Soreang, 21 Mei 2026 — Kreativitas, kerja sama, dan semangat berkesenian ditunjukkan oleh siswa-siswi kelas IX MTs Ibnu Sina Soreang melalui sebuah pagelaran seni drama musikal bertajuk “Lutung Kasarung”, legenda terkenal yang berasal dari tanah Sunda. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian ujian akhir bagi siswa kelas IX sebelum mereka menyelesaikan masa pendidikan dan dinyatakan lulus dari madrasah.

Para aktor drama sedang beraksi di atas pentas (Sumber : koleksi pribadi )
Pagelaran yang berlangsung meriah tersebut berhasil memukau para guru, orang tua, dan tamu undangan yang hadir. Para siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan berakting, tetapi juga keterampilan dalam menata panggung, menyusun alur cerita, menyiapkan kostum, tata rias, musik, dan berbagai unsur pendukung pertunjukan lainnya.
Cerita Lutung Kasarung yang sarat dengan pesan moral dipilih karena mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi generasi muda. Melalui kisah tersebut, para siswa diajak untuk memahami bahwa kebaikan, kejujuran, kesabaran, dan ketulusan pada akhirnya akan memperoleh kemenangan, sedangkan kesombongan, iri hati, dan kezaliman akan membawa kerugian bagi pelakunya.
Kepala MTs Ibnu Sina Soreang, Ummi Rina Agustina, S.E., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan kreativitas para siswa yang telah bekerja keras mempersiapkan pertunjukan tersebut.
“Kami sangat bangga melihat kemampuan dan kreativitas anak-anak dalam menata panggung, bekerja sama, dan menampilkan seni pertunjukan yang begitu baik. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya diri dalam menghadapi masa depan.”
Sementara itu, guru pembimbing kegiatan, Abi Nofaisal Hafidz Maulana S.Sn, atau yang akrab dipanggil Abi Maul menjelaskan bahwa pagelaran ini tidak hanya bertujuan mengembangkan bakat seni siswa, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter.
“Pagelaran ini ditujukan untuk memberikan keteladanan dan mengambil hikmah dari cerita yang ditampilkan. Melalui kisah Lutung Kasarung, anak-anak diajak memahami bahwa dalam kehidupan manusia harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, serta memilih jalan kebaikan meskipun terkadang tidak mudah.”
Abi Nofaisal Hafidz Maulana ,S.Sn , sang maestro seni yang dimiliki oleh Ibnu Sina ( Sumber: Koleksi Pribadi)
Cerita Lutung Kasarung mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penampilan luar, melainkan oleh hati, akhlak, dan perilakunya. Tokoh Purbasari yang sabar dan tulus akhirnya memperoleh kebahagiaan, sementara sifat dengki dan kesombongan membawa kesulitan bagi pelakunya. Nilai tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
Selain itu, kisah ini juga mengajarkan pentingnya memilih jalan kebenaran dan menjauhi keburukan. Menjaga hati agar tidak dengki dan iri. Allah Swt. berfirman:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik.” (QS. Fuṣṣilat: 34)
Sifat sabar yang ditunjukkan oleh Purbasari juga sesuai dengan firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfāl: 46)
Sedangkan larangan bersikap iri dan dengki yang menjadi sumber konflik dalam cerita tersebut ditegaskan oleh Allah Swt.:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
“Janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.” (QS. An-Nisā’: 32)
Pagelaran seni drama musikal ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan seni, siswa belajar bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, melatih keberanian tampil di depan umum, serta mengembangkan kreativitas yang dimiliki.

Para aktris Mts Ibnu Sina sedang beraksi di atas pentas (Sumber : koleksi pribadi )
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi perjalanan siswa kelas IX di MTs Ibnu Sina Soreang. Semangat, kerja keras, dan kekompakan yang mereka tunjukkan dalam pagelaran “Lutung Kasarung” menjadi kenangan indah sekaligus pelajaran berharga sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Semoga seluruh siswa kelas IX dapat meraih kelulusan yang terbaik, menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, kreatif, serta mampu mengambil hikmah dari setiap pengalaman hidup sebagaimana pesan moral yang terkandung dalam kisah Lutung Kasarung: bahwa kebaikan, kesabaran, dan ketulusan pada akhirnya akan membawa manusia kepada kemuliaan.

