Samarinda, 30 Mei 2025 – Di tengah guyuran hujan dan genangan banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Samarinda, semangat lima tutor dari Kabupaten Paser tak padam. Mereka menempuh perjalanan berjam-jam demi satu tujuan mulia yakni terus belajar untuk meningkatkan kompetensi sebagai tutor pendidikan kesetaraan.
Empat pria yang dijuluki “Pendawa” dan satu perempuan tangguh yang disebut “Srikandi” dari tiga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Paser – PKBM Lentera Dunia, PKBM Mawar, dan PKBM Karya Mandiri – hadir dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Forum Tutor DPW ASTINA (Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional) Provinsi Kalimantan Timur pada 28–30 Mei 2025 di Hotel Mercure Samarinda.

“Kami datang ke sini bukan untuk jalan-jalan. Orang-orang mungkin sedang liburan akhir pekan, tapi kami memilih menuntut ilmu,” ujar Muhammad Solihin, S.Pd, Salah satu peserta tutor PKBM dari paser yang merupakan perwakilan dari PKBM Lentera Dunia.
“Kami mengikuti Bimtek ini dengan biaya mandiri. Tujuan kami cuma satu: belajar agar bisa meningkatkan kualitas pembelajaran dan mewujudkan tutor pendidikan kesetaraan yang profesional.”
Solihin juga menambahkan bahwa “Bimtek kali ini penting, bukan hanya untuk diri kami, tetapi juga untuk lembaga dan masyarakat tempat kami mengabdi. Ilmu yang kami peroleh akan kami terapkan untuk meningkatkan mutu PKBM di Paser. Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan kesetaraan di Kabupaten Paser mengalami perkembangan pesat beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan progresif yang diterapkan oleh Kabid PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Paser, Bapak Sukardi, S.Ag., yang memberikan ruang dan dukungan luas terhadap PKBM dalam pengelolaan program kesetaraan.
“Dukungan dari Kabid PNF sangat besar. Beliau sangat terbuka terhadap inovasi dan terus mendorong para pengelola dan tutor untuk berkembang,” jelas Solihin.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa hal ini juga selaras dengan visi dan komitmen Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paser, Bapak M. Yunus Syam, S.Pd., M.Si., dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Paser.
“Pak Kadis sangat peduli terhadap pendidikan kesetaraan. Beliau menyadari bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal, tapi juga di jalur nonformal yang menjangkau kelompok-kelompok marjinal,”
Solihin yang merupakan tutor sekaligus kepala PKBM Lentera Dunia, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembentukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASTINA Kabupaten Paser. Menurutnya, forum ini penting sebagai wadah komunikasi, advokasi, dan pengembangan profesi bagi para tutor pendidikan kesetaraan di tingkat kabupaten.
“Saat ini, forum tutor kesetaraan mati suri, kegiatan dan kepengurusannya tida berjalan. Padahal forum ini sangat strategis untuk memperjuangkan aspirasi para tutor, meningkatkan kapasitas mereka, dan memperkuat sinergi dengan pemangku kebijakan,” ujar Solihin penuh harap.
Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Paser dapat mendampingin dan memfasilitasi terbentuknya DPD ASTINA di Kab. Paser serta dapat memotivasi dan memberi ruang bagi seluruh para tutor untuk melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) sebagai langkah awal pembentukan organisasi tersebut. “Jika forum ini terbentuk, maka akan banyak program peningkatan kualitas tutor yang bisa digarap secara lebih terorganisir dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua DPW ASTINA Kalimantan Timur, Bapak Agus Suprianto, S.Hut., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Bimtek kali ini merupakan agenda rutin tahunan yang melibatkan kerja sama erat antara DPW ASTINA Provinsi Kaltim dan DPD ASTINA dari kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas tutor, tetapi juga sebagai wahana silaturahmi, konsolidasi, dan pertukaran pengalaman antar-tutor se-Kaltim,” ujar Agus.
Tema besar bimtek tahun ini “Wujudkan Tutor Pendidikan Kesetaraan Profesional dengan Peningkatan Kompetensi Teknis Pembelajaran Interaktif.” Imbuhnya.

Sebagai narasumber utama dalam Bimtek ini, panitia menghadirkan Drs. Eko Fauzi Pranyono, M.Pd., seorang praktisi sekaligus akademisi senior dalam dunia pendidikan nonformal. Dalam paparannya, Fauzi mengupas tuntas strategi pemetaan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) dan pengorganisasian pembelajaran pendidikan kesetaraan yang efektif dan sistematis.
Beliau menekankan pentingnya pemahaman tutor terhadap struktur SKK sebagai fondasi dalam menyusun modul dan kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan warga belajar.
“Pendidikan kesetaraan bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi soal memahami konteks, kondisi sosial, dan kebutuhan individu warga belajar. Tutor harus menjadi fasilitator, mentor, dan inspirator,” terang Fauzi di hadapan 45 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
***
( Berita ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Empat Pendawa Dan Satu Srikandi: Tutor Kesetaraan Kab. Paser Turun Gunung Demi Profesionalisme Tutor Kesetaraan”,)
