Kita semua mungkin tahu dan pernah menonton tayangan yang mempertontonkan percakapan seorang anak usia sekitar lima tahun yang sudah dididik untuk menabung dan menghemat uang kedua orang tuanya.
Sebut saja Ara, seorang anak dari keluarga konten kreator. Anak manis sekecil itu ketika diwawancara oleh host tentang digunakan untuk apa uang dari hasil shooting yang dia terima? Dirinya menjawab dengan lantang bahwa itu akan digunakan untuk biaya pendidikan bahkan digunakan untuk modal usaha. Maka dari itu ia harus menghemat uang sejak sekarang.
Tentang bagaimana dia menyimpan uangnya, Ara menjawab bawa uang itu diinvestasikan menjadi emas. “Karena emas tidak mengalami inflasi,” katanya.
Itu adalah salah satu cara untuk mengenalkan pengelolaan keuangan kepada anak. Namun di luar sana banyak anak-anak yang tidak seperti Ara mendapatkan uang honor shooting yang bisa ditabung dan dibelikan emas. Sedangkan kita sebagai orang tua wajib membuat mereka terbiasa menghemat lebih tepatnya memanajemen keuangan.
Manajemen keuangan adalah hal yang sangat penting di tengah gempuran biaya hidup yang semakin sulit sedangkan gaya hidup elit semakin dinormalisasi.
Namun di luar Ara, kekinian kebanyakan anak yang belum memahami keadaan. Masih bebas minta uang jajan tanpa melihat kondisi orang tuanya terlebih dahulu.
Yang mereka tahu adalah ikut serta acara dengan uang yang didapatkan dari orang tuanya. Padahal orang tuanya bukanlah orang kaya. Khawatirnya, ini akan membentuk mental mereka menjadi orang yang menganggap bahwa soal uang adalah mudah, tinggal minta kepada orang tua, tanpa mau melakukan usaha.
Salah satunya saat musim buka bersama di Bulan Ramadan ini. Mereka dengan percaya diri membuat agenda buka bersama di tempat yang hits dan perlu merogoh kocek lebih dalam. Menyepakati janji temu dengan teman untuk buka bareng dengan biaya dan ongkos yang tidak murah. Mengejutkannya, agenda buka bersamanya banyak sekali. Hari ini dengan alumni SD, lalu dengan alumni SMP, terus dengan teman dekat, dan komunitas lainnya.
Lantas kalau selalu dituruti kemauannya, apakah kalau orang tuanya tidak memiliki uang lagi, apa kabar mental mereka? Tidakkah mereka hanya akan jadi generasi yang tidak siap dengan konsisi keterpurukan? Stres bahkan depresi.
Maka sebelum semakin terlambat, anak-anak perlu dilatih untuk berhemat dan mengerti kondisi keluarganya. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak agar lebih peduli pada penghematan uang yang dihimpun dari berbagai sumber. Beberapa sudah terbukti ampuh dan mujarab. Selamat mencoba dengan konsisten.
- Berikan contoh yang baik
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, jadi pastikan kita sebagai orang tua memberikan contoh yang baik dalam mengelola uang.
- Jelaskan konsep uang
Jelaskan kepada anak bahwa uang tidak tumbuh di pohon dan bahwa kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya.
- Ajak anak untuk membuat anggaran bersama
Buat anggaran bersama dengan anak untuk membantu mereka memahami bagaimana mengalokasikan uang.
- Berikan uang saku
Berikan uang saku kepada anak untuk membantu mereka belajar mengelola uang. Bisa berupa uang saku harian atau mingguan untuk anak yang sudah agak besar. Agar dia belajar mengelola uang dan membuatnya cukup untuk memenuhi kebutuhan.
- Ajarkan untuk menabung
Ajarkan anak untuk menabung sebagian dari uang saku mereka untuk membantu mereka memahami pentingnya menabung.
- Berikan pilihan
Berikan pilihan kepada anak untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan, tetapi juga ajarkan mereka untuk mempertimbangkan apakah itu benar-benar penting.
- Jelaskan tentang nilai uang
Jelaskan kepada anak bahwa uang memiliki nilai dan bahwa kita harus menggunakan uang dengan bijak.
- Buat permainan edukatif
Buat permainan edukatif yang terkait dengan uang untuk membantu anak memahami konsep uang dengan lebih menyenangkan.
- Ajarkan untuk berbagi
Ajarkan anak untuk berbagi sebagian dari uang mereka dengan orang lain yang membutuhkan.
- Pantau dan evaluasi
Pantau dan evaluasi kemajuan anak dalam mengelola uang dan berikan umpan balik yang konstruktif.
Semoga bermanfaat.
