Buku Krisis Ekologi dan Tata Kelola Politik Modern karya Hamzah Jamaludin
Merupakan sebuah kebanggan bagi saya dapat membaca buku berjudul “Krisis Ekologi dan Tata Kelola Politik Modern” karya Hamzah Jamaludin. Tulisan cerdas yang membuka wawasan dan memantik kesadaran. Ini adalah review jujur sekaligus apresiasi tinggi pada penulisnya.
Suatu hari, seorang teman lama dari Komunitas Penulis Kreatif menghubungi saya. Seperti biasanya, Hamzah Jamaludin menyapa dan menanyakan kabar. Meski sudah lama tidak bertemu, Hamzah selalu menyempatkan diri untuk menjalin silaturahmi.
“Teh, sehat? Nanti saya kirim buku karya saya,” tulisnya dalam sebuah pesan singkat.
Benar saja, tak lama kemudian, sebuah buku berjudul Krisis Ekologi dan Tata Kelola Politik Modern sampai di tangan saya.
Terus terang, saya tidak terkejut ketika mengetahui Hamzah berhasil menerbitkan buku. Karena sejak lama saya tahu betul pemuda ini memiliki pemikiran kritis. Tergambar dari caranya berbicara dan mengemukakan pendapat. Tidak hanya mudah dipahami, kalimat yang dilontarkannya pun senantiasa terstruktur dan berbobot.
Terlebih karena ia sekarang berprofesi sebagai seorang akademisi dan dosen. Menulis buku memang menjadi bagian dari dunia yang ia geluti.
Namun setelah membaca halaman demi halaman, saya menyadari bahwa buku ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik atau menambah daftar publikasi. Buku ini ditulis dengan kegelisahan yang nyata.
Karena itu, setelah membaca, saya dengan percaya diri merekomendasikannya kepada Anda semua.
Ditulis dari Realitas yang Sedang Kita Hadapi
Sejak awal membaca, saya merasakan bahwa penulis tidak hanya berbicara dari balik meja kerja atau ruang kuliah. Hamzah Jamaludin mengangkat berbagai persoalan yang sangat dekat dengan kondisi Indonesia saat ini.
Kerusakan lingkungan, hilangnya kawasan hutan, pencemaran sumber daya alam, hingga berbagai persoalan ekologis lainnya dibahas secara kritis dengan mengaitkannya pada kebijakan politik dan tata kelola pemerintahan modern.
Yang menarik, berbagai narasi di buku ini tidak dibangun dari opini dan keresahan semata. Penulis memperkuat pembahasannya dengan teori-teori yang relevan, referensi akademik yang memadai, serta berbagai jurnal dan penelitian yang kredibel. Hal itu terlihat dari daftar pustaka yang cukup kaya dan menunjukkan keseriusan penulis dalam mengkaji tema yang diangkat.

Krisis Ekologi Bukan Sekadar Masalah Alam
Salah satu hal yang paling membekas bagi saya adalah cara buku ini mengajak pembaca melihat krisis lingkungan dari sudut pandang yang lebih luas.
Selama ini banyak orang menganggap kerusakan lingkungan semata-mata sebagai persoalan alam. Padahal, melalui buku ini kita diajak memahami bahwa hutan yang hilang, air yang tercemar, dan perubahan iklim yang semakin terasa merupakan konsekuensi dari berbagai keputusan manusia yang lahir dari ruang-ruang politik.
Dengan kata lain, krisis ekologi tidak dapat dipisahkan dari tata kelola kekuasaan. Pandangan inilah yang membuat buku ini terasa penting. Ia membantu pembaca memahami bahwa persoalan lingkungan bukan hanya urusan aktivis atau pecinta alam, melainkan persoalan seluruh warga negara.
Buku yang Layak Dibaca Semua Warga Negara
Menurut saya, buku ini bukan hanya layak dibaca oleh mahasiswa ilmu politik, kebijakan publik, atau lingkungan hidup. Lebih dari itu, buku ini pantas dibaca oleh siapa saja yang mengaku sebagai warga negara Indonesia.
Mengapa? Karena buku ini membantu kita memahami hubungan antara kebijakan, kekuasaan, dan dampaknya terhadap lingkungan tempat kita hidup. Pemahaman semacam ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika berbagai persoalan lingkungan terjadi, tetapi juga mampu melihat akar masalahnya secara lebih jernih.
Menumbuhkan Kesadaran Bersama
Membaca Krisis Ekologi dan Tata Kelola Politik Modern membuat saya semakin sadar bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan dengan menanam pohon atau mengurangi sampah plastik. Kesadaran ekologis juga perlu dibarengi dengan pemahaman tentang bagaimana kebijakan dan tata kelola politik bekerja.
Buku karya Hamzah Jamaludin ini hadir sebagai pengingat bahwa masa depan lingkungan hidup sangat ditentukan oleh keputusan-keputusan yang dibuat hari ini.
Jika kita ingin menjaga kewarasan di tengah berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks, maka salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah memperluas wawasan dan kesadaran.
Buku terbitan Deepublish ini merupakan salah satu bacaan yang layak dijadikan titik awal untuk memahami persoalan tersebut.
Saya ucapkan selamat atas karya buku yang luar biasa kepada temam baik saya, Hamzah Jamaludin. Terima kasih karena sudah berani menuangkan keresahan dalam tulisan yang sangat mengguhan dan membuka wawasan.
