau ponsel pintarnya. Menulis sering dianggap sebagai aktivitas yang membosankan.

Read More

Padahal, kalau saja para perempuan paham betapa banyak manfaat yang bisa diambil jika kita mau menulis, maka akan semakin banyak perempuan yang mulai menorehkan ide atau gagasannya dalam sebuah tulisan. Apa saja manfaatnya? Mari lanjutkan membaca.

1. Menuangkan ide/gagasan

Sebagai manusia tentu memiliki keinginan yang tidak selalu sama dengan manusia lain. Di dalam lingkungan keluarga sendiri saja tidak semua bisa selalu sependapat dengan kita. Mereka tentu memiliki isi kepala yang berbeda.

Ketika ide kita tidak didengarkan, maka jangan dulu berkecil hati. Tuangkan saja idemu dalam sebuah tulisan agar seluruh dunia tahu.

Kamu bisa menuangkannya dalam media sosial, website pribadi, atau dalam lembaran-lembaran kertas sekalipun yang penting ide/gagasan itu jangan sampai disimpan sendirian ya!

Misalnya saja kamu punya ide tentang bagaimana menyampaikan pendapat yang berbeda kepada pasangan dengan tepat. Bisa juga tentang cara memasak praktis dan sehat, cara menangani anak tantrum, atau apa saja yang sekiranya bisa dibagi kepada khalayak ramai.

Percayalah, walaupun kita bukan seorang ilmuwan, apa yang kita alami sendiri dalam kehidupan sehari-hari merupakan pengalaman yang patut diambil pelajaran. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik?

2. Mengeluarkan energi negatif

Di tengah hantaman zaman banyak hal yang mungkin bisa membuat para perempuan terutama kaum ibu yang merasa stres. Banyak beban di kepala yang mengganggu jalannya rtinitas.

Gelisah, resah, memenuhi hati dan pikiran, akibatnya mood hilang. Banyak pekerjaan yang terbengkalai, senyum pun musnah yang ada hanya marah-marah.

Nah, menulis ternyata memberikan efek tenang. Ketika memiliki emosi yang meluap-luap, daripada kita marah-marah tidak jelas, ngoceh gak karuan sampai mengeluarkan kata-kata menyakitkan, menulis bisa dijadikan alternatif untuk terapi amarah.

Kita boleh kok mencaci maki seseorang yang kita benci dalam tulisan. Ungkapan saja semua yang ada di hati dan pikiran sampai merasa lega. Selanjutnya, apakah tulisannya tetap disimpan, diposting, atau diberikan kepada orang yang kita maki-maki dalam naskah?

Hm, tentu saja semua butuh pertimbangan matang terkait risiko yang mungkin terjadi. Akan tetapi setidaknya jika luapan amarah sudah dikeluarkan maka yakin deh, lembar per lembar beban akan hilang, hati pun terasa jauh lebih lega.

Tips dari saya, ketika marah, tuliskan semua kekesalan, luapkan. Lalu ketika sudah selesai, kertasnya boleh dirobek, diremas, dilempar ke tempat yang jauh, atau bahkan dibakar. Lalu, lupakan. Kamu bisa membuka lembaran baru dan bernapas lebih lega.

3. Menulis bisa mendatangkan cuan

“Ah, masa sih menulis bisa mendatangkan uang? Ini khusus yang profesional saja kali ya?” Mungkin pertanyaan seperti itu muncul di kepalamu.

Tunggu dulu, jika dipikirkan secara mendalam, menulis bisa mendatangkan uang itu bukan cuma untuk profesional saja lho.

Kamu sangat bisa memanfaatkan tulisan untuk mempromosikan jualan kamu bukan? Jualan apa saja. Seperti kerudung, makanan, produk kecantikan, atau apa pun yang ingin kamu pasarkan kepada orang lain.

Tulisan jenis ini lebih dikenal dengan istilah copywriting. Banyak lho pebisnis yang rela membayar mahal jasa copywriter untuk membuat produknya terlihat/terdengar lebih menarik.

Nah, kalau kamu punya produk yang dijual, kenapa gak dicoba untuk lebih mengeksplor cara kamu bikin orang agar mau beli produk/jasa yang kamu jual.

Banyak lho, yang jualan produk dengan deskripsi dan pemaparan yang benar-benar menarik. Bahkan ada yang dibuat cerita, mengangkat kisah nyata, lalu dihubungkan dengan produk jualannya.

4. Menjadi sesi romantis dengan pasangan

Ketika ingin mengungkapkan sesuatu kadang tidak semua orang bisa langsung mengatakannya. Kalaupun berani, tidak semua waktu pas dan tepat untuk menyampaikannya.

Ada jenis pria yang dingin tetapi perhatian. Ketika kita ingin mengucapkan terima kasih dia malah bilang, “apa sih, itu kan emang sudah kewajiban aku sebagai suami.”

Nah lho, kalau mau romantis malah dijawab begitu, kan jatuhnya jadi biasa saja.

Cobalah menuliskan ungkapan-ungkapan rasa sayang yang berasal dari hati dalam bentuk tulisan. Kamu boleh posting di media sosial lalu tag pasangannya.

Sedingin apapun sikap suami, kalau baca ungkapan kita pasti lah ada perasaan senang dalam hatinya. Kemudian akan tambah sayang karena ia merasa berarti untuk kita.

5. Mengukir sejarah

Lho, kok mengukir sejarah? Sudah seperti pahlawan saja ya.

Jangan lupa, seorang perempuan apapun pendidikannya, apapun status sosialnya, ia adalah ibu, kakak, adik, tante, nenek, dan istri yang banyak jasanya. Pahlawan bagi keluarganya.

Kita bisa menuliskan semua momen berharga yang kita lalui selama hidup. Baik itu perjuangan keras dalam menjalani kehidupan, rasa sayang yang begitu besar kepada keluarga, momentum dan tahapan perkembangan/pertumbuhan anak yang penuh dengan kenangan. Semua itu akan menjadi sejarah yang sangat berkesan ketika dibuka kembali setelah anak-anak kita besar kelak.

Apalagi, jika seorang perempuan sudah mampu menulis buku. Ketika ia wafat, maka namanya akan tetap abadi dan menjadi kebanggaan suami dan anak-anak cucunya kelak. Namanya tetap harum walaupun orangnya sudah tiada.

Bayangkan, ketika kita sudah tiada, anak cucu kita membaca tulisan kita dengan penuh rindu dan mata yang berkaca-kaca seraya berkata, “ini tulisan mama semasa hidup. Mama adalah orang yang hebat dan senantiasa menginspirasi kita semua.”

Lalu mereka mendoakan kebaikan untuk kita kepada Allah Yang Maha Esa.

Masih enggan untuk mencoba menulis? Cobalah untuk memulainya sekarang.

Perempuan yang cantik dan berpenampilan menarik sudahlah banyak. Jadilah kita perempuan yang inspiratif.

Semoga bermanfaat.


"Semua konten menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi RuangPena."

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *