Jum’at 14 Agustus 2026, Ciomas, Banten – Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan DPD Banten menghadiri acara Mapag Bulan Maulid sekaligus Ritual Bahan Golok Ciomas yang diselenggarakan oleh Dzuriat Pande Golok Ciomas Banten. Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang memadukan penyambutan awal bulan Maulid atau Hari Lahir Nabi Muhammad SAW dengan pelestarian tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran mahasiswa dan pelajar kebangsaan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Banten di tengah arus modernisasi. Melalui ritual Bahan Golok Ciomas, generasi muda diajak memahami filosofi, sejarah, dan makna spiritual di balik senjata tradisional yang menjadi identitas masyarakat Banten.
Maksud dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
– Menyambut bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus Ritual Bahan Pembuatan Golok Ciomas
– Melestarikan tradisi dan kearifan lokal Banten, khususnya warisan budaya Golok Ciomas yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi.
– Memperkuat semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa dan pelajar melalui penghayatan terhadap akar budaya sendiri.
– Menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dan tradisi leluhur.
– Membangun solidaritas serta silaturahmi antara generasi muda dengan tokoh adat, dzuriat, dan masyarakat setempat.
– Menjadikan mahasiswa dan pelajar sebagai agen pelestari budaya sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan di tingkat lokal maupun nasional.
Esensi yang Diperoleh Mahasiswa dan Pelajar Kebangsaan
Bagi mahasiswa dan pelajar kebangsaan, partisipasi dalam acara ini memberikan beberapa esensi penting:
1. Penguatan Identitas Kebangsaan
Mereka belajar bahwa nasionalisme tidak hanya lahir dari ideologi, tetapi juga dari penghormatan terhadap tradisi lokal yang menjadi fondasi keindonesiaan.
2. Pembentukan Karakter dan Akhlak
Ritual yang dilandasi nilai spiritual dan keagamaan mengajarkan kesederhanaan, penghormatan kepada leluhur, serta rasa syukur yang menjadi bekal karakter pemimpin masa depan.
3. Kesadaran akan Warisan Budaya
Generasi muda menyadari pentingnya menjaga warisan benda seperti ritual Golok Ciomas agar tidak tergerus zaman, sekaligus menjadikannya sumber kebanggaan daerah.
4. Pengalaman Langsung Silaturahmi dan Gotong Royong
Interaksi dengan dzuriat dan masyarakat sekitar menumbuhkan semangat kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial.
5. Inspirasi untuk Berkontribusi
Kegiatan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa dan pelajar untuk terus aktif dalam gerakan pelestarian budaya serta penguatan nilai kebangsaan di kampus, sekolah, dan masyarakat.
Dengan menghadiri Mapag Bulan Maulid dan Ritual Bahan Golok Ciomas, Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan DPD Banten menegaskan bahwa mahasiswa dan pelajar tidak hanya menjadi objek perubahan, tetapi juga subjek aktif dalam menjaga jati diri bangsa melalui akar budaya sendiri.
Kegiatan tahunan ini diharapkan terus menjadi wadah regenerasi nilai-nilai luhur agar generasi muda Banten tetap berakar kuat pada tradisi sekaligus berorientasi pada masa depan yang berkeadaban.
