Ilustrasi Hari Kasih Sayang
Tahun 2025 ini sudah mulai berjalan dan terasa cepat, sekarang kita tengah melewati bulan Februari. Di hari ini 14 Februari, beberapa orang diantara kita sering merayakannya sebagai hari kasih sayang. Mereka melewatinya dengan penuh kebahagiaan, dan biasanya mereka saling memberikan hadiah.
Semua orang saling mengatakan kalimat cinta, mengungkapkan perasaan yang biasanya hanya dipendam, dan mungkin mengatakan segala sesuatu yang selama ini mereka rahasiakan. Bisa jadi selama ini, ada yang telah berkeluarga tapi masih minim waktu untuk berterus terang kepada pasangan masing-masing. Hari kasih sayang ini, identik dengan merayakan bersama pasangan.
Tak sedikit yang memilih hari ini sebagai hari yang spesial dan dipakai untuk melaksanakan ikatan resmi, seperti pertunangan dan pernikahan. Namun, kasih sayang baiknya tidak hanya dirayakan sesekali. Kasih sayang bisa dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja.
Bukan hanya dalam wujud pemberian hadiah, dan mengatakan kata cinta, tapi kasih sayang bisa melalui apapun, termasuk perbuatan. Ustadz Felix Siauw dalam perjalanan dakwahnya pernah menceritakan suatu tulisan yang isinya begini, “Cinta itu punya banyak pintu, ada rasa sayang dan berbagai macam di dalamnya, tapi pintu terbaiknya adalah rasa kasihan. Karena kasihan ini, adalah perasaan yang paling luar biasa, kenapa? Karena ia tidak berkaitan dengan fisik sama sekali, kasihan sendiri adalah wujud cinta Allah kepada manusia.”
Kalimatnya singkat memang, dan mungkin banyak orang mengatakan itu sepele. Namun, patut direnungi oleh diri kita dalam-dalam. Kita bisa merasakan bahwa rasa kasihan dan iba dari diri kita itu, nyatanya murni berasal dari nurani kita yang paling dalam.
Berarti memang benar, bukan hanya memberikan hadiah dan mengapresiasi seseorang, tetapi melakukan hal baik di sekitar pun itu sudah mewujudkan kasih sayang yang sangat besar. Contohnya berbagi makanan dengan tetangga meskipun sedikit, dan menolong saudara yang sakit meski hanya mengantarkan ke klinik. Itu semua berasal dari nurani kita, yang tanpa disadari kita telah melakukan praktiknya.
Bukan hanya tanggal ini saja kita melakukan kebaikan kepada sekeliling kita, baiknya setiap waktu. Asah hati kita untuk melakukan dan menebar kasih sayang kepada orang-orang terdekat kita. Ada satu hal pula yang terlupa bagi diri kita, bahwa merayakan kasih sayang tidak harus dengan orang lain, melainkan dengan diri kita sendiri.
Apakah kita sudah mengapresiasi diri sendiri? Apakah kita sudah menghargai dan berterima kasih terhadap diri sendiri? Apa kita telah mengasihani diri sendiri?
Kita yang pantas membeli barang-barang yang disuka, pantas berada di tempat yang tenang dan nyaman, pantas memakai pakaian yang membuat kita percaya diri. Kadang kita lupa bahwa mencintai diri sendiri adalah bentuk dari kasih sayang dan perlu juga dirayakan. Kita juga butuh waktu untuk berbicara dengan diri sendiri.
Seandainya kamu pernah memikirkan, “Apakah orang lain bosan melihatku memakai pakaian yang itu itu saja?” Atau, “Apakah orang tak nyaman melihat aku tidak menggunakan makeup sehari-hari?”
Kalau iya, berarti kamu nggak percaya sama diri kamu sendiri, padahal asal kamu nyaman dan cinta pada diri kamu yang apa adanya, itu sudah jadi bagian dari dirimu. Ketika kamu nyaman dengan keputusan tidak banyak membeli pakaian, itu sudah merupakan bagian dari dirimu. Yuk, sekali lagi kita rayakan kasih sayang terhadap orang-orang di sekeliling kita, kapan saja di mana saja.
Sebelum menebarkannya kepada orang lain, penuhi dulu hatimu dengan kasih dan sayang yang lebih luas. Caranya dengan mengisi tangki cintamu dengan menenangkan dirimu sendiri, apresiasi diri sendiri. Karena kasih dan sayang akan mengalir dengan sendirinya setelah dirimu cukup, tenang dan ikhlas.
Kasihi dan sayangi diri sendiri, lalu tebarkan pada orang lain.
