Andri Sugani Saat Mendampingi Tim Bola Voli Indragiri di Ajang Danramil Cup 2025 (Sumber: Dokumen Pribadi)
Menjadi penduduk desa yang turut andil dalam proses pembangunan daerahnya adalah sesuatu yang sangat istimewa. Lagipun, menjadi manusia yang bermanfaat adalah harapan dan mimpi banyak orang, namun sangat sedikit yang menyadari bahwa bermanfaat tak harus menjadi orang mapan dan membagikan uang. Melibatkan diri dan berkontribusi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia di desa saja sudah termasuk dalam kontribusi besar.
Menjadi pemuda yang bekerja penuh untuk desanya bukan berarti ia menjual jasa, apalagi dengan tujuan untuk ditukar dengan banyak hal. Semua pekerjaan dan kerja kerasnya akan terbayar lunas ketika harapan dan mimpi yang dituangkan telah menjadi sesuatu yang berbuah baik dan positif. Jarang sekali pemuda yang bersungguh-sungguh mengabdikan diri pada tanah kelahirannya, mereka cenderung merantau mencari penghidupan dan hidup di kota.
Dari semakin sedikitnya pemuda yang bersedia membangun Sumber Daya di daerahnya, Andri Sugani adalah salah satunya. Andri Sugani adalah seorang tokoh pemuda di Dusun Susuru, Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Kecintaannya pada tempat tinggalnya telah ia tunjukan dengan melakukan berbagai hal yang bisa membangkitkan semangat para pemuda di sekitarnya, serta memberikan ruang positif bagi mereka.

Gani, sapaan akrabnya. Ia aktif di organisasi karang taruna desa, dan terlibat dalam banyak kegiatan kepemudaan di desa. Keterlibatannya cukup memberi pengaruh pada kemajuan pembangunan sumber daya manusia, dan berfokus pada olahraga, salah satunya Bola Voli.
Berkecimpungnya ia di dunia olahraga desa, telah ia buktikan melalui jejak-jejak yang pernah ditempuh. Gani pernah mengantarkan tim Bola Voli putri Desa Indragiri menjuarai Danramil Cup 2025. Gani konsisten mendampingi tim Bola Voli putri dan fokus meregenerasinya.
Salah satu momen yang terekam media adalah ketika ia mendampingi keenaman Pegasus, atau kini lebih dikenal sebagai Putri Perintis. Gani mendampingi tim asuhannya saat bertanding di ajang silaturahmi yang digelar oleh Pemuda Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2026 kemarin. Mereka menggelar sebuah acara pertandingan olahraga Bola Voli bertajuk silaturahmi, acara ini disebut sebagai salah satu langkah mempererat silaturahmi antar warga di Desa Indragiri.

Namun ajang ini tidak hanya bermakna silaturahmi, melainkan evaluasi dan unjuk bakat dari setiap dusun yang ada di Desa Indragiri. Ajang ini jadi upaya kecil untuk melihat sejauh mana pembentukan regenerasi Bola Voli di dusunnya masing-masing. Seperti yang diketahui, Desa Indragiri adalah salah satu desa yang membangun pemudanya melalui konsistensi pembentukan generasi olahraga Bola Voli.
Ajang silaturahmi yang digelar di Cilimus kali ini cukup mengesankan, karena menyuguhkan talenta-talenta baru yang siap membawa nama baik desa ke depannya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah generasi bola voli putri Desa Indragiri yang didominasi oleh remaja putri dari Dusun Susuru. Terbukti di gelaran partai final, kedua tim yang mereka kirimkan bertemu, dan diakhiri dengan kemenangan tim senior .
Tim yang berada dalam asuhan pelatih Andri Sugani ini berhasil menyajikan hiburan sore hari yang ciamik. Jual beli serangan terjadi, hingga selisih poin pun jadi sumber suara yang menegangkan. Partai final yang mempertemukan Susuru junior dan senior ini memperlihatkan adanya semangat yang membara beradu dengan jam terbang dan pengendalian emosi yang lebih matang.
Kedua tim berhasil menyajikan pertandingan yang bukan hanya menarik, tapi memberikan kesan di hati penonton. Meski Gani dalam penerapannya tidak selalu menemani anak-anak didiknya latihan setiap waktu, namun tak bisa dipungkiri penularan semangat dan caranya membangun alur pikir anak asuhnya saat bertanding cukup membuktikan bahwa pola yang dia bawa selalu berhasil. Uniknya bukan hanya terjadi pembaruan pada segi pemain, namun pola pengasuhan selalu disesuaikan dengan kemajuan jaman dan tigkat kecakapan masing-masing individu.

Pembangunan generasi olahraga di daerah tantangannya cukup kompleks, mulai dari keberagaman latar belakang dan tingkat kompetensi individu yang berbeda-beda dan tidak bisa di sama ratakan. Butuh kemampuan mumpuni dan pemahaman serta kesabaran yang ekstra dalam pengasuhannya. Belum lagi yang dilatih Gani adalah remaja putri yang regulasi emosinya harus didampingi.
Berbeda dengan kelas olahraga atau club yang pengasuhannya tertata, sistematis dan kelompok usia yang dipisahkan. Membentuk kelompok olahraga di daerah langkahnya cukup rumit, karena bukan hanya pengembangan bakatnya saja, pengasuh juga biasanya harus berurusan dengan interaksi sosial yang sewaktu-waktu harus diselesaikan sendiri. Atas kesulitan dan tantangan ini, Gani sering mengajak pemuda lain untuk turut bersama-sama membangun tim olahraga daerah dengan semangat dan daya gedor yang sama pula.

Tak heran saat didatangi penulis, Gani tidak datang sendirian. Ia membawa calon pengasuh lain yang semangatnya sudah sejalan dan selaras dengannya. Membangun dan membentuk generasi memang lekat dalam mimpinya. Bahkan ia mengungkapkan, jika seandainya dirinya bisa andil selamanya, dia akan selalu berusaha selamanya pula. Mendampingi mereka yang berpotensi, berkembang dan memiliki semangat untuk memajukan daerahnya.
Daya juang yang dimiliki Gani ini patut menjadi contoh bagi pemuda lain di generasi selanjutnya. Mengingat pembangunan Sumber Daya Manusia di desa adalah tanggung jawab bersama. Tidak harus menunggu inisiator datang untuk membenahi, tapi perubahan bisa datang dari diri kita sendiri dengan mengenali potensi diri serta ikut berpartisipasi untuk kemajuan daerah.
