Bukan direncanakan secara pribadi. Pergi ke Pangandaran ini saya sebut sebagai sebuah keberuntungan yang selalu datang tiap tahun. Tempat bekerja suami rutin mengadakan acara liburan khusus karyawan dan keluarganya. Sebuah kebijakan yang pasti membuat senang para anggota keluarga setiap karyawan yang bekerja di sana. Tidak terkecuali saya. Setiap tahun selalu mendapat kesempatan untuk ikut berlibur ke tempat wisata yang menyenangkan. Tanpa harus memikirkan bekal dan tempat menginap. Tinggal pergi dan duduk manis.

Libur panjang kali ini alhamdulillah mendapat kesempatan berkunjung ke Pantai Pangandaran. Meskipun pantai ini beberapa kali sudah dikunjungi sebelumnya, tetapi tentu saja selalu ada hal yang dirindukan dan keinginan untuk kembali ke sana.
Jauh dan memakan waktu tentunya. Namun jika ditempuh bersama-sama rombongan karya wisata dengan bus travel yang nyaman tidak terasa jauh. Apalagi bersama keluarga tercinta. Meskipun acara dikordinir oleh panitia, di lokasi kami diberi kebebasan untuk pergi masing-masing bersama kelaurga untuk menikmati waktu berkualitas dengan kelaurga kami
Perjalanan memnag cukup melelahkan, tetapi rasa lelah itu langsung terbayar begitu melihat hamparan laut luas dengan deburan ombak yang menyambut. Ada kenangan masa lalu yang saya pungut di sana. Masa kecil yang bahagia dengan ayah dan mama yang sudah pergi berpulang.

Dulu, ketika saya kecil pernah ke sini dan berfoto dengan wajah yang polos. Lalu ketika duduk di bangku SMP, SMA, dan ketika dewasa jejak-jejak kenangan di pangandaran kembali terbayang. Kali ini, kami pun membuat kenangan yang indah tak terkalahkan dengan sebelumnya.
Pantai sore itu begitu ramai. Banyak keluarga yang datang bersama anak-anak. Mereka tampak riang bermain pasir, ada yang membuat bentuk-bentuk sederhana, ada juga yang sekadar berlari kejar-kejaran dengan ombak kecil di bibir pantai. Pemandangan itu terasa hangat, seolah kebahagiaan benar-benar sederhana.
Di sisi lain, saya melihat pasangan-pasangan bergandengan tangan sambil berfoto. Ada juga sekelompok anak muda yang asyik berenang, sementara beberapa mencoba berselancar. Bahkan, saya sempat melihat beberapa orang belajar ski air—ada yang berhasil berdiri, ada juga yang langsung terjatuh dan tertawa puas. Semua orang larut dalam suasana liburan.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seorang pengunjung memberanikan diri berbicara dengan dua turis asing. Dengan penuh percaya diri, ia menggunakan bahasa Inggrisnya meski terdengar masih terbata-bata. Pemandangan itu membuat saya tersenyum—liburan ternyata bisa menjadi ajang untuk mencoba hal-hal baru, bahkan sekadar berbincang dengan orang asing.
Sayangnya, cuaca pantai terasa sangat terik bagi saya. Panas matahari begitu menyengat hingga membuat kepala terasa berdenyut. Meski begitu, suasana ramai, keceriaan orang-orang, dan keindahan pantai membuat saya tetap menikmatinya.
Bagi saya, kunjungan ke Pantai Pangandaran adalah pengalaman yang menyenangkan. Libur panjang benar-benar bisa dimanfaatkan untuk rekreasi, melepas penat, dan mengisi energi kembali. Pantai selalu punya caranya sendiri untuk mengajarkan kita bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal sederhana: pasir, ombak, dan kebersamaan.
