Dua hati yang saling menemukan
Pada Rasa yang selalu merasa pulang
Di waktu yang tak pernah ada jawaban
Ini tentang kisah yang terukir dengan tinta emas
Tersimpan di sebuah ruang terdalam, yang pantang ku ceritakan
Bagai sebuah permata yang tak bisa kupamerkan pada semesta
Rindu ini akan selalu menggebu
Mencari ruang untuk berlabu
Rasa ini akan selalu ada
Mencari ruanga untuk berdua
Kita adalah dua hati yang saling menemukan Kita tak pernah tau persis, kapan rasa itu hadir
Ia menyelinap masuk ke ruang paling dalam
Diam lalu menetap
Ia mambawaku terhanyut dalam indahnya romansa
Senyummu yang khas tak bisa lenyap dalam ingatanku begitu saja
Tatapan matamu yang coklat itu membuatku terbang hingga lupa pijakan
Bulu matamu yang lentik membuat hati menggelitik
Hingga aku terjatuh dalam Palung jiwamu
Kini, rasa itu telah tumbuh liar
mengakar kuat di relung hati terdalam
Rasanya ia terjebak di ruang itu
Tersesat, tak bisa mencari jalan keluar
Rasa itu berputar-putar mencari jalan keluar
Menelusuri lorong-lorong rasa yang tak pernah punya peta
Ia terjebak labirin endorfin yang memabukkan.
Indah, tapi membingungkan
Entah sampai kapan dua hati ini akan saling menemukan
Hanya waktu yang menentukan
Soreang, 2025
