Ilustrasi gambar (Imad Alassiry/Unsplash)
Pembaca, pernahkah merenung bahwa semua yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik dari Allah. Ya, semua takdir adalah baik. Hanya kita yang kerap memberikan nilai yang buruk karena kadar keimanan kita yang masih tipis.
Semua yang Allah timpakan kepada kita tentu bukan tanpa sebab. Seperti sebuah bersin pun itu dihadirkan untuk membuang virus-virus yang ada dalam diri kita. Makanya mengapa kita harus mengucapkan alhamdulillah ketika bersin, itu semata karena memang Allah telah menolong kita mengeluarkan virus yang menyebabkan penyakit tumbuh dalam tubuh kita.
Banyak dari kita mungkin menyalahkan keadaan. Mengapa kita menjadi miskin, mengapa kita terlahir dari sepasang orang tua yang sekarang, mengapa kita tidak berjodoh dengan si A yang wajahnya cantik/tampan?
Mengapa kita ditakdirkan menjadi orang yang berparas biasa saja tidak menjadi elok rupawan? Bukankah jika kita cantik/tampan kita bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan? Mungkin lebih mudah menjadi populer dan menjadi artis barangkali?
Sekali lagi kita harus yakin bahwa tidak ada satupun yang menimpa kita yang berasal dari Allah tanpa suatu alasan. Dan tentunya pasti itu merupakan yang terbaik untuk kita sebagai makhluk-Nya.
Ada Seorang perempuan bersedih ketika berpisah dengan suaminya. Keluarga yang dibinanya hancur karena perceraian. Perempuan itu tidak berhenti menyesali keadaannya karena merasa malu menjanda, merasa sulit mencari penghidupan tanpa suami. Namun lihatlah, beberapa tahun kemudian Allah tunjukkan bahwa takdir yang Allah timpakan tidaklah sia-sia. Setelah ia berpisah, kehidupan baru yang lebih indah menyapanya. Perempuan itu memiliki suami yang lebih lembut, perhatian dan tidak banyak menuntut.
Kejadian berikutnya yang mungkin akan membuat kita begitu bersyukur atas apa yang tengah terjadi pada diri kita adalah sebuah kisah tentang laki-laki salih yang senantiasa memohon kepada Allah agar ditakdirkan menikah dengan perempuan cantik yang diinginkannya. Setiap hari ia tidak pernah lupa berdoa memohon kepada Allah untuk dijodohkan dengan perempuan itu. Sampai pada akhirnya ia bisa melamar perempuan itu untuk dinikahi. Namun apa yang terjadi, ternyata beberapa saat sebelum hari pernikahan perempuan itu malah membatalkan pernikahan secara sepihak. Dan tidak lama kemudian perempuan itu menikah dengan lelaki yang dipilihnya.
Lelaki salih itu patah hati. Hatinya begitu sakit. Namun apa boleh buat, ia tidak mungkin lagi berdoa meminta agar perempuan yang disukainya itu dipisahkan dengan suaminya. Ia hanya pasrah kepada allah.
Namun ada keajaiban yang benar-benar disyukuri oleh lelaki salih itu, ternyata di bulan-bulan pertama pernikahan kekasihnya itu, ie mendengar bahwa perempuan yang dicintainy aitu mengidap kanker payudara dan harus diangkat. Dalam waktu yang sangat singkat perempuan itu tidak memiliki payudara lagi.
Itulah keajaiban dari Allah. Kadang menyelamatkan kita dari keburukan kita ditimpa sesuatu yang menurut kita buruk dan menyakitkan. Siapa tahu jika lelaki salih itu menikah dengan perempuan yang dicintainya maka ia akan merasakan kesedihan yang lebih pedih lagi dibandingkan karena ditinggal menikah waktu itu. Ia akan menyaksikan istrinya sakit berkali-kali bahkan mungkin akan jauh lebih sakit ditinggalkan mati olehnya.
Jadi mulai sekarang, mari terus belajar untuk menerima, mensyukuri dan terus berprasangka baik kepada Allah bahwa apapun takdir yang terjadi pada hidup kita semuanya adalah yang terbaik dari-Nya.
Wallahualam.
