Seluruh Peserta Berfoto Sebelum Pembukaan Acara Dimulai (Sumber: Dokumen Desa/ KKN IMA Kota Banjar)
Minggu 9 Agustus 2026 Desa Indragiri sukses menggelar Perlombaan senam Waringkas yang diikuti oleh tujuh tim perwakilan setiap RW dari seluruh Dusun di Desa Indragiri. Perlombaan senam antar RW se-Desa Indragiri ini, digalakan sebagai salah satu usaha bidang PKK yang bertujuan untuk mewadahi potensi sumber daya manusia, terutama pemberdayaan perempuan. Acara ini digelar untuk memeriahkan dan merepresentasikan semangat juang dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 81 di tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi satu gambaran kecil bahwa esensi berjuang bisa dilakukan di segala bidang kehidupan, termasuk dalam berkompetisi. Meskipun kompetisi skup kecil di daerah dan hanya di tingkat desa, namun antusiasme peserta sangat tinggi. Sebelum dijadikan materi perlombaan, senam Waringkas ini di kampanyekan dan diperkenalkan oleh Rian Nur Arianti S.KM. selaku pembina Prolanis di Desa Indragiri.
Meski telah populer di Jawa Barat, namun masyarakat Desa Indragiri masih terbilang awam dengan ritme dan gerakan yang ditampilkan. Karena senam ini dikampanyekan saat pelaksanaan Prolanis, maka populer di masyarakat Desa Indragiri sebagai senam Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Senam ini biasa dilakukan saat kegiatan Prolanis seminggu sekali, dan dibimbing perlahan oleh Bu Riri, begitu biasa Bu Rian disapa.
Senam Waringkas menjadi ciri khas tersendiri saat Bu Riri membimbing peserta Prolanis.
Sebelum dimulainya perlombaan di hari Minggu, mula-mula digelar senam pagi sebagai pemanasan sebelum memasuki GOR yang menjadi arena perlombaan. Senam pagi bertujuan untuk memberikan pemanasan bagi peserta. Selain itu, senam pagi bersama bisa mempererat persaudaraan dan memberi kesan harmonis antar RW.
Mengingat senam Waringkas sendiri memiliki durasi kurang lebih 12 menit, sehingga sedikit banyak tubuh para ibu harus siap sebelum melaksanakan senam. Perlombaan ini terlihat semakin semarak ketika busana yang dikenakan oleh setiap RW di dusun masing- masing-masing terlihat sangat kreatif. Ada yang menggunakan busana nasionalis, dengan menempelkan aksen merah putih di pakaiannya.

Ada yang memadupadankan pakaian tradisional dengan mengkreasikannya menggunakan jarik, dan ada yang menampilkan nuansa Manuk Dadali sebagai simbol kekuatan Jawa Barat. Tepatnya tim dari Dusun Susuru yang menggunakan bandana bulu, yang memberikan kesan eksotik. Setiap kelompok senam menunjukkan kreasinya masing-masing, dimulai dari cara mereka berpakaian, menyampaikan salam, hingga beradu yel-yel sebagai bentuk semangat.

Setelah melaksanakan lomba, peserta mengikuti acara hiburan dengan melakukan lomba joget yang diikuti oleh seluruh peserta. Hal menarik terjadi ketika panitia memberikan apresiasi terhadap dusun yang mampu memboyong masyarakat dan mengirim tim terbanyak. Penghargaan ini diraih oleh Cilimus dan Susuru, karena mereka dianggap sanggup menunjukan kontribusi maksimal dengan mengirimkan tim sebanyak dua tim.

Dusun ini diapresiasi karena mereka mengirim lebih dari satu tim pada saat pelaksanaan perlombaan. Perlombaan senam sendiri dinilai oleh juri yang kompeten. Diantaranya, Bidan Desa Nani Mulyani, S.Keb.Bdn., bersama Rian Nur Arianti S.KM sebagai pembina Prolanis Indragiri, didampingi H. Iim Ruhimat, S.Kep.,Ners. S.KM selaku Kepala Puskesmas Panawangan.
Keserasian gerakan dengan ketukan, keseragaman dan kekompakan menjadi bagian krusial. Selain itu banyak lagi aspek-aspek yang mendukung penilalian dalam perlombaan senam Waringkas ini. Setelah acara selesai, Andri Sugani sebagai pembawa acara dalam kegiatan perlombaan senam ini, menutup acara dengan memberikan kesempatan kepada pihak juri untuk menyampaikan jumlah nilai yang telah diakumulasi.
Bu Riri sebagai perwakilan juri memberikan pengumuman bahwa semua peserta mendapatkan apresiasi dari panitia.
Diumumkan setelahnya bahwa pemenang perlombaan senam Waringkas tahun 2026 ini dimenangkan oleh salah satu tim dari Dusun Cilimus. Hal ini semakin menandakan bahwa Cilimus adalah rival yang tidak main-main. Dusun ini dari tahun ke tahun sering menjuarai banyak hal bidang perlombaan, tentunya didorong dengan persiapan warganya yang matang dan maksimal.

Meski begitu, sama sekali tidak melunturkan semangat peserta lain dari RW dan Kampung lain. Lomba ini diwarnai sportivitas dan dukungan yang hangat antar peserta. Mereka hanya bertanding antar dusun, selepas dari arena, tali persaudaraan nampak jelas terikat diantara mereka.
Senam ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran. Seperti namanya sendiri, Waringkas dalam bahasa Sunda yang berarti bugar dan menyehatkan. Waringkas ini sukses dikampanyekan di Desa Indragiri sebagai senam yang mulai masuk ke dalam masyarakat desa.
Desa Indragiri sukses menggelar senam ini sebagai bentuk kampanye kesehatan, pemberdayaan perempuan sekaligus ajang pertunjukan prestasi bagi warga di desa. Meskipun skalanya kecil dan melawan RW lain di dalam desa, namun persiapan dan keseriusan peserta tidak main-main. Mereka benar-benar mempersiapkan segalanya, mulai dari persiapan pakaian hingga keseragaman gerakan.
Bu Riri sendiri pun menyampaikan bahwa memang tidak mudah mempelajari senam Waringkas ini. Apalagi masyarakat awam seperti masyarakat di desa. Namun apresiasi untuk semua peserta yang telah diberikan pihak panitia, membuat masyarakat semakin semangat.
Senam Waringkas Jabar, kini sudah melekat di hati masyarakat. Melalui cara ini, diharapkan masyarakat bisa sehat dan mengaplikasikannya seterusnya di dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga diharapkan pula masyarakat akan sehat secara fisik dan mental.
