Memiliki rumah ke dua saat berada di negara orang menjadi salah satu kebruntungan bagi para perantau khususnya Pekerja Migran Indonesia di Taiwan. Seperti cerita dari Komunitas Pendaki Indonesia di Taiwan, yang tergabung dalam Komunitas BaseCamp Adventure. Komunitas menjadi wadah untuk banyak pendaki Indonesia untuk saling berkumpul, sharing cerita dan ilmu seputar pendakian di Taiwan.
Pada awalnya Komunitas BaseCamp Adventur dibentuk karena keinginan sederhana untuk menyatukan teman-teman terutama yang memiliki kecintaan terhadap alam dan juga kegiatan outdoor. Keinginan sederhana untuk membangun hubungan persaudaraan ini kemudian menjadi sangat emosinal.
Bukan hanya tentang mendaki gunung atau menjelajahi alam, hubungan yang erat ini telah membangun rumah yang hangat untuk mereka yang kemudian saling mendukung, berbagi ilmu, berbagi pengalaman dan juga menciptakan keluarga baru disetiap perjalanan dan petualangannya.
“BaseCamp Adventure dibentuk pada bulan Juni 2016, terbentuk karena sering kumpulnya kita yang kebetulan dalam satu circle merupakan teman masa kecil. Yang selalu berkumpul di salah satu titik yang sama sehingga kemudian kami menyebutnya sebagai Base Camp/BC. Jadi sebelum kami pergi untuk berpetualang, dan setelah kami pulang dari berpetualang, kami selalu berkumpul di titik kumpul yang sama, maka kemudian tercetuslah menjadi Team yang kami sebut dengan nama BaseCamp Adventure.” ujar Abdoel (Ketua Komunitas Base Camp Adventure)
Selain kegiatan pendakian gunung, BaseCampe Adventure juga membuat program atau kegiatan rutin yang sering dilakukan, juga mengajak pendaki-pendakı lain untuk ikut dalam partisipasi kegiatan tersebut.
Kegiatan itu di antaranya adalah seperti Kegiatan Internal dan Rekreasi Komunitas. Kegiatan Adventure dan Trip Bersama yang cukup santai dan juga cukup inklusif untuk Team BaseCamp, Sobat BC ataupun teman-teman pendakı pemula seperti Hiking, Open Trip, Mountainerring, Paintball, maupun Wisata Budaya dan juga Progaram Melestarikan Lingkungan
Sistem manajemen keselamatan juga perlu diutamakan. Misalnya fase tanggap darurat. Ini adalah pertolongan pertama yang menggunakan kotak P3K yang sudah siap dibawa setiap anggota. Pemberitahuan darurat alert, tim dapat mengirimkan sinyal bantuan, misalnya dengan menggunakan teknologi seperti telepon satelit.
Emergency Position Indicating Radio Beacom (EPIRB), atau bisa juga menggunakan Radio Komunikasi (HT) ke Frekuensi pos Registrasi/BaseCamp, melalui manusia. Namun jika terjadi kendala sinyal, pendaki yang masih terbilang aman secara fisik bisa dapat turun ke pos atau mencari lokasi sinyal berada untuk dapat melaporkan ke koordinat dan memberitahukan bagaimana kondisi korban dan cara lain untuk tanggap dalam keselamatan seperti Aktivasi Operasi SAR (Search and Rescue).
Proses evakuasi, dan penanganan medis lanjutan, misalnya asuransi pendakian di Taiwan, tentu saja perlu memiliki izin atau mengikuti prosedur perizinan pendakian (Entry Permit) sebelum mendaki gunung di Tarwan. Setiap pendaki wajib mendapatkan izin resmi.
Di Indonesia izin ini biasanya disebut SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi).
Secara umum alur pengajuan dapat dilakukan dengan secara online atau bisa juga offline. Pendaki dapat mendaftar melalui website http://hike.taiwan.gov.tw atau bisa datang langsung di pos registrasi Taiwan, pos BaseCamp untuk gunung di Indonesia.Â
Seiring berjalannya waktu BaseCamp Adventure telah menjadi wadah untuk pendaki Indonesia yang berada di Taiwan. Awalnya ingin menyatukan teman masa kecil untuk tetap dekat dan dapat menikmati moment bersama, Namun kini, BaseCamp Adventure membuka pintu untuk siapapun. Semua berhak tahu keberadaan Komunitas ini.
Target utama yang dipegang oleh Komunitas BaseCamp Adventure adalah orang-orang yang sadar akan team, berjiwa sosial, dan memiliki tanggung jawab. Orang yang dapat memiliki rasa ingin belajar, serta rendah hati.
Tidak hanya mencintai pendakian, tetapi harus memiliki sikap yang jujur, tulus, dan peduli satu sama lain antar team. Sehingga kemudian pendakian menjadi lebih asyik saat dilakukan bersama. Apa lagi jika libur panjang sudah tiba. Personil dapat berdiskusi dan saling bertanggung jawab dengan perannya masing-masing saat mendaki bersama sebagai tim.
Dengan begitu BaseCamp bukan hanya menjadi Komunitas yang berkumpul hanya sekedar hobi, tapi bagaimana kegiatan pendakian dapat membangun persaudaraan di negara Taiwan. Sama-sama berbagi ilmu bagaimana pendakian dapat sukses dengan mulai latihan fisık, olahraga, atau melatih pendakian dari gunung-gunung bagi pendaki pemula.
BaseCamp Adventure menjadi rumah kedua untuk Komunitas pendaki lainnya. Mewujudkan komunikasi yang baik dan sehat, tidak ada perbedaan status, dan asal daerah. Tidak ada istilah senior dan junior. Semua dianggap sama oleh Komunitas BaseCamp Adventure.
Mengingat kebanyakan dari mereka adalah Pekerja Migran yang jauh dari keluarga, anak, atau orang tua BaseCamp ingin membangun hubungan untuk saling menguatkan. Menjadikan pendakian sebagai healing untuk melihat alam yang indah sembari sama-sama bersykur dan mengingat betapa sempurnanya alam ciptaan Tuhan.
