Sholat Jumat adalah ibadah wajib bagi setiap muslim laki-laki yang telah baligh. Lebih dari sekadar rutinitas mingguan, Sholat Jumat adalah momen spiritual yang mendalam, waktu untuk menenangkan pikiran dan hati di tengah hiruk-pikuk dunia, lewat doa dan nasihat dari mimbar khutbah.
Namun, kekhusyuan ibadah ini tak jarang terusik oleh hal-hal yang sebetulnya bisa dicegah, salah satunya adalah kurang terkontrolnya kehadiran anak-anak di masjid tanpa pendampingan.
Sebenarnya, kehadiran anak-anak di masjid bukanlah masalah. Justru, hal itu bisa menjadi bagian dari proses pendidikan spiritual sejak dini. Namun, sering kali kita temui anak-anak hadir tanpa pengawasan, bermain-main di dalam masjid, berbicara dengan suara keras, berlarian bahkan sampai bertengkar dan menangis saat khutbah atau sholat sedang berlangsung. Tentu saja, hal ini mengganggu kekhusyuan dan kenyamanan para jamaah lainnya.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan bersama?
1. Orang Tua sebagai Pendamping dan Pendidik
Orang tua memiliki peran kunci. Jangan sekadar “mengantar”, tapi dampingilah anak selama proses ibadah. Ajarkan kepada mereka tentang adab di masjid, kapan waktunya serius dan kapan waktunya boleh bermain. Masjid adalah tempat suci, dan anak-anak pun bisa belajar menghargainya, asal diberi arahan yang tepat.
2. Jamaah yang Peduli dan Peka
Sebagai jamaah, kita juga perlu hadir sebagai bagian dari solusi. Kita bisa membantu mengatur barisan shaf agar anak-anak tidak terkumpul di bagian belakang secara bergerombol. Ajak mereka lebih dekat ke depan bersama kita. Dengan sentuhan kasih dan pendekatan yang ramah, anak-anak justru akan merasa lebih dihargai dan terarah.
3. Peran Aktif Pengurus Masjid
Pengurus masjid bisa mengambil langkah preventif dengan menyiapkan area khusus untuk anak-anak yang datang bersama orang tuanya, atau bahkan menyediakan relawan yang bisa membantu menjaga ketertiban sebelum dan selama ibadah berlangsung. Koordinasi antara jamaah dan pengurus akan sangat membantu menciptakan suasana sholat Jumat yang tenang dan tertib.
Menjaga kekhusyuan sholat Jumat adalah tanggung jawab bersama.
Mari hadir sebagai pribadi yang tidak hanya ingin beribadah dengan nyaman, tetapi juga menciptakan ruang ibadah yang nyaman untuk semua, karena masjid bukan hanya tempat kita bersujud, tapi juga tempat anak-anak kita belajar menghargai sujud itu sendiri.

