Saat seseorang meninggal dunia, maka orang berbondong-bondong mengunjungi rumah duka sembari membawa beras. Di beberapa daerah di Idonesia hal ini masih melekat dalam tradisi masyarakat. Bukan tanpa alasan, inilah tiga makna mengapa masyarakat mengirim beras ke rumah keluarga duka.
Saat ada tetangga atau kerabat yang sakit, masyarakat Indonesia terbiasa mengirim bingkisan. Berupa makanan manis, buah-buahan, atau makanan yang disukai oleh kerabat yang sedang sakit. Namun jika ada yang meninggal, pernahkah anda melihat keluarga yang ditinggalkan dikirimi beras?
Solidaritas
Ketika tetangga meninggal, masyarakat akan bahu membahu membantu. Ketika para pria membantu mempersiapkan prosesi pemakaman, para wanita biasanya mendukung dengan cara membereskan rumah dan mempersiapkan tempat untuk kerabat jauh yang melaksanakan takziah. Tetangga lain menemui keluarga yang ditinggalkan, sambil menaruh sekantong beras di beranda rumah duka.
Orang yang sedang berduka perlu didukung, mereka yang sedang bersedih harus ditemani. Di Indonesia, masyarakat memberikan perhatian dimulai dari hal yang paling mendasar kebutuhan pokoknya sehari-hari. Karena pangan pokok bersumber dari beras, maka bentuk solidaritas ditunjukan melalui sumbangan beras.
Bentuk Dukungan
Jika mereka kehilangan anggota keluarga yang mungkin menjadi tulang punggung keluarga. Maka menyumbang beras, berarti kita menyediakan makanan pokok untuk mereka dalam beberapa waktu ke depan. Bisa jadi mereka yang ditinggalkan adalah perempuan dan anak-anak yang perlu perlindungan dan perawatan.
Beras yang dikirim tetangga bisa menjadi sumber utama, sebelum mereka bangkit menghidupi diri mereka sendiri.
Penghormatan
Memberikan sedikit bagian rezeki kita untuk tetangga yang sedang berduka adalah satu bentuk menghargai sesama manusia. Mereka sedang berduka dan membutuhkan bantuan kita. Selaku tetangga yang baik, kita harus menenangkan, menghibur dan menguatkan mereka.
Berikan pemahaman bahwa mereka menghadapi rasa duka ini tidak sendirian. Masih ada tetangga dan ada orang-orang yang dicintai. Walaupun mungkin rasa cintanya tidak sama seperti almarhum dan almarhumah, namun setidaknya tetangga hadir memberikan semangat pada mereka untuk melanjutkan hidup.
Di daerah kamu kalau ada tetangga yang meninggal, bagaimana menyikapinya?
Tidakkah sekarang seharusmya kita pun peduli untuk mengirimkan berkarung-karung kepada para korban bencana di Sumatera? Jangan pernah lewatkan semua informasi yang berkaitan dengan donasi kepada para korban. Mari berpartisipasi meski hanya seharga beras seenggaman.
