Perkenalkan, aku Shei. Filosofinya tidak menggunakan huruf kapital walaupun nama. Shei senang mencoba hal baru, Shei senang berkelana dalam dunianya yang penuh tanda tanya. Tanda tanya, ketidaktahuan, ketidakpastian.
“Aku ingin hidup dengan masa muda yang berisik dan usia senja yang tenang. Aku ingin mempersembahkan masa qmudaku kepada anak-cucuku kelak, dengan sejuta cerita yang mungkin tak akan habis dalam 1001 malam sekalipun.”
Shei menginjak dewasa. Langkah awal menuju pintu kehidupan, langkah awal untuk mengetahui apa arti kehidupan yang sebenarnya. shei tidak tahu apa-apa. Mulai bermunculan tanda seru yang menemani tanda tanya di dunia tempat Shei berkelana.
Ini.. apa? Shei tidak familiar dengan tanda seru itu. Apakah berbahaya?
Semuanya semakin abu-abu, Shei tidak bisa melihat, Shei tidak tahu apa yang harus dilakukan. Shei kebingungan.
Juga ketakutan.
Shei diam, seolah tenang. Berbanding terbalik dengan isi kepalanya. Apakah ini yang harus dilalui untuk menuju fase kehidupan selanjutnya? Memangnya.. semenakutkan ini ya?
Terkadang, Shei marah. Terlalu banyak bimbang, takut salah mengambil keputusan, lalu menyia-nyiakan kesempatan. Shei marah, namun pada siapa?
Terlalu banyak kedatangan, pun terlalu banyak kehilangan. Kegagalan pun tak kalah banyak dengan keberhasilan. Shei takut. takut, takut, takut.
Maka kini aku bukanlah Shei, aku tidak mengenal Shei di fase seperti ini. Siapa dia? Dia penakut, Shei tidak penakut, Shei tidak bingung, Shei tidak ragu. Aku tak mengenal Shei yang penakut.
“Apa yang Shei takutkan? Kenapa Shei menjadi seperti ini? Kemana Shei yang dulu selalu tampil paling depan, selalu mengambil semua kesempatan yang datang.”
Shei, kamu kemana?
Bangun, Shei. Aku mengerti, kamu tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, menyambut kegagalan, dan merayakan kepergian lagi, bukan?
Semua orang berproses, begitupun engkau. Tak masalah jika lebih lama, tak masalah jika banyak terpeleset.
Shei, lakukanlah segalanya seperti kamu bernafas. Menulislah seperti kamu tertidur, dan bermimpilah seperti kamu berkedip.
Shei, hidup terkadang memang sekeras itu.
Kembalilah menjadi Shei yang aku kenal. Sungguh, saat ini aku benar-benar tidak mengenalmu.
