Tanaman hoya berbunga putih (foto: Vladimir Argenta/Unsplash)
Entah ini kebetulan atau bagaimana, memiliki hobi berburu tanaman unik dan membawanya pulang ke rumah sudah menjadi kebiasaan saya. Beruntung, suami juga mulai menyukai tanaman. Jadi, ketika menemukan tumbuhan yang bentuknya tidak biasa, kami sering kali tergoda untuk membawanya pulang dan mencoba menanamnya di rumah.
Siapa sangka, salah satu tanaman yang kami bawa dari hasil jalan-jalan ke sungai ternyata merupakan tanaman hias yang hari ini sedang naik daun. Namanya hoya.
Mengenal Tanaman Hoya yang Sedang Naik Daun
Beberapa waktu lalu, saat menonton tayangan YouTube, kami melihat pembahasan tentang tanaman hoya yang sedang populer di kalangan pencinta tanaman hias. Kami memang senang menyimak tutorial atau video yang membahas berbagai jenis tumbuhan, apalagi jika ada tanaman unik yang belum kami kenal namanya.
Kami langsung tercengang dan berseru, “Oh, ini namanya hoya!”
Begitulah kira-kira reaksi kami saat itu, sambil memandangi tanaman yang selama ini tumbuh di rumah dengan mata berbinar senang.
Saya mencoba mencocokkan ciri-ciri tanaman dalam video dengan tumbuhan yang pernah kami temukan di pinggir sungai. Saya juga teringat pernah melihat tanaman serupa ketika masih sering menjelajahi hutan di Ciamis bersama ayah.
Setelah memperhatikan bentuk daun dan kebiasaan tumbuhnya, kami menduga bahwa tanaman yang kami miliki memang hoya. Meski begitu, saya masih ingin memastikan jenis atau spesiesnya karena hoya memiliki banyak varietas dengan ciri yang berbeda-beda.
Tentu saja, senang sekali mengetahui nama tanaman yang selama ini kami rawat tanpa benar-benar tahu identitasnya.
Tanaman hoya dikenal dengan sebutan wax plant atau tanaman lilin. Julukan ini berkaitan dengan daun dan bunganya yang pada banyak jenis terlihat tebal, mengilap, dan seolah-olah dilapisi lilin. Bunganya pun memiliki bentuk yang khas, bahkan beberapa jenis mengeluarkan aroma harum yang mengingatkan pada melati atau aroma manis lainnya.
Tidak heran jika hoya semakin diminati sebagai tanaman hias. Selain bentuknya menarik, tanaman ini juga relatif mudah dirawat setelah kebutuhan tumbuhnya dipahami. Namun, kebutuhan cahaya, kelembapan, dan media tanamnya tetap perlu disesuaikan dengan jenis hoya yang dipelihara.

Menemukan Hoya di Pinggir Sungai yang Masih Rimbun
Tanaman hoya yang kami bawa pulang tumbuh menumpang pada pohon beringin besar di pinggir sungai. Kawasan tersebut masih cukup rimbun, menyerupai hutan kecil yang jarang tersentuh manusia.
Bahkan, beberapa tetangga sempat memperingatkan kami agar tidak bermain ke sana. Katanya, di kawasan itu terdapat sumber air dan jarang dilewati orang.
Namun, namanya juga penyuka tanaman unik. Rasa penasaran kadang lebih besar daripada rasa takut. Kami pun nekat menjelajahi kawasan tersebut dan menemukan tumbuhan yang menarik perhatian.
Ternyata, keputusan membawa pulang tanaman itu menjadi pengalaman yang menyenangkan hingga hari ini.
Secara alami, banyak jenis hoya tumbuh sebagai epifit, yaitu menempel pada batang atau cabang pohon lain. Meski menumpang, tanaman epifit tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpanginya seperti tanaman parasit. Hoya memanfaatkan tempat tersebut sebagai penopang, sementara kebutuhan air dan nutrisinya diperoleh dari lingkungan sekitar.
Habitat alaminya beragam, mulai dari hutan tropis yang lembap hingga kawasan dengan kondisi cahaya dan sirkulasi udara tertentu. Sebagian jenis tumbuh merambat di antara pepohonan, sehingga keberadaannya terkadang luput dari perhatian orang yang melintas.

Tanaman Hoya Tumbuh di Dinding Kolam Ikan
Awalnya, kami masih bingung bagaimana cara menanam hoya yang ditemukan di pinggir sungai itu.
Suami kemudian menyimpannya di sebuah pot batu yang sengaja dibuat pada dinding relief kolam kecil ikan kami. Kolam ikan koi tersebut sampai sekarang bahkan belum dicat, karena niatnya memang akan dibiarkan sampai lumut alami tumbuh di sana.
Hoya itu diletakkan begitu saja dengan sedikit tanah, cocopeat, dan serbuk sisa pakis. Kami memperlakukannya hampir seperti ketika mencoba menanam pakis sebelumnya. Tidak ada perlakukan istimewa hanya menempatkannya di lokasi yang teduh dan menyiramnya ketika diperlukan.
Ternyata, tanaman itu tetap tumbuh. Sulurnya perlahan memanjang daunnya bertambah banyak. Kebahagiaan saya bertambah setelah mengetahui bahwa tanaman yang selama ini kami rawat ternyata termasuk hoya, tanaman hias yang sedang banyak dibicarakan.
Sekarang, saya semakin penasaran dan akan dengan saabar menunggu saat tanaman ini berbunga. Semoga ke depan saya pun menemukan jenis hoya lain untuk koleksi, karena masih ada beberapa hoya cantik lainnya.
