Prof. Atif: 3 Tugas Penting Orangtua dalam Membentuk Peradaban Islam

Tugas penting orangtua
Sumber foto: jatinangor.com

Tugas penting orangtua sangatlah besar. Karena pemenuhan tugas tersebut akan sangat berpengaruh pada anak-anaknya.

“Tonggak peradaban islam yang paling utama ada pada keluarga, yaitu pada pendidikan anak,” ujar Prof. Atif Latifulhayat, SH., LL.M., Ph.D. pada kajian akbar yang digelar di Masjid Qudwah Rancakasumba Kecamatan Solokan jeruk Kabupaten Bandung (Sabtu/08/04/23).

Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. merupakan guru besar bidang hukum internasional di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad). Namun bukan hanya diikuti banyak mahasiswa. Prof. Atif pun memiliki banyak jamaah yang merindukan ilmu-ilmunya.

Tugas penting orangtua
Jamaah menyimak kajian prof. Atif

Dengan pembawaan yang lemah lembut dan tenang, Prof. Atif menyampaikan materi dengan penuh hikmah. Membuat yang menyimak tidak menyadari bahwa waktu begitu cepat berlalu.

Ilmu yang disampaikan pun masuk di kepala dengan selamat. Bahkan beberapa jamaah berpendapat bahwa, “ini nih, kajian yang bener. Banyak ilmunya bukan malah banyak tertawa dan bercanda.”

Read More

Dalam kajiannya, Prof. Atif menyampaikan bahwa tonggak peradaban Islam ada pada keluarga. Yaitu pada peran orangtua dalam mendidik dan menyiapkan anak-anaknya untuk mengisi masa depan peradaban Islam.

Setidaknya ada 3 tugas penting orangtua yang diemban secara otomatis ketika seseorang menjadi orangtua. Tugas penting ini tidak bisa didelegasikan.

Tugas tersebut adalah:

1. Melahirkan generasi yang lebih baik dari orang tuanya.

Orangtua memiliki tanggung jawab menurut Al-Qur’an untuk melahirkan generasi yang lebih baik.

Dalam QS. Annisa ayat 09
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.”

Asbabunuzul ayat tersebut adalah ketika Rasulullah Saw., kedatangan seorang sahabat senior (golongan sahabat yang lebih dulu masuk islam) bernama Saad bin Abdul Waqas.
Saad menemui Rasulullah Saw untuk meninta pertimbangan tentang harta dan putrinya.

Saat itu Saad, masih terpengaruh oleh budaya Arab yang menempatkan perempuan sebagai kaum yang dinomor duakan.

Saad khawatir jika anak perempuan tidak bisa membawa nama baik keluarganya. Karena itu Saad berniat untuk mewakafkan hartanya.

Rasulullah Saw. memberikan nasihat bahwa Saad harus mewariskan harta kepada keturunannya.

Tugas penting orangtua
Kajian masjid Qudwah

Rasulullah Saw. Menyatakan bahwa, lebih baik meninggalkan generasi yang kuat secara ekonomi, daripada meninggalkan generasi peminta-minta.

Hal itu salah satu penyebab Islam mengatur waris, tujuannya agar generasi islam tidak lemah dan untuk melahirkan peradaban yang lebih baik. Faktor kuatnya peradaban adalah kuatnya ekonomi umat

2. Mentauhidkan Allah
Orangtua didelegasikan mendidik anak dari segi aqidah. Bukan untuk mencerdaskan anak. Sementara mencerdaskan anak, serahkan saja pada ahlinya.

Dalam QS. Luqman ayat 13 Allah telah memberikan gambaran orangtua yang baik seperti luqman yang dianugerahi hikmah.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Luqman adalah simbol orangtua. Dimana ia mengajarkan tauhid kepada anak.

Tidak ada orangtua yang mencita-citakan anaknya berperangai ataupun bersifat buruk.
Begitu seseorang menjadi orangtua, otomatis memiliki hikmah.

Yang diajarkan oleh orangtua yang sudah memiliki hikmah seperti Luqman kepada anaknya

Perintah Luqman kepada anaknya, “Ya bunayya laa tasyrik billah.

“Wahai anakku, janganlah kamu sekali-kali mempersekutukan Allah!” adalah nasihat pertama Luqman kepada anaknya.

Ajarkan kepada anak dan kepada generasi kita bahwa apa yang dilakukannya diawasi oleh Allah.

Salah satu wujud dari tauhid adalah sikap kejujuran.

3. Melatih kecerdasan.
Di dunia ini tidak ada anak yang bodoh. Menurut Atif, jangan hanya karena tidak berminat pada pelajaran tertentu, maka serta merta anak tersebut dikatakan sebagai anak yang bodoh. Semu anak memiliki kecerdasan bawaan masing-masing. Maka tugas orangtua adalah mendukung, mengarahkan dan mencari ahli untuk menajamkan kecerdasannya tersebut.

Karena itu, optimalkan kecerdasan mereka dengan menyerahkan kepada ahlinya.

Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Menginspirasi.
    Membangun peradaban Islam yang maju dan bermartabat, memang dimulai dari keluarga.