Siapa sangka tanaman dengan untaian daun mungil yang menjuntai cantik ini memiliki banyak nama. Ada yang mengenalnya sebagai kaktus anggur, ada pula yang menyebutnya air mata ibu. Sementara di kalangan pecinta tanaman hias, nama ilmiahnya adalah Sedum morganianum, dan di beberapa daerah tanaman ini juga populer dengan sebutan ekor keledai (burro’s tail).
Namun apapun namanya, tanaman ini selalu berhasil mencuri perhatian. Bentuknya yang unik membuat saya begitu antusias untuk menanamnya di teras rumah.
Mengenal Kaktus Anggur yang Menawan
Konon, Sedum morganianum berasal dari daerah pegunungan di Meksiko yang memiliki iklim hangat dan cukup lembap. Sesuai dengan habitat aslinya, membuat tanaman ini menyukai tempat yang terang dengan paparan sinar matahari yang cukup. Akan tetapi tidak tahan terhadap guyuran hujan deras secara terus-menerus.
Keunikan kaktus anggur terletak pada batangnya yang menjuntai dengan bulir-bulir daun hijau menyerupai untaian buah anggur. Ada pula yang menganggap bentuknya mirip tetesan air sehingga masyarakat di daerah saya lebih akrab menyebutnya air mata ibu.
Jika dirawat dengan baik, untaian batangnya dapat tumbuh hingga sepanjang 60–90 sentimeter. Semakin panjang batangnya, tampilannya semakin cantik sehingga sangat cocok dijadikan tanaman gantung di teras, balkon, maupun sudut rumah.
Tanaman Cantik yang Mudah Rontok
Di balik tampilannya yang indah, ekor keledai memiliki satu kelemahan, yaitu daunnya sangat mudah rontok.
Saya sendiri berusaha menempatkannya di lokasi yang aman, jauh dari lalu-lalang orang. Sedikit saja tersenggol, beberapa bulir daunnya bisa langsung terlepas. Karena itu, tanaman ini sebaiknya digantung atau ditempel di dinding agar tidak sering tersentuh.
Meski demikian, saya tidak terlalu khawatir ketika ada daun yang rontok karena justru daun-daun tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai bibit tanaman baru.
Cocok untuk Pemula yang Baru Belajar Berkebun
Menurut saya, kaktus anggur merupakan salah satu tanaman hias yang sangat ramah bagi pemula. Perawatannya tidak rumit, tidak membutuhkan penyiraman setiap hari, dan relatif mudah diperbanyak.
Karena termasuk jenis kaktus yang tidak perlu banyak air, penyiraman satu kali sepekan pada musim kemarau sudah cukup untuk membuat tanaman ini tumbuh baik.
Cara memperbanyaknya pun sangat sederhana. Kita bisa memotong batangnya lalu ditancapkan ke media tanam hingga keluar akar baru. Selain itu, bulir daunnya juga bisa diletakkan begitu saja di atas media tanam. Meskipun menanam dari bulir daun terbilang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi dengan sedikit kesabaran akan muncul akar kecil diikuti tunas baru yang perlahan tumbuh menjadi tanaman muda.
Saya sendiri sangat menikmati prosesnya. Banyak bulir daun yang jatuh dan saya simpan di pot begitu saja. Dengan perlahan tanaman baru pun muncul. Keci, mungil sangat cantik.
Pengalaman Pertama Menanam Air Mata Ibu
Saya mulai memiliki tanaman ini setelah berkunjung ke rumah saudara yang halaman rumahnya dipenuhi berbagai tanaman hias. Di salah satu sudut, saya melihat pot berisi air mata ibu yang menjuntai sangat rimbun.
Melihat saya begitu tertarik, beliau langsung memotong satu batang dan memberikannya kepada saya.
“Ini bisa dipotong-potong lagi supaya jadi banyak,” katanya sambil tersenyum.
Sesampainya di rumah, saya segera menanamnya ke dalam pot. Awalnya saya menggunakan media tanah karena memang mudah didapat. Namun setelah mempelajari karakter tanamannya, saya mengetahui bahwa Sedum morganianum juga sangat cocok ditanam menggunakan sekam bakar atau campuran media yang ringan dan porous.
Sekam bakar menjadi media yang lebih ringan, terutama bila tanaman dijadikan tanaman gantung. Saat media terlalu berat dan basah setelah disiram, bobot pot akan semakin besar sehingga membebani batang-batang tanaman yang menjuntai.
Ukuran Daun Dipengaruhi Kondisi Tanaman
Selama merawat kaktus anggur, saya memperhatikan caranya tumbuh. Termasuk adanya perbedaan ukuran bulir dan batang antara pot satu dan lainnya.
Ternyata, tanaman yang masih memiliki sedikit batang biasanya menghasilkan daun yang lebih besar, bulat, dan tampak berisi. Sebaliknya, tanaman yang sudah sangat rimbun dengan banyak cabang cenderung memiliki bulir daun yang lebih kecil karena nutrisi harus terbagi ke lebih banyak batang.
Pengamatan sederhana ini membuat saya semakin menikmati proses merawat tanaman. Setiap pertumbuhan baru selalu memberikan pengalaman yang berbeda. Ternyata, kondisi media tanam, nutrisi, serta kepadatan tanaman sangat mempengaruhi penampilannya.
Kaktus anggur, bagi saya bukan hanya tanaman hias yang mempercantik rumah. Sedum morganianum menjadi salah satu tanaman favorit yang selalu saya rekomendasikan bagi siapa saja yang ingin mulai menekuni hobi berkebun.
Apakah Anda mau mencobanya juga?
