Suasana pagi Idulfitri di Kampung Babakan Sadang, Baleendah, terasa begitu sejuk dan menenangkan. Di tengah hamparan lapangan sederhana yang menjadi saksi kebersamaan warga, gema takbir berkumandang dengan penuh kekhusyukan. Tidak ada kemewahan yang mencolok, namun justru dalam kesederhanaan itulah tersimpan keindahan yang begitu dalam.
Shalat sunnat Idulfitri yang digelar oleh pengurus DKM Masjid Al-Barokah berlangsung dengan tertib dan khidmat. Warga dari berbagai kalangan, tua dan muda, laki-laki dan perempuan, hadir dengan wajah-wajah yang berseri. Mereka datang bukan hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadhan.
Lapangan yang digunakan mungkin jauh dari kata megah, namun hati yang hadir di dalamnya dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan. Setiap saf tersusun rapi, setiap takbir terasa menyentuh relung jiwa, seakan menjadi penegas bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu bergantung pada kemewahan, melainkan pada keikhlasan.

Ustadz Nandan Mardiana MAg sedang menyampaikan khutbah idul fitri (Sumber: Koleksi pribadi)
Pada kesempatan tersebut, bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Nandan Mardiana, S.S., M.Ag. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan tausiah yang begitu menyentuh, mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga diri dari dosa-dosa yang dapat mendatangkan azab secara cepat di dunia.
Beliau mengutip sabda Rasulullah ﷺ:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍعَنْ شُعْبَةَ بْنِ الْحَجَّاجِ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِأَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ
كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا الْبَغْيَ وَعُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ، أَوْ قَطِيعَةَ الرَّحِمِ، يُعَجِّلُ لِصَاحِبِهَا فِي الدُّنْيَا قَبْلَ الْمَوْتِ
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa‘id, dari Syu‘bah bin al-Hajjaj, dari Sulaiman al-A‘mash, dari Abu Shalih, dari Abu Bakrah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
“Semua dosa bisa Allah tunda (hukumannya) sampai hari kiamat sesuai kehendak-Nya, kecuali kezaliman, durhaka kepada kedua orang tua, dan memutus silaturahmi. Allah akan menyegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia sebelum ia meninggal.”( Abu Bakrah Nufai‘ bin al-Harith RA)
Dalam penjelasannya, Ustadz Nandan menekankan bahwa tiga dosa tersebut memiliki dampak yang sangat besar, baik bagi pelakunya maupun bagi kehidupan sosial di masyarakat.
Pertama, kezaliman. Segala bentuk ketidakadilan, baik dalam ucapan maupun perbuatan, akan membawa akibat buruk yang cepat terasa. Hidup menjadi tidak tenang, hati dipenuhi kegelisahan, dan keberkahan perlahan menghilang.
Kedua, durhaka kepada kedua orang tua. Ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua. Ketika seseorang menyakiti atau mengabaikan orang tuanya, maka ia telah membuka pintu kesulitan dalam hidupnya sendiri.
Ketiga, memutus tali silaturahmi. Islam sangat menjunjung tinggi hubungan kekeluargaan. Ketika hubungan itu diputus, maka bukan hanya hubungan antar manusia yang rusak, tetapi juga rahmat dan keberkahan Allah ikut terputus.
Khutbah tersebut menjadi pengingat yang sangat relevan di hari yang penuh kemenangan ini. Idulfitri bukan hanya tentang kembali suci secara pribadi, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan sesama.
Usai pelaksanaan shalat, suasana hangat semakin terasa ketika warga saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Senyum dan pelukan menjadi bahasa yang lebih dalam daripada kata-kata. Di sanalah terlihat bahwa nilai-nilai Idulfitri benar-benar hidup di tengah masyarakat.
“Jangan tunda untuk memperbaiki hubungan, karena ada dosa yang tidak menunggu akhirat untuk dibalas. Saat kita menjaga hati dari zalim, berbakti kepada orang tua, dan merawat silaturahmi, sejatinya kita sedang menjaga keberkahan hidup kita sendiri.”
Momentum Idulfitri di Kampung Babakan Sadang ini menjadi bukti bahwa kesederhanaan tidak mengurangi makna, justru memperkuat rasa kebersamaan dan keikhlasan. Semoga nilai-nilai yang tertanam di hari itu terus hidup dalam langkah kehidupan sehari-hari.
