Kecil, mungil, tetapi begitu cantik. Warna merahnya yang mencolok langsung menarik perhatian. Itulah gambaran seekor kumbang koksi atau yang lebih sering kita kenal sebagai kepik.
Pagi tadi, saat hendak menjemur pakaian, tanpa sengaja pandangan saya tertuju pada benda kecil berwarna merah yang menempel di ranting pohon beringin varigata dalam pot. Awalnya saya hanya sekilas melihatnya, tetapi setelah diperhatikan ternyata itu adalah seekor kepik.
Alih-alih melanjutkan aktivitas menjemur pakaian, saya justru bergegas mengambil ponsel. Saya khawatir si kumbang mungil itu akan terbang pergi sebelum sempat diabadikan. Kesempatan melihat kepik di sekitar rumah rasanya sudah sangat jarang terjadi.
Dengan sangat hati-hati saya berusaha memotret dengan fokus yang tepat demi mendapatkan foto terbaik hewan yang tubuhnya kurang dari satu senti tersebut.
Semangat Mengamati Fauna di Sekitar Rumah
Sejak mengikuti topik lestariana tentang ruang hijau yang tersisa, saya menjadi semakin bersemangat untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Saya akan berusaha mengingat, mencatat dan menuliskan berbagai penemuan fauna di sekitar tempat tinggal. Kehadiran satwa-satwa kecil seperti kepik menjadi pengingat bahwa lingkungan sekitar masih menyimpan kehidupan yang menarik untuk diamati.
Sebenarnya, jauh sebelum topik ini muncul, saya cukup sering menemukan hewan-hewan unik dan lucu di sekitar rumah. Sayangnya, saya tidak selalu ingat untuk mengabadikannya dalam foto. Karena itulah, ketika bertemu kepik kali ini, saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.

Kepik Semakin Jarang Ditemukan di Perkotaan
Jika diingat-ingat, terakhir kali saya melihat kepik adalah beberapa tahun lalu saat pulang kampung. Saat itu, saya menemukannya hinggap di dedaunan liar ketika berjalan menuju ladang untuk memetik sayuran.
Namun, selama tinggal di Bandung, rasanya saya hampir tidak pernah lagi melihat serangga cantik ini. Entah karena kebetulan atau memang populasinya semakin jarang terlihat di lingkungan perkotaan.
Salah satu penyebabnya mungkin karena ruang hijau yang tersisa semakin menyempit. Padahal, kepik menyukai lingkungan yang masih alami dan memiliki banyak tanaman sebagai tempat berlindung sekaligus mencari makanan.
Baru tiga tahun terakhir ketika pindah rumah dan memulai menyediakan ruang hijau sendiri di sekitar rumah, berbagai satwa berdatangan. Bersyukur, itu termasuk si kumbang koksi/kepik turut muncul di halaman.
Manfaat Kepik bagi Tanaman dan Pertanian
Meskipun ukurannya kecil, nyatanya kepik memiliki peran yang sangat penting bagi tanaman dan dunia pertanian. Mungkin kebanyakan orang (termasuk saya sebelumnya) mengira bahwa semua serangga yang menempel di tanaman adalah hama. Padahal, kepik justru termasuk serangga yang menguntungkan.
Dari sumber belajar yang saya temukan, ternyata kepik dikenal sebagai predator alami berbagai jenis hama tanaman. Mereka suka memangsa kutu daun, wereng, dan serangga kecil lain yang dapat merusak batang, daun, maupun bunga tanaman.
Karena itu, ketika menemukan sekelompok kepik di kebun atau halaman rumah, jangan terburu-buru menganggapnya sebagai hama. Bisa jadi mereka sedang membantu menjaga kesehatan tanaman dengan memangsa serangga pengganggu yang ada di sekitarnya.
Mengetahui bahwa kepik sangat bermanfaat bagi tumbuhan, kehadiran kepik kali ini membuat saya bersyukur. Sebagai pecinta tanaman, saya malah berharap semakin banyak kepik yang hidup di sekitar tanaman. Karena itu berarti akan semakin mengurangi keberadaan hama yang sering merusak tanaman tanpa harus menyemprotkan obat anti hama.
Kepik sebagai Penanda Ruang Hijau yang Masih Sehat
Melihat kepik menempel di ranting beringin yang saya tanam memberikan perasaan bahagia tersendiri. Saya sangat berharap jika kepik tersebut bukan satu-satunya yang masih hidup di sekitar lingkungan tempat tinggal saya.
Munculnya kepik menjadi pertanda bahwa ekosistem kecil di halaman rumah masih cukup nyaman untuk ditinggali berbagai makhluk hidup. Bukan hanya bunglon, kumbang, belalang, ulat dan kupu-kupu yang betah tinggal. Kepik pun ikut hadir dan tinggal di sana.
Meski ruang hijau yang ada di halaman tidak luas, setidaknya masih ada lingkungan yang mendukung keberlangsungan serangga bermanfaat seperti kepik.
Bagi saya, menemukan seekor kepik saja sudah bahagia luar biasa. Saya pun semakin bersemangat untuk menjaga ruang hijau yang ada. Bahkan setiap hari, upaya untuk menambah koleksi bunga, pohon buah-buahan, sayuran dan tanaman obat akan tetap dilakukan. Memiliki lingkungan rumah yang sejuk dan indah adalah impian saya sejak dulu.
Semoga semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga ruang hijau. Sekecil apa pun ukurannya, semoga menjadi tempat hidup berbagai satwa. Agar kita masih bisa mewariskan pengetahuan tentang flora dan fauna kepada anak cucu kita dengan menunjukkannya secara langsung.
